April 3, 2007
Aliran Tenaga Dari Bumi Sriwijaya
Beberapa bulan yang lalu aku terperanjat ketika melihat sebuah rekaman video. Rekaman video ini diambil oleh adik kandungku dalam sebuah acara unjuk rasa (Masyiroh) di Kota Palembang. Selain video itu, ada beberapa foto digital yang juga mengambarkan suasana unjuk rasa itu. Yang membuatku lebih terkaget-kaget lagi adalah ketika dalam video dan foto-foto itu terdapat beberapa kiyai yang cukup disegani di Palembang sedang melakukan orasi, sedangkan latar belakangnya berkibar bendera umat Islam berwarna dasar putih dan bertuliskan kalimat tauhid berwarna hitam.
Pertanyaannya, kenapa hal ini begitu spesial buatku? Dulu, aku ingat, waktu kelas tiga SMP aku mewakili takmir masjid dekat rumah untuk menghadiri sebuah acara bedah buku “Negara Islam (ad-Daulah al-Islamiyah)” di IAIN Raden Fatah Palembang. Waktu itu yang hadir tidak banyak dan rata-rata agak tidak setuju dengan konsep yang diagagas Imam an-Nabhani ini.
Ada banyak hal yang sangat mengharukan dalam hati dan fikiranku ketika melihat foto dan video itu. Dan hal-hal itu seakan-akan tidak bisa aku ungkapkan dalam tulisan ini. Terlalu dalam, terlalu mengharukan. Mungkin karena aku begitu tahu bagaimana Ustadz Mahmud awal-awal datang ke Palembang. SubhanaLlah..
Dan keterharuanku semakin menggumpal ketika aku membaca sebuah Akhbar (Kabar), dari majalah al-Wa’ie edisi bulan ini. Rasa-rasanya, sudah tidak sabar aku pulang ke Palembang untuk berkalang tanah disana. Tapi teringat nasehat bahwa dimanapun kita berada, maka disitulah kita selalu dapat menyeru orang kepada Islam, bukan kepada golongan atau partai tertentu. Itulah yang selalu diajarkan kepadaku dalam halaqoh.. AlhamduliLlah..
Wagub Sumsel: Khilafah Menjadikan Hidup Sejahtera
Palembang, Senin, 19 Maret 2007. Wakil Gubernur Sumatera Selatan Prof. dr. H. Mahyudin NS, SPOG yang berbicara sebagai ketua Forum Ukhuwah Ulama-Umaro
Sumatera Selatan mengatakan, bahwa umat Islam saat ini membutuhkan pemimpin yang mewarisi sifat para khalifah seperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Umat juga membutuhkan sistem Khilafah yang bisa menyelesaikan persoalan umat dan bangsa. Hal ini dikemukakan oleh beliau ketika membuka Diskusi Publik dengan tema, “Hidup Sejahtera dan Barokah Dalam Naungan Khilafah”.
Diskusi yang diikuti oleh 600-an peserta dari berbagai kalangan ini diselenggarakan oleh DPD Hizbut Tahrir Indonesia Sumatera Selatan. Prof. Mahyudin juga mengutip sejarawan barat Will Durant yang mengatakan bahwa sistem Khilafah ini berhasil mensejahterakan manusia selama lebih kurang 12 abad.
Buya KH Thohlon Abdul Rouf dari pengurus wilayah Muhammadiyah SumSel yang menjadi pembicara pertama dalam diskusi ini mengupas sejarah bahwa di nusantara termasuk di Sumbagsel pernah diterapkan Syariah Islam yang terkenal dengan ‘Undang-undang Simbur Cahaya’ pada masa Kesultanan Palembang Darussalam. Namun, sejak masuknya penjajah maka syariah Islam hilang dari peredaran hingga sekarang.
Pembicara lain, Ustadz Mahmud Jamhur dari DPD Hizbut Tahrir Indonesia menekankan pentingnyamenegakkan sistem pemerintahana negara Khilafah ini, karena merupakan kewajiban dalam al-Quran, al-Hadits serta merupakan Ijmak Shahabat.
Pembicara ketiga, KH Ayik Ali Idrus dari Forum Forum Ukhuwah Ulama-Umaro Sumatera Selatan memaparkan derita umat manusia selama 83 tahun hidup tanpa Khilafah. Beliau menekankan perlunya perjuanagan dakwah untuk menegakkan kembali Khilafah ini karena merupakan janji Allah dan prediksi Rasul bahwa Khilafah akan tegak kembali. Beliau yang juga mentan ketua MUI kota Palembang menekankan, inilah saatnya Khilafah memimpin dunia karena Amerika sedang mengalami kebangkrutan, sementara Eropa berseteru antar mereka.
Ratusan peserta yang merupakan ulama dan tokoh masyarakat dari berbagai ormas tampak antusias mengikuti diskusi ini. Dalam sesi tanya-jawab tergambar kerinduan mereka akan sistem pemerintahana Khialfah yang mewarisi sifat para Shahabat. Allahu akbar! [Humas DPD HTI Sumatera Selatan] ~~Diketik ulang dari Majalah al-Wa’ie No. 80 Tahun VII, 1-30 April 2007 / Robi’ul ula 1428H, halaman 41-42~~
(NB: Info Tambahan, foto-foto yang tertampil di tulisan ini diambil pada acara yang berbeda dari acara yang dimaksud oleh artikel. Dan acara Diskusi dalam artikel ini diselenggarakan di Masjid Agung Palembang, dan menurut penuturan adikku, seakan-akan Khilafah akan tegak pada hari itu juga. SubahanaLlah.. ridhoilah Kami Ya Allah..)
[Hanif al-Falimbani, 3 April 2007, 8.25am]


anung berkata,
April 3, 2007 pada 9:33 am
pertamax..
nunggu dajal muncul dulu kang.. ;p
peyek berkata,
April 3, 2007 pada 3:47 pm
wah ini pencerahan tho kang!
klikharry berkata,
April 6, 2007 pada 9:55 am
palembang?
kayaknya preman yang masih banyak muncul
buktinya tiap hari ketemu dengan korban penusukan di UGD
alkifah berkata,
April 10, 2007 pada 7:50 am
Subhanallah…. Benih dakwah kian berkembang… menyambut deru kebangkitan. Keep Fight!!! ;0
Hanichi Kudou berkata,
April 20, 2007 pada 4:43 pm
:: anung ::
Lhoo.. bukannya sekarang udah banyak “dajjal-dajjal” berkeliaran Nung..?? Tuuh.. yg kemarin ke Bogor ketemu sama Presiden
:: peyek ::
Yaaahh.. mungkin ini bukan pencerahan… tapi Penerangan. Saya sebagai manusia biasa yo pastinya pengen sedikit curhat, gitu lhoo KAng..
:: klikharry ::
Bukannya muncul lagi Kak, tapi sudah mengorbit secara rutin
. Orang PAlembang emang beraninya pake pisau, klo bner-bner jentelmen tangan kosong dong..
:: alkifah ::
Yupp yupp yupp.. kayaknya Antum sekarang jadi pioneer nih di daerah antum.. Selamat berjuang ya Akhii.. masih ingat kan obrolan malam kita waktu mabit di belakang Hotel Hyatt..?? Allahuakbarr!!!
mahmud jamhur berkata,
April 23, 2007 pada 1:51 pm
Aww
Nuhun kang hanif iraha ka palembang
Iyo Kapan nak balik ke plembang tu, salam dari budak-budak saptamarga 71 kenten
Boleh dong pinjam rekaman vidio nyo?? hee..heee
Sapo namo kawan-kawan di plembang yang pacak di ajak bejuang???
Allahu Akbar
Www
masmahmud
0812-7379236
Hanichi Kudou berkata,
April 24, 2007 pada 1:51 pm
WWW ustadz..
(Waduh ketahuan juga nih sama Ust. Mahmud hee..
)
Itu artinya apa ya ustadz..?? saya gak begitu paham sama bahasa sunda.
saya coba jawab.. Baik-baik saja, alhamduliLlah..
Balik ke Palembang, Lebaran mungkin Ustadz.. insya Allah klo waktunya ada..
‘Alaikumussalam.. samo-samo salam jugo, salam ke budak-budak tu Salam manis.. maniiis sekali..
Boleh banget ustadz, nanti biar saya pesen ke adik saya untuk kasih softcopy-nya ke ustadz.
Caknyo sa’ban tu juga la ngebet niaan ustadz.. kemarin tu dia la nak nagji diajak samo Amsory. (Yo dak Ban
).
Allahu akbar.. !!!
sampaikan berkata,
April 25, 2007 pada 10:36 am
ass.wr.wb..
Subhanallah, smg cahaya dakwah semakin berkilauan di bumi palembang darussalam…
salam kenal akhi Hanif,
untuk ustadz mahmud, bgm kabar-nya? salam dari Nafidz, putra pertama kami, alhamdulillah sdh hampir 4 bln umur-nya.
Hanichi Kudou berkata,
April 25, 2007 pada 6:01 pm
‘alaikumussalaam warohmatuLlahi wabarokatuhu
Subhanallah, smg cahaya dakwah semakin berkilauan di bumi palembang darussalam…
Amiin, Insya Allah ustadz, dengan do’a dan usaha, kita bertawakal kepada Allah saja.
Oya, salam kenal juga. Salam juga buat Nafidz ya ustadz, saya do’akan semoga dia jadi pejuang Khilafah yang tangguh, Allahu akbar..!!
aban tetep ga suka vanila berkata,
Mei 3, 2007 pada 10:48 am
hehe…mas Agung bisa aja…
iya nech Ustadz…pengen ikut tp gmn ya..dang sibuk2na ma tugas2 kuliah e…
tp tolong doain biar bisa ikutan ngaji ma ustadz…
jadwal ngajina kapan aja ya???jd pengen…dah penat ma aktivitas sekuler kapitalis disini…
saptamarga 71 berkata,
Mei 15, 2007 pada 11:52 am
aww
to aban nanti suka vanila
masukin jadwal ngaji dalam jadwal sibuknya kak aban nanti suka vanila, biar jadi deh ngajinya, kalo dak di masuki capee dech
jalan-jalan ke kenten 71
ada mabit setiap malam minggu
kalo kito pengen duku
pegilah ke komring ulu
gak nyambung gitcu
hee…hee..
www
to may hani kuduo, keep spirit high, allahu akbar
aban tetep ga suka vanila berkata,
Mei 18, 2007 pada 8:45 am
Wa’alaikum salam
to saptamarga71
kira2 mabitna hari apa dan jam berapa ya???
kemaren dikasih tau klo mabitna hari Sabtu malam minggu….
trus lokasi tepatna saya ga tau e…
Arigato
titok priastomo berkata,
Mei 24, 2007 pada 8:30 am
assalamu’alaikum,
Kalo antum ke Palembbang, sampaikan salam ke ustadz mahmud, dari titok yang dulu di SMU 7. Salam juga buat irawan di sana. (aneh, orang palembang pake sunda)
titok priastomo berkata,
Mei 24, 2007 pada 8:33 am
Ada lagi, saya lihat, kunjungan saya ini adalah pengunjung yang 3.001.
Hanichi Kudou berkata,
Mei 24, 2007 pada 11:31 pm
Inggeh.. inggeh kang Mas..
Iya ya.. Apa Palembang ada hubungannya sama orang sunda ya..??
Klo saya pengunjung ke 3,024 hehe..
mymahmud berkata,
Mei 27, 2007 pada 9:45 pm
aww
Salam perjuangan buat smua, barakallahu lakum
mabit sabtu malam minggu mulai jam 19.30 di mushollah ar ruum, jalan saptamarga lrg. kelapa hibrida no 71 kenten palembang
salam juga buat nanda nafidz, buat titok, aban akan suka vanila, dll, special buat temen-temen djokja, maz hawari dkk alumni nitikan.
iyalah ada hubungannya palembang dengan sunda, kalo orang sunda ” nyebrang ka palembang, balik mawa kurupuk”, hee… mitoha urang ti sunda atuh.
www
mj
aban tetep ga suka vanilla berkata,
Mei 28, 2007 pada 11:37 am
Assalamu’alaikum ustadz
Alhamdulillah saya kemaren dah gabung ngajina di mesjid nurul iman kehutanan…doakan saya untuk ttp istiqomah..
Wassalam
Hanichi Kudou berkata,
Mei 29, 2007 pada 5:06 am
Yup yup.. yup.. AlhamduliLlah.. aku ngerasa seneng banget.. Allahu akbar..!! Selamat datang di barisan dakwah..sahabatku..
my mahmud berkata,
Juni 2, 2007 pada 12:05 pm
Aww
Allhamdulilah deh, moga Allah terima amal dakwah kita dan dibalas dg syurga, Amiiin
Salam buat tmn2 seantero jagad,
Smoga Khilafah cepat tegak
Www