Mei 13, 2007

Bendera dan Panji Umat Islam (1) : Warna Putih Untuk Bendera (Liwaa’)

Posted in al-Mustanir, FIKIH, Hizbut Tahrir, Khilafah at 10:57 pm oleh Hanif al-Falimbani

Bender&saudarakudiPalestin

bendera besar

 

 

Risalah ini adalah tulisan yang diketik ulang dari sebuah buku yang sangat bernilai tinggi, buku yang telah menjelaskan dengan mengagumkan bagaimana seharusnya seorang Muslim menjunjung tinggi bendera dan panjinya, dan menyungkurkan bendera dan panji lainnya.

 

Kitab yang dalam bahasa arabnya berjudul “al-‘Alamu Nabawiy asy-Syariif wa Tathbiqatihi al-Qadimatu wa al-Ma’ashiratu” ini telah diterjemahkan oleh al-Ustadz Syamsuddin Ramadhan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “BENDERA NABI SAW” dan diterbitkan oleh Pustaka Thariqul Izzah tahun 2003.

 

Kitab ini hasil buah karya yang mendalam dari Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Muhammad bin Sa’ad al-Hujailiy, beliau adalah Dosen bersama pada kuliah Syari’ah; Jurusan Peradilan dan Politik Pemerintahan di Universitas Islamiyyah Madinah Munawarah.

 

Buku ini terdiri dari delapan bab ditambah halaman Persembahan dan Mukadimah. Ada yang membuat saya sedikit tergetar ketika membaca halaman persembahan buku ini. Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Muhammad bin Sa’ad al-Hujailiy secara spesial mempersembahkan buku yang amat mulia ini kepada ‘para pembawa panji dan bendera di negeri-negeri Islam yang telah menunaikan tugasnya menjaga panji dan bendera secara sempurna tanpa pernah berkurang’, pertanyaannya, siapakah mereka? Apakah anda pernah membawa panji dan bendera yang dimaksud Syaikh al-Hujailiy? Kalau benar, berarti panji dan bendera seperti apa yang anda jaga?

 

Tulisan ini secara keseluruhan akan menjelaskan seperti apakah seharusnya bendera dan panji Umat Islam yang sesuai dengan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga akan tergambar dengan jelas di benak kaum muslimin, siapakah yang telah mengangkat bendera yang benar, dan siapakah yang telah lalai dengan mengangkat bendera yang tidak pernah dicontohkan Rasul saw dalam sunnah-nya. Semoga kita semua dibukakan hatinya untuk bisa menetapi sunnah dalam hal bendera ini, dan disadarkan dari kelalaian kita yang selama ini menjunjung tinggi bendera yang hina, bendera yang telah menyekat-nyekat kaum muslimin ke dalam lebih dari 50 firqoh, bendera yang telah memutuskan rasa peduli kita terhadap saudara-saudara kita nun jauh disana yang tengah tersakiti oleh para penjajah kafir maupun penguasa yang dzolim.

 

Berikut ini salinan ulang dari buku “BENDERA NABI SAW” mulai dari haalman 36 sampai 40, selamat menikmati:

 

Banyak Hadits dan atsar telah menjelaskan kepada kita tentang warna bendera (liwaa’) Nabi saw, bentuk, dan karakteristiknya. Di dalamnya juga dijelaskan warna, bentuk, dan karakteristik panji-panji Rasulullah saw.

 

Berikut ini akan dipaparkan hadits-hadits yang menuturkan tentnag warna bendera dan panji. Hadits-hadits ini telah dikelurakan oleh ‘ulama-ulama ahli hadits dalam kitab-kitab mereka.

 

Pertama : Warna putih untuk bendera (liwaa’)

 

 

 

 

1. Dari Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata:

<<kaanat rooyatu rosuuuliLlahi Shallallahu ‘alaihi wa sallam saudaa a, wa liwaa u huu abyadho>>
Raayahnya (panji) Rasul saw berwarna hitam, sedangkan benderanya (liwa’nya) berwarna putih.


Takhrij Hadits, Rayah menurut penuturan Ibnu Abbas ini, dikeluarkan dari :

  • Imam Tirmidzi dalam kitab Jami’nya: IV/197, no. 1681, dikomentarinya sebagai hadits hasan gharib;

  • Imam Ibnu Majah dalam Sunannya: II/941, no. 2818;

  • Imam Thabrani dalam Mu’jamul Ausath: I/77, no. 219;

  • Mu’jam al-Kabir: XII/207, no. 12909;

  • Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak: II/115, no. 2506/131, Dikatakan dalam at-Talkhish (Yazid dha’if);

  • Imam al-Baihaqi dalam Sunannya: VI/363 (lihat Fath al-Baariy: VI/126);

  • Imam Abu Syaikh dalam kitabnya Akhlaq an-Nabi saw, halaman 153, No. 420/421;

  • Imam Baghawi dalam Syarh Sunnah: X/404, no. 2664;

  • Imam al-Haitsami dalam Majmu’ az-Zawaaid: V/321, dikatakan, Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Thabrani, didalamnya terdapat Hibban bin Andullah, Adz-Dzahabi berkomentar, dia adalah majhul sedang para perawi Abu Ya’la lainnya adalah tsiqah;

  • Berkata as-Shalihi asy-Syaami dalam sirah Nabi saw (Subulul Huda wa ar-Rasyad) ‘Riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi sanadnya bagus, sedangkan melalui Thabrani perawinya shahih kecuali Hibban bin Ubaidillah dari Baridah dan Ibnu Abbas’: VII/271;

  • Dikeluarkan oleh Ibnu Asakir dalam Tarikh kota Damaskus: IV/223 dengan teks berasal dari Ibnu Abbas yang dikatakannya: ‘Rayahnya RasuluLLah saw adalah berwarna hitam, sedangkan liwa’-nya berwarna putih’. Disebutkan pula melalui jalur lain (IV/24), lihat juga Mukhtasharnya: I/352. Berkata Syaikh Syu’aibal Arnauth dalam Hamsysyarh Sunan al-Baghawiy bahwa sanadnya hasan. Tirmidzi juga meng-hasan-kannya;

  • Tharh at-Tatsrib Syarh at-Tarqib: VII/220;

  • Umdatul Qaari-nya al-‘Aini: XII/47;

  • Misykah al-Mashabih-nya Tibriziy: II/1140.

 

 

 

2. Dari Abu Hurairah, ia berkata:

<<Kaanat rooyatu rasuuliLlahi shallahu ‘alaihi wa sallam saudaa a, wa liwaa u huu abyadho>>
Panji RasuluLlah saw (raayat) berwarna hitam, sedangkan liwa’nya berwarna putih.

 

Takhrij Hadits, Rayah menurut penuturan Abu Hurairah ra ini, dikeluarkan dari :

  • Dikeluarkan oleh Abu Syaikh dalam Akhlaq an-Nabi pada halaman 154, no. 421 dan halaman 256, no. 427;

  • Dikeluarkan juga oleh Ibnu Asakir dalam Tarikh kota Damaskus dengan teks (Telah menceritakan kepada kami Abu al-Qasim al-Khadlr bin Hussain bin Abdillah bin ‘Abdan, dari Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Ahmad bin Mubarak al-Farra, dari Abu Muhammad Abdullah bin Hussain bin Abdan, dari Abdul Wahhab al-Kilabi, dari Sa’id bin Abdul Aziz al-Halabiy, dari Abu Nu’aim Abid bin Hisyam, dari Khalid bin Umar, dari al-Laits bin Sa’ad, dari Yazid bin Abi Hubaib, dari Abi al-Khair, dari Abu Hurairah, berkata : ‘Rayahnya Nabi saw dari secarik beludru yang ada di tanagn Aisyah, ditanyakan kepadanya (bahwa Aisyah) yang memotongnya, dan liwa beliau berwarna putih..’ (al-hadits).

  • Juga melalui jalur lain dikatakan: “Telah menceritakan kepada kami Abu al-Qasim as-Samarqandiy, dari Kahlid bin Amru, dari Laits, dari Yazid bin Abi Hubaib, dari Abi al-Khair Murtsid bin Yazid, dari Abu Hurairah, bunyi haditsnya sama dengan sebelumnya.

  • Ibnu Hajar berkata dalam Fath al-Baariy: ‘Telah dikeluarkan oleh Ibnu Adi dari haditsnya Abu Hurairah’: VI/127;

  • Juga berita tersebut dalam al-Kamil-nya Ibnu Adi: III/31, yang diterjemahkan oleh Khalid al-Qurasyiy;

  • Tharh at-Tatsrib Syarh at-Tarqib: VII/220;

  • Umdatul Qaari-nya al-‘Aini: XII/47;

 

 

 

3. Dari ‘Abdullah bin Buraidah dari Bapaknya: Abu Qasim bin ‘Asakir berkata: “telah meriwayatkan kepada kami Abu al-Qasim Zahir bin Thahir asy-Syahaamiy, dan Abu al-Mudzfar bin al-Qasyiiriy, keduanya berkata, “Telah mengabarkan kepada kami, Abu Sa’ad al-Junzuruudiy, telah mengabarkan kepada kami, Abu ‘Amru bin Hamdaan, telah mengabarkan kepada kami Abu Ya’la al-Mushiliy, telah mengabarkan kepada kamiIbrahim bin al-Hujjaj, telah mengabarkan kepada kami Hibban bin ‘Ubaidillah –tambahan dari al-Qasyiiriy- Ibnu Hibban Abu zahiir, telah mengabarkan kepada kami Abu Majliz dari Ibnu ‘Abbas, Hayyan berkata, ‘Telah meriwayatakan kepada kami ‘Abdillah bin Buraidah dari bapaknya:

<<anna rosuulaLlahi shallallahu ‘alaihi wa sallam kaanat rooyatuhuu saudaa a, wa liwaau huu abyadho>>
Sesungguhnya, panji RasuluLlah saw (rayah) berwarna hitam, sedangkan liwa’nya berwarna putih.

 

Takhrij Hadits, Rayah menurut penuturan ‘Abdillah bin Buraidah dari bapaknya ini, dikeluarkan dari :

  • Imam Abu Syaikh dalam Akhlaq an-Nabi saw dan Adabnya, halaman 153, no. 420. Aku berkata: ‘Itu jalurnya sama dengan hadits yang sebelumnya, dari Ibnu Abbas, karena kadangkala Ibnu Abbas mengatakannya pada dirinya, kadangkala kepada Abdullah bin Buraidah, dari bapaknya, teksnya adalah: ‘Bahwa rayahnya RasuluLah saw berwarna hitam dan liwanya berwarna putih’.

  • Tarikh ad-Dimasysq: IV/224.

  • Imam Ibnu Hajar berkata dalam Fath a- Bariy: VI/127, Abi Ya’la dari haditsnya Buraidah;

  • Thabrani mengeluarkannya dalam Mu’jamul Kabir: XII/207, no. 12909;

  • Majmu’ al-Bahrain, Halaman 870;

  • Imam al-Iraqiy berkata dalam Tharh at-Tatsrib Syarh at-Tarqib: VII/220, ‘Itu diriwayatkan oleh Abu Ya’al al-Mausuliy dalam musnadnya, dan Thabrani dalam Mu’jam al-Kabirnya dari hadits Buraidah’.

 

 

 

4. Dari Jabir ra (haditsnya marfu’) sampai kepada RasuluLlah saw:

<<annahuu kaana liwa uhuu yauma dakhola makkata abyadho>>
Bendera Nabi saw (liwaa’) pada saat masuk kota Makkah berwarna putih

 

Takhrij Hadits, Rayah menurut penuturan Jabir ra ini, dikeluarkan dari :

  • Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya: III/72, no. 2592;

  • Al-Mukhtashar: VII/406, no. 2480.

  • Teks menurut Tirmidzi: IV/195, no. 1679, berkata: ‘Dari Jabir bin Abdullah, ‘Bahwasanya Nabi saw masuk ke kota Makkah pada saat hari penaklukan dengan liwanya berwarna putih’.

  • Imam Ibnu Hibban dalam Shahihnya (al-Ihsan): XI/47, no. 4743, berkata al-Arnauth: ‘Haditsnya hasan dengan dua orang saksi’.

  • Imam an-Nasa’i: VI/200, no. 6869 dalam bab Haji, dan no. 106 dalam bab Masuk kota Makkah;

  • Imam al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra-nya: VI/362;

  • Imam al-Baghawiy dalam Syarh as-Sunnah: X/403;

  • Al-Hakim dalam al-Mustadraknya: IV/115, no. 2505, dikatakannya: ‘Hadits ini shahih dengan syarat muslim meski beliau tidak mengeluarkannya, tetapi dia menyaksikan haditsnya Ibnu Abbas ra’.;

  • Imam al-Haitsami dalam Majmu’ az-Zawaaid : V/321, dikatakannya: ‘Diriwayatkan oleh Thabrani dengan tiga orang, terdapat juga dalam Sunan-nya bahwa liwa itu putih’.;

  • Lihat juga at-Talkhish al-Hubair-nya Ibnu Hajar: I/98;

  • Umdatul Qaari-nya al-‘Aini: XII/47;

  • Misykah al-Mashabih-nya Tibriziy: II/1140.

 

 

 

5. Dari ‘Aisyah ra, ia berkata:

<<Kaana liwaa u rosuuliLlahi shallallahu ‘alaihi wa sallam abyadho>>
Liwaa’nya Nabi saw berwarna putih

 

Takhrij Hadits, Rayah menurut penuturan ‘Aisyah ra ini, dikeluarkan dari :

  • Imam al-Baghawiy dalam Syarh as-Sunnah: X/404, no. 2665;

  • Abu Syaikh dalam Akhlaq an-Nabi wa Adabuhu pada halaman 154, no. 422, Halaman 156, no. 428;

  • Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannif-nya: VI/533, no. 336111;

  • Imam al-Iraqiy berkata dalam Tharh at-Tatsrib Syarh at-Tarqib: VII/220: ‘Itu diriwayatkan oleh Abu Syaikh bin Hibban dari Haditsnya Aisyah.’

 

 

 

6. Dari Ibnu ‘Umar ra, beliau berkata:

<<anna rosuulaLlahi shallallahu ‘alaihi wa sallam kaana idzaa ‘aqoda liwaa an, ‘aqodahu abyadhu, wa kaana liwaa u rosuuliLlahi shallallahu ‘alaihi wa sallam abyadho>>
Tatkala Rasulullah saw memasangkan benderanya, beliau memasangkan bendera (liwaa’) yang berwarna putih

 

Hadits dari Ibnu ‘Umar ra ini dikeluarkan Abu Syaikh dalam kitab Akhlaq an-Nabi wa Adabuhu, halaman 155, no. 423.

 

 

 

 

 

7. Rasyid bin Sa’ad telah menceritakan sebuah riwayat dari RasuluLlah saw:

<<kaanat royaatu rasuuliLlahi shallallahu ‘alaihi wa sallam saudaa a wa liwaa uhuu abyadho>>
Panji (raayah) Nabi saw berwarna hitam, sedangkan liwa’-nya berwarna putih

 

Rayah menurut penuturan Rasyid bin Sa’ad ini ada dalam kitab as-Sair al-Kabir karya Imam asy-Syaibani: I/71.

 

 

Kedua : Warna Hitam untuk Panji (Raayah)

 

 

(Nantikan di “Bendera dan Panji Umat Islam (2)“, walau sebenarnya sudah terlalu jelas, tapi ndak apa-apa, biar tambah mantap, Insya Allah, do’akan saya)

 

(Hanif al-Falimabnai, Yogyakarta, 13 Mei 2007; 09.30pm WIB)

 

bnedera_crop

MuslimInggris

Bender&saudarakudiPalestin

About these ads

41 Komentar »

  1. anung said,

    woa…nyambung disini tho..hehehe

  2. Yup.. yup..yup..

  3. Rie said,

    assalamualikum…sangat disayangkan, bendera dan panji umat islam ini adalah lambang dari suatu haroqah, padahal walaupun notabene ada haroqah yang menggunakan ar-roya dan liwaa’ ini, tapi perlu di luruskan ini “lambang umat ISLAM” bukan suatu golongan tertentu,
    wassalam

    • asep sopandi said,

      memang nggak ada kok haroqah yang memakai lambang bendera atau panji umat islam dipakai lambang haroqahnya,itupun klo ada haroqah yang memakai bendera atau panji umat islam bukan semata karena haroqah tetapi semata karena mereka beragama islam,bahkan individu kelompok atau haroqah manapun wajib menggunakan mengibarkan panji dan bendera islam tersebut,hanya segelintir orang yang patut dipertanyakan islamnya yang tidak mau memakai panji dan bendera rasululloh saw,saya tidak tahu apa anda juga patut dicurigai…????

  4. Rie said,

    afwan, perlu di edit “sangat di sayangkan, banyak yang mengira bahwa bendera dan panji umat islam ini…”…

  5. lukman firmansyah said,

    beli miniatur bendera al-liwa’ dan bendera ar-rayah dimana….??? bls ke nomor hp 081335844062

  6. tapi koq ada buku bendera nabi karangan mahmud abdul latif al uwaidah juga,ada 2 buku y a, yan ngarang tentang bendera nabi???

  7. anu hahaha….aku ingin membawa panji2 hitam di kurosan. doa in yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  8. yherlanti said,

    bendera itulah yang akan menutup semua bendera-bendera negri islam di dunia, yang sekarang terpecah belah…dan kemenangan itu makin dekat…

    • ocha said,

      insya allah secepatnya..asalkan qt umt islam mau bersatu… smoga qt smw tdk terserang virus SEPILIS,TBC,dan WAHAN..AMIN…

  9. abimanyu26 said,

    Kapan islam membumi di dunia ?
    terutama di Indonesia
    membumi sih membumi.
    tapi gak ada gregetnya ……………
    Keep Spirit Bro ………………..

    ^_^

  10. Ade cahya said,

    aku ingin bendera itu dimana bisa peroleh

    Allohuakbar

  11. Ilmu_satu said,

    kapan ya bendera itu dipajang oleh pak sby?
    saya pengen sekali melihad bendera itu dipasang dinegara.

    betul gk ya kata-kataku ini.

    maaf…..

    hee…hee…hee..

  12. baguscokie said,

    Tiada Kemuliaan Tanpa Islam

    Kalo kita ngaku dan bangga dengan Islam , mari kita mulai pasang bendera Islam kita di Rumah, kantor, mobil, motor dll
    jangan takut dibilang teroris hanya karena pasang bendera Islam

    Ayo Berani Tampil Islami….
    Allahu Akbar..!!!

  13. khilafah only said,

    KEREEEEEEN…..

    SAY TO FUCK NASIONALISME, PATRIOTISME PEMIKIRAN YAHUDI…..

  14. syauqi said,

    yang ana masih bingung, tulisan syahadatnya itu dalilnya apa ya kk??

  15. muslim said,

    Untuk saudaraku Syauqi, didalam kitab “al-‘Alamu Nabawiy asy-Syariif wa Tathbiqatihi al-Qadimatu wa al-Ma’ashiratu” juga telah disebutkan di dalam Bab ke VI dengan judul Tulisan yang Tertera di Dalam Bendera Rasulullah saw Bentuk Tulisannya, Penanya, dan Kainnya., memang sepertinya tulisan diatas yang dibuat sama si penulis blog ini belum selesai, jadi di bagian kitab yang sama masih ada penjelasan mengenai hal yang antum pertanyakan. Berikut kutipan lengkap Bab VI:

    Di dalam banyak hadits dituturkan keterangan yang bisa menunjukkan kepada kita tentang liwaa’ (bendera besar) Rasulullah saw. Terdapat sebuah keterangan yang dituturkan oleh Imam Thabrani dan Abu Syaikh dari Abu Hurairah dan Ibnu ‘Abbas, bahwa bendera Rasulullah saw bertuliskan lafadz ‘La ilaha Illa Al-Allah Mohammad Rasul al-Allah’.

    Al-Kitaaniy berkata [dalam Tartib al-Idariyah: I/322.] , ‘Hadits ini juga terdapat dalam musnad Imam Ahmad dan Tirmidzi dari Ibnu ‘Abbas. Riwayat senada juga dituturkan oleh Imam Thabarani dari Buraidah al-Aslami, dan Ibnu ‘Adiy dari Abu Hurairah. Hadits-hadits ini tertera dalam catatan pinggir yang terdapat dalam Kitabnya al-Khaza’iy. [as-Shalihi telah meriwayatkan dari Ibnu ‘Adi dan Abu al-Hasan bin Dlahhak, dari Ibnu Abbas ra. Begitu pula riwayat Ibnu ‘Adi dari Abu Hurairah ra yang tercantum dalam kitab Sabilul Huda wa ar-Rasyad: VII/371; Yusuf bin Jauzi berkata: ‘Diriwayatkan bahwa liwa beliau berwarna putih dan tertulis Laa ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah’.
    Lihat juga Mukhtashar-nya ad-Dimyathi: I/39; ‘uyunul Atsar: II/399; Dikeluarkan juga oleh Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath: I/77, no.219; Abu Syaikh dalam Akhlaq an-Nabi wa Adabuhu: hal.155, no.426.
    Imam Ibnu Hajar berkata dalam kitabnya al-Fath: VII/477, Dari Ibnu ‘Adi dan dari Abu Hurairah… terdapat tambahan tulisan ‘Laa ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah’.; Dikatakannya juga dalam al-Fath: VI/127, Dan Abu Syaikh haditsnya dari Ibnu Abbas dengan sanad yang sama.
    Imam al-‘Aini dalam Umdatul Qari: XII/47, menisbahkannya kepada Ibnu ‘Adi dari haditsnya Ibnu Abbas; al-Khuza’i dalam kitabnya Takhrij Dalalat as-Sam’iyah, hal.336.
    Imam al-Iraqi dalam Tharh at-Tatsrib Syarh at-Taqrib: VII/220, berkata, riwayat yang sempurna dari Ibnu ‘Adi dari haditsnya Abu Hurairah terdapat tambahan yang tertulis pada (liwa) Laa ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah, dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Abi Humaid (dla’if); Imam Suyuthi dalam kitabnya Badaa’iu al-Umur fi Waqaa-i’ ad-Duhur mengatakan: ‘Liwanya Nabi saw berwarna putih, dan tertulis Laa ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah’, (lembar ke-286).
    ]

    Sekarang kita bertanya,’Bagaimana bentuk khath dan tulisannya’?

    Tidak diragukan lagi bahwa bentuk khath yang tertera dalam panji adalah khath yang masyhur di masa Rasulullah saw, yakni khath Makkiy (khath Makkah) dan Madaniy (khath Madinah). Ini didasarkan pada keterangan yang disampaikan oleh an-Nadim.[al-Fahrasat, hal.8]

    Sedangkan tulisannya, kemungkinan ditulis dengan tinta berwarna hitam di atas kain putih yang berasal dari serban, atau baju. Kebanyakan, bendera Rasulullah saw terbuat dari serban, sebagaimana kisah tentang diutusnya Ali bin Abi Thalib ke Yaman. Kain yang terkenal pada masa sahabat adalah –sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Qayyim–, ‘Para sahabat Nabi saw, kebanyakan mereka mengenakan kain dari katun. Kadang-kadang mereka juga memakai kain yang terbuat dari kain wool dan bulu’. Beliau menambahkan, ‘Baju mereka terbuat dari dua bahan ini’. Kadang-kadang, beliau saw mengenakan baju paling sederhana yang terbuat kain wool atau katun. Kadang-kadang beliau saw juga mengenakan baju dari bulu binatang, kain wool dari Yaman, dan mantel berwarna hijau.[Zaadul Ma’ad: I/143.]

    Adapun tinta yang digunakan untuk menulis, adalah tinta hitam.

    Dr. Mahmud ‘Abbas menyatakan, di masa Rasulullah saw arang hitam sering digunakan untuk tinta. Dr. Mahmud ‘Abbas berkata, ‘Nampaknya, orang-orang Arab membuat tinta dari arang hitam atau jelaga, kemudian dicampur dengan getah pohon’.[Tarikh al-Kitabal-Makhthuth, hal.68.]

    Imam Ibnu Qayyim menyatakan, sebagaimana diceritakan oleh as-Sakhawiy, ‘Bendera beliau saw berwarna putih, dan beberapa panjinya berwarna hitam’.[Faidlual-Qadar: V/170.]

  16. syauqi said,

    wah.. jazakallah khairan akh.. ini pertanyaan lama banget.. akhirnya terjawab juga.. alhamdulillah..

  17. ahdi said,

    allahuakbar.semoga aktifis hti dapat memberi contoh keteladanan nabi besar muhammad saw dalam menyiarkan islam secara damai.insya allah kita semua akan di rahmati oleh NYA.amin.

  18. Ansor said,

    ass.
    Kang, maaf saya ngopy file di sini
    ma kasih ya!
    Kunjungi saya di muhammadyusufansori.blogspot.com

  19. Azhari said,

    bedoalah agar panji islam dikibarkan megah kembali

  20. sapto utomo said,

    islam harus punya identitas!!!
    islam harus punya harga diri!!
    ALLAHU AKBAR!!

  21. khilafahstuff said,

    bermacam khat al Liwaa dan ar Rayaa bisa nak tengok di http://khilafahstuff.wordpress.com

  22. Saya kira khat-nya terserah mau seperti apa. Yang jelas tulisannya,
    لا إله إلا الله, محمد رسول الله

    Dan warnanya hitam-putih/putih-hitam, bukan hijau+pedang.. :P

    @ admin
    Mohon di-edit komentar berikut..

  23. MAT_ENGKOL said,

    JANGAN CUMA MIMPI>>LIHATLAH BENDERA2 PAGAN (PARPOL SEKULER) DAN SALIB DENGAN SOMBONGNYA BERKIBAR DAN DITANCAPKAN DI-MANA2…AR-RAYAH HANYA BERKIBAR KETIKA MASIROH ATAU NHANYA SEKEDAR HIASAN DINDING AYOOO KIBARKAN JANGAN CUMA MIMPI

  24. Andrie said,

    maaf yaa , anda2 ini semua lagi memperjuangkan apa yaa …khilafiyah?!?
    khilafiyahnya habaib2 … ? khilafiyahnya Abu Riziq…? Khilafiyahnya … Darut Tauhid ???
    paham anda terlalu kaku …. tidak mencerminkan bendera
    لا إله إلا الله, محمد رسول الله

  25. Durra said,

    mudah2an semangatnya tak hanya pada semangat mengibarkan benderanya saja, namun juga pada medan amal nyata.

  26. Untuk Andrie:

    Hahaha.. anda itu lucu juga ya.. Lumayan untuk mengendorkan kekakuan otot di pundak saya.. Hehe.. Syukron.. Tp ngomong2, Abu Riziq tu siapa ya?

    Untuk Durra:

    Yup! Medan amal nyata untuk mengadopsi bendera itu juga penting lho Kang! kalau gitu selamat mengadopsi bendera Umat Islam ya Kang! Semoga amal tersebut termasuk amal nyata yang diridhoi oleh allah ‘azza wa jalla.. Amiin..

  27. ayoe banged said,

    Hmm.. bendera ini emank milik ummat Islam. So, udah seharusnya ummat merasa ini adalah miliknya… Walopun ada harokah yang memakai lambang ini.
    Salut bwt HTI yang udah memperkenalkan ummat dgn bendera pemersatu umat Islam. Smoga Allah memuliakan dan mempermudah perjuangan kalian dalam membangkitkan kejayaan Islam lagi di bumi Allah, amiiin…
    Allahu Akbar!!!

  28. Amiin.. Allahuakbar..!!!

  29. Mahmud yunus said,

    mau ikut koment ah,,, buat antum yang tingggal di seputar bogor boleh singgah kerumah saya untuk melihat bagaimana Ar Roya berkibar sejak 1 Ramadhan 1429H, af1 saja kalo saya memang gak doyan kibar bendera lain,apalagi nasionalisme dan partai uuh gerah…. saya dah jatuh cinta sama islam jadi susah ke lain hati…..Allahu Akbar

  30. bendera ummat euy.

  31. Kalo ga slah bendera hitam itu nantinya dipakai oleh keturunan NABI MUHAMMAD SAW, Yaitu IMAM MAHDI saat Kiamat nantinya .

  32. Bayu Cavitanz said,

    Hancurlah Kapitalisme Zionisme Liberalisme Amerika..!!! Khilafah akan bangkit kembali.. Allahu Akbar..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  33. We Are SuperPower… Dan Kita Penuh Kasih Sayang… La ila ha ilallah…

  34. salam perjuangan..
    salam mati buat demokrasi dan akar-akarnya…
    salam kebangkitan islam…
    KHILAFAH will return..
    Allahu Akbar !

  35. Allah maha besar

  36. wah. dalil untuk panji umat islam saja bisa sampai panjang begini..!

    Luar biasa.. pikir2 kurang lengkap apa islam? to panjinya pun banyak periwayatnya..

    Mari kibarkan panji-panji kalian… Kemenangan akan segara tiba!!

  37. Islam will dominate the world with Khilafah…

  38. irfan said,

    Bendera nabi tanpa tulisan syahadat bro.. Yg berpendapat ada syahadatnya lemah bro.. Lihat lah.. Yg masyhur itu hadits2 tadi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: