02.07.08
Partai Keadilan Sejahtera, Riwayatmu Kini..
“PKS meyakini reformasi dan transformasi bangsa ini hanya dapat dilakukan oleh suatu critical mass (di dalam maupun di luar PKS) yang memiliki kesalehan moral, kesalehan sosial, dan kesalehan profesional, serta memiliki daya rekat bangsa. Mereka ini akan tampil menjadi sosok nasionalis substantif, bukan nasionalis pragmatis.“
(Mohamad Sohibul Iman, “Mengokohkan Jati Diri dan Citra PKS“)
Mimpi buruk kekalahan PKS dalam pertarungan Pilkada di DKI Jakarta agaknya terejawantahkan dalam “baju baru” yang dipakai oleh PKS saat ini. “Baju baru” ini didominasi oleh warna keterbukaan dan dihiasi oleh semangat Nasionalisme. “Baju baru” ini belum lama dibuat, tepatnya setelah mukernas di Bali 1-3 Februari kemarin. Belum jelas, apakah seluruh anggota atau kader PKS akan dengan senang hati memakai baju ini? Yang jelas, PKS kali ini tidak main-main dengan baju barunya, buktinya, PKS langsung melamar tokoh Hindu Bali, untuk menjadi calon anggota legislatif PKS pada pemilu 2009.
Hal lain yang juga cukup dramatis dari sikap PKS kali ini adalah terbukanya pintu bagi kalangan non-muslim untuk menjadi anggota partai. Ini jelas membuat banyak kalangan bertanya-tanya, apakah benar PKS tidak lagi menyebut dirinya sebagai partai Islam? Anggapan ini buru-buru dibantah oleh Wakil Sekjen PKS Fachri Hamzah[1] yang menegaskan bahwa PKS tetap sebagai partai dakwah, namun PKS sedikit merubah cara pandang terhadap dirinya dan juga bangsa yang plural ini, sehingga PKS memutuskan untuk menjadi partai terbuka.
Terlepas dari itu semua, layak dipertanyakan, apakah PKS memiliki landasan normatif yang kokoh dari sudut pandang Islam ketika mendeklarasikan diri sebagai partai Islam yang terbuka bagi kalangan non-muslim? Agaknya sulit mendapatkan jawabannya, karena setidaknya kegamangan PKS ini muncul dari pengalaman buruk ketika dijadikan musuh bersama oleh partai-partai lain dalam Pilkada di berbagai daerah sehingga menimbulkan kekhawatiran jika hal itu terjadi lagi di pemilu 2009. Jadi, motif sesungguhnya adalah kekhawatiran akan gagalnya target PKS untuk menjadi partai besar di pemilu 2009 nanti. Sehingga intinya, sikap keterbukaan PKS ini lebih dilandasi kebutuhannya akan suara yang besar dalam pemilu 2009 nanti daripada semangat untuk melaksakan kewajibannya sebagai partai dakwah, yaitu terikat kepada Islam dan menjalankan hukum-hukumnya.
Jelas sekali bahwa keberadaan sebuah partai dalam pandangan Islam adalah untuk mengajak kepada Islam dan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (TQS. Ali Imran [3]: 104)
Kata minkum diatas adalah jama’ah diantara kaum muslimin. Minkum (di antara kamu) pada ayat di atas juga mencegah sebuah kelompok atau partai mempunyai anggota dari dari kalangan non Islam, dan membatasi keanggotaannya pada orang-orang muslim saja.
Tidak mungkin ada orang non-Muslim menyeru kepada Islam sedangkan dirinya belum ber-Islam. Tidak mungkin pula sebuah partai Islam mengizinkan hal yang demikian jika memang partai itu adalah partai Islam yang sesungguhnya, sehingga apa mungkin bisa disebut partai dakwah jika ternyata ada anggota-anggotanya yang tidak berhak untuk berdakwah (baca: kafir)? Lantas dakwah seperti apa yang diinginkan oleh PKS? Dakwah yang menyeru kepada Pluralisme? Lantas apa bedanya dengan orang-orang liberal dan partai nasionalis sekuler yang lain? Na’udzubiLlah tsumma Na’udzubiLlah..
“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.” (TQS at-Tawbah [9]: 23)
Renungan
“Wahai seluruh ummat manusia, katakanlah “Laa ilaaha illaLlah” niscaya kalian menang“[2]
RasuluLlah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita untuk menyeru seluruh ummat manusia kepada Islam, maka niscaya kita akan menang. Ini merupakan sindiran kepada kita bahwa kemenangan itu bukan karena banyaknya suara dalam pemilu atau menang dalam pemilu, tetapi kemenangan yang sejati adalah menghapuskan kekafiran dan menegakkan Syariat Islam dalam setiap kehidupan.
Andai saja strategi ke-terbuka-an ini nantinya benar-benar membuat PKS menang dalam pemilu 2009 dan menjadi partainya penguasa, lantas kemenangan seperti apakah yang akan didapat? Apa yang bisa diperbuat dari kemenangan tragis itu? apakah PKS akan me-“Laa ilaaha illaLlah”-kan negara ini? Apakah PKS benar-benar akan menegakkan Syariat Islam sesuai dengan predikatnya sebagai partai dakwah? Lantas jika benar, bagaimana dengan non-muslim yang ada di PKS? Setujukah ia? Bukankah orang-orang non-Islam itu bergabung dengan PKS karena sikap terbuka PKS, karena semangat nasionalisme PKS? Tak dapat dipungkiri, justru dengan sikap PKS yang terbuka ini membuat tidak jelas banyak hal.
Tetapi ada satu hal yang semakin terang benderang dari sikap PKS ini, yang membuat pendapat sementara kalangan lebih meyakinkan untuk dibenarkan, yakni bahwa PKS memang tidak sungguh-sungguh memperjuangkan Syariat Islam dan Khilafah. Ada benarnya juga pendapat Jefrie Geofannie, PKS saat ini justru tidak ada bedanya dengan partai-partai nasionalis-sekuler lainnya.
Akhir kata, tidak pernah lepas hati ini berharap agar PKS kembali kepada khittah dakwah yang benar, yang lurus, yang lugas, yang hanya memberikan loyalitasnya kepada Allah dan Rasul-Nya saja bukan kepada suara-suara ummat yang belum tersadarkan oleh pentingnya Syariat Islam. Ada harap yang selalu tercurah agar PKS kembali duduk berdampingan dengan gerakan/partai Islam lainnya yang tetap istiqomah berjuang mati-matian untuk tegaknya Syariah dan Khilafah. Ini memang hanya suara dari orang kecil yang bukan siapa-siapa, mungkinkah didengar suara ini? Kemungkinan besar tidak, ah, yang penting sudah tersampaikan kasih sayang ini…
[tulisan ini hanya tumpahan hati saya yang dho'if ini... mohon dinasehati dan dikritisi, syukron wa jazakaLlah khoir..]
[1] Dalam acara Today’s Dialogue, di Metro TV, tanggal 5 Februari 2008.
[2] Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/371). Sanad Hadits Ini Shahih.


Kader Sejati berkata,
Februari 7, 2008 pada 5:24 pm
Ana tidak kaget dg tulisan2 spt ini, karena memang sudah menjadi kebiasaan bagi orang2 yg se-HAROKAH dg mas Hanif al-Falimbani, suka meng-asumsikan sesuatu berdasarkan hasil pemikirannya (LOGIKA / DZAN) sendiri, padahal hal2 yg tdk Qoth’i seperti yg diceritakan diatas senantiasa dilakukan oleh ummat Islam dengan penuh pertimbangan (melalui mekanisme SYURO sbgmn d contohkan o/ Rosulullah dan para Shahabat).
Maka saran saya adalah BERTANYALAH ya akhi kalau ada sesuatu yg tidak antum PAHAMI, bukankah BERTANYA adalah perintah Allah SWT dalam Al-Quran:
“Fasaluuu Ahladz Dzikri in kuntum Laa ta’lamuun”.
Dan tahanlah SYAHWATUL KALAM antum dengan banyak2 beristighfar.
Bukankah kita ini sama2 ingin mencapai kembali kejayaan Islam dengan curahan Ridho dari ALlah SWT ?
Semoga bisa menyadarkan Antum. Wassalam.
Hanif al-Falimbani berkata,
Februari 7, 2008 pada 5:54 pm
wa’alaykumussalaam..
AlhamduliLlah.. saya menulis artikel diatas itu kan isinya hampir semua pertanyaan, masnya mungkin belum baca seluruhnya ya.. sumonggo dibaca dulu sampe rampung..
Jadi klo bisa, mas Kader Sejati yang menjawab pertanyaan-pertanayaan saya itu ya..
Ini bukan kritik atau nasehat, tapi seperti yang saya katakan di akhir artikel saya, ini adalah wujud dari kasih sayang saya, wah sepertinya antum juga tidak bertanya kenapa saya sampai hati membuat artikel ini.. Afwan..
Benar, kita sama-sama ingin mencapai kejayaan Islam.. Islam yang murni karena Allah dan RasulNya saja..
AlhamduliLlah komentar antum sudah mengingatkan saya.. AstaghfiruLlahal ‘adhiim..
JazakaLlah Khoiir..
Tigger berkata,
Februari 7, 2008 pada 10:11 pm
bismillahirrahmaanirrahiim..
nice writing, akh. saya juga sempat mempertanyakan hal yang sama. dan setelah beberapa waktu mencari, saya berhasil menemukan jawabnya.
antum menyatakan : ‘Tidak mungkin ada orang non-Muslim menyeru kepada Islam sedangkan dirinya belum ber-Islam’.
antum tentu masih ingat dengan Abu Thalib, paman Rasulullah SAW, yang hingga akhir hayatnya belum menyatakan diri sebagai seorang muslim. Meskipun demikian, siapakah yang meragukan kontribusinya dalam membela perjuangan dakwah Rasulullah? Dan apakah Rasulullah menolak bantuan yang diberikan oleh pamannya yang (maaf) kafir itu?
dalam hal ini, PKS hanya meniru jejak langkah dakwah Rasulullah. bukankah beliau panutan bagi seluruh umat muslim? bukankah cara-cara dakwah Rasulullah-lah yang paling sempurna dan ahsan?
eniwei gung, sebagai temenmu sejak tk, Tigger gak pernah nyangka klo kita akhirnya bisa berdiskusi masalah beginian.. hehe..
semangat terus akh.. perjuangan menegakkan Islam akan terus berlanjut!
panjiislam berkata,
Februari 7, 2008 pada 10:34 pm
salam kenal jg mas..
mengenai kasus pks diatas, sy br saja liat situs pks,
biar sy copy-in :
BAYAN (PENJELASAN) PKS
Seputar Isu Partai Terbuka dan Caleg Non Muslim
Assalamu’alaikum wr wb,
Bismillahirrahmanirrahim.
Menanggapi isu di media massa dan di masyarakat sehubungan Mukernas PKS di Bali, maka PKS perlu memberikan BAYAN (PENJELASAN) sebagai berikut :
1. Mengenai Slogan PKS.
Slogan Resmi PKS sesuai keputusan Musyawarah Majelis Syuro PKS ke VII di Jakarta, dan dikuatkan kembali dalam Musyawarah Majelis Syuro PKS IX di Bali adalah: Bersih, Peduli dan Profesional.
Bersih menegaskan aspek moral/kesalehan pribadi.
Peduli merupakan aspek sosial, kesalehan sosial.
Profesional adalah kesalehan profesi, memiliki kompetensi, pemikiran keterbukaan sehingga bermanfaat bagi posisi jabatan yang diamanahkan.
2. Mengenai istilah “Terbuka”.
Istilah “Terbuka” TIDAK PERNAH menjadi keputusan partai, baik oleh sidang-sidang Majelis Syuro, Dewan Pimpinan Tinggi Partai (DPTP) maupun dalam Khitob Qiyadi (arahan pimpinan).
PKS tetap sebagai partai dakwah yang berazaskan Islam, memiliki moral Islam, dan syariat Islam wajib dengan konsisten dijalankan oleh setiap pemeluk agama Islam, terutama kader-kader PKS. Sebagaimana kami juga menginginkan setiap pemeluk agama lain juga taat menjalankan agama masing-masing, sebagai kontrol moral yang kuat terhadap pribadi seseorang. PKS berdakwah dengan mengemukakan sikap rahmatan lil’alamien.
Adapun istilah terbuka sebagai usulan, wacana dan beberapa wawasan yang disampaikan oleh para kader yang berasal dari daerah minoritas muslim, akan dikaji dan didalami.
3. Sehubungan dengan hal tersebut, maka seluruh jajaran struktur, pengurus dan kader supaya tidak lagi mewacanakan isu ”partai terbuka” untuk menghindari madharat yang lebih besar daripada kemaslahatan yang diharapkan.
4. Mengenai Caleg dan Pengurus Non Muslim
Setiap warga negara dapat menjadi Caleg (calon legislatif) atau Pengurus PKS dengan memenuhi persyaratan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh ketentuan dan aturan resmi PKS.
PKS sebagai partai Dakwah, sangat menghormati keberagaman, berbagai macam ras, suku dan agama, mengajak seluruh pihak dan komponen bangsa-untuk bersama-sama bersinergi untuk Pembangunan Bangsa ini.
Demikianlah Penjelasan ini kami sampaikan, semoga dapat memberi pencerahan kepada seluruh kader dan simpatisan PKS. Atas perhatiannya diucapkan terimakasih.
Billahittaufik wal hidayah.
Wassalamu’alaikum wr wb
Jakarta, 06 Februari 2008 M / 28 Muharram 1429 H
Tertanda
KH. DR. Surahman Hidayat
Ketua Dewan Syariah Pusat
Ir.H. Tifatul Sembiring
Presiden Partai
Drs. Suharna Surapranata
Ketua Majelis Pertimbangan Partai
**
sy pikir klo-pun org dr agma lain yg jg caleg dan ddukung pks, pasti org trsebut tlh sepakt dg kbijkan2 dr pks sndiri, spt kt mba’ tigger di ats..
bukankah kita bkn orng yg berpikirn smpit dan mndeskridtkn harokah trtntu, tp coba lihat dlu mslh dr smw sisi..
wallahu’alam
titok priastomo berkata,
Februari 8, 2008 pada 8:04 am
Untuk Mbak Tiger
Pertama, wah namanya serem banget.
KEdua: Abu Tholib pada fase pertama dakwah memang memberi perlindungan kepada rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam. kalo kita membaca kitabnya Dr. Muhammad Khoir Haikal, maka mencari perlindungan kepada orang kafir itu boleh dalam rangka memelihara keselamatan diri. Akan tetapi Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menjadikan orang kafir sebagai legeslator di dalam negara Madinah, seperti yang hendak dilakukan oleh PKS. Bahkan, beliau tidak pernah mengangkat seorang pun menjadi legeslator, sebab, legislator dalam negara madinah hanyalah Allah, melalui hukum-hukum yang Dia turunkan kepada Nabi. Jadi, kita lihat, dalil yang anti gunakan samasekali tidak relevan.
Tapi, yang patut dipertanyakan sebenarnya adalah : Adakah PKS merupakan partai yang ingin memperjuangkan syariat islam secara formal dalam tubuh negara atau tidak? Dengan apa yang kita lihat setiap hari, terpaksa saya katakan bahwa PKS bukanlah partai yang mengusung penerapan islam. Sebaliknya, ia hanyalah partai yang anggotanya orang-orang islam.
Kepada para Kader Sejati Pks kalo boleh saya ingin tanya:
1. Apa pandangan PKS tentang KHILAFAH, apakah PKS punya pendapat resmi? Dimana bisa kami dapat penjelasan konsep khilafah secara detail yang dikeluarkan oleh PKS?
2. apakah PKS menyiapkan pendirian KHilafah atau tidak?
3. jika ya, sejauh mana persiapannya?
Nice Muslimah berkata,
Februari 8, 2008 pada 3:47 pm
Saya sepakat dengan commentnya Panji Islam.
Hanif al-Falimbani berkata,
Februari 8, 2008 pada 6:08 pm
::Tigger::
Iya, saya tahu, saya sangat memahami, dan saya yakin tidak semua simpatisan maupun kader PKS mau memakai “baju baru” itu.. walau saya bukan kader PKS, setidaknya saya ingin menjadi penyambung lidah teman-teman.. kan kalau saya yang teriak-teriak gak akan ada tindakan apa-apa dari struktural PKS, karena saya bukan anggota PKS.. paling-paling saya cuman diteriaki mau menghantam gerakan lain, padahal saat ini, saya juga belum menjadi anggota gerakan yang dimkasud. Oya, sebenarnya saya juga mau menghapus tulisan ini kalau nanti ternyata komentar2nya ndak produktif dan hanya debat kusir saja membela harokahnya masing-masing.. dan alhmaduliLlah sampai saat ini tidak dan semoga seterusnya juga tidak, amiin..
Tentang pendapat bahwa Paman RasuluLlah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Thalib yang membantu perjuangan dakwah Rasul, menurut saya itu benar di satu sisi, tetapi di sisi lain sebaiknya kita perlu lebih mencermatinya. Begini, yang namanya partai politik dalam pandangan Islam itukan berdiri karena seruan dari QS ali-Imran 104, sehingga semestinya visi dan misinya juga tidak terlepas dari maksud dibentuknya suatu partai, yaitu untuk dakwah dan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, nah klo masalah bantu-membantu itu it’s OK, tapi ketika orang kafir menjadi anggota atau bahkan calon legislatif (pengesah hukum) dari sebuah partai politik dakwah itu tentu beda lagi, karena partai politik dalam Islam itu yaaa itu tadi, untuk berdakwah, sehingga orang-orang yang ada didalamnyapun memang mempunyai visi dan misi untuk berdakwah dan juga amar ma’ruf nahi mungkar, siapkah yang berhak berdakwah dan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar? Tentu saja setiap muslim berhak, tetapi bagaimana dengan orang kafir, itu namanya didakwahi, untuk jadi Muslim. Maka sepatutunya menurut saya (sekaligus menjawab komentar Mas panjiislam dan Nice Muslimah), Okelah.. orang kafir boleh membantu kaum Muslimin dalam berdakwah ilal Islam kalau mereka memang berniat ingin membantu perjuangan umat Islam, tentunya untuk menegakkan Syariat Islam dan Khilafah.. Namun untuk menjadi anggota dari partai dakwah yang secara otomatis juga akan ikut berdakwah tentu ini akan sangat kontradiktif dengan kayakinanya bahwa Islam itu belum agama yang 100% benar bagi dirinya, lantas apakah mungkin dia mau mengajak orang kepada jalan yang dia sendiri belum yakin akan kebenaran jalan Islam? Disamping itu juga seruan Islam terhadap mereka (orang2 kafir), yakni kaum Muslimin wajib untuk menyeru mereka (orang-orang kafir) untuk memeluk Islam terlebih dahulu sebelum mereka berdakwah bersama kaum Muslimin..
Eniwei juga Mi, sebagai temanmu dari TK, saya juga nggak nyangka kalau saya bakal jadi kayak gini, tapi saya dari dulu tau kalau anti mesti jadi orang yang kayak sekarang ini.. yaahh.. hanya syukur dan do’a yang bisa terucap dari saya, AlhamduliLlah dan semoga saya dan kita semua tetap Istiqomah di jalan perjuangan yang penuh onak dan bara ini. Amiin..
::Kang Mas Titok::
JazakaLlah Khoiran Mas Atas jawabannya, dan semoga Mas Kader Sejati atau kader-kader PKS yang lain bersedia menjawabnya, sehingga jalan yang PKS lalui menjadi terang dan jelas bagi siapa saja yang melihatnya..
aban tetep ga suka vanilla berkata,
Februari 9, 2008 pada 8:40 am
Wah..rame ya Gung comment-na..
semoga ke depannya nanti topik ini ga jadi bahan debat kusir ato tempat untuk menjadikan pembenaran tentang pemikiran2 dari harokah2 lain..
tapi menjadi tempat untuk mencari kebenaran yang sebenarnya…
(wealah ngomong apa toh saya ini??pasti bawaan ngantuk^_^)
maxbreaker berkata,
Februari 10, 2008 pada 11:15 am
wah kok gitu ya?
kalo mau negakkan syariat di Negara ini berat mas…
Kalu aja dasar ideologi kita piagam Jakarta, bukan pancasila…
Hanif (hanichi.wordpress.com) berkata,
Februari 10, 2008 pada 2:00 pm
::aban tetep ga suka vanilla::
Yup.. semoga..
::maxbreaker::
iya, saya juga bingung..
Berat belum tentu tidak mungkin kan.. dan kalau berat tapi gak pernah memperjuangkannya malah tambah berat lagi, ya kan Dhiel..
Seberat apapun itu, penegakkan syariat Islam dalam bingkai Khilafah adalah kewajiban kaum Muslimin, jika kita tidka berjuang mengakkan Syariah dalam bingkai Khilafah, maka kita akan berdosa.. dan daulah Islamiyyah nantinya akan berdasar kepada Aqidah ISlamiyyah, bukan lagi kepada piagam jakarta.. gitu..
panjiislam berkata,
Februari 11, 2008 pada 10:35 pm
Khilafah..
klo mnurut sy, sptnya smua harokah islamiyah, yg sehat pasti menuju ke sana..cuma yg menjadikan terkotak2 dlm harokah adalah perbedaan caranya.
Sy ga tahu, PKS udh nyiapin apa bwt itu (wong sy bukan kader sejati)..tapi sy yakin klo harokah apapun yg akan mencapai kekhilafahan terlebih dahulu, pasti akan didukung.
Jadi sebenernya, ga usah mengangkat hal yang tdk perlu spt ini..memecah belah ummat sendiri, sementara musuh2 islam menginginkan hal tersebut. Bukan saatnya saling menjatuhkan, untuk mengangkat diri sendiri..tapi saling menyokong agar tujuan bersama tercapai.
wallahu’alam
titok berkata,
Februari 12, 2008 pada 8:12 am
Untuk Panji ISlam
Benarkah PKS nyiapkan khilafah?
Setahu saya pendapat mereka tentang khilafah berbeda-beda, tuh? YAng jelas, mereka juga tidak pernah menjelaskan kepada kita tentang negara seperti apa yang menjadi akhir dari perjuangan politik PKS jika nantinya mereka berhasil. Dalam hal ini Karl Marx lebih jelas dari PKS. HAnya saja, KarlMarx itu thogut yang bathil, sedang PKS adalah partai yang kadernya masih pada sholih dan sholihah. hehehe!
Menurut saya, antum harus mensikapi ini sebagai wacana ilmiyah yang biasa. Umat sudah semakin cerdas, dan mereka ingin mengikuti sesuatu pilihan politik yang landasan ilmunya kuat, bukan sekedar berdasar maslahat dan kepentingan politik praktis sesaat saja.
Saya juga menganggap biasa kalo ada orang yang mendiskusikan soal HT selama sikapnya masih ilmiyah, sepeti soal hadits ahad atau thoriqoh dakwah. Jika antum yang menjadi kader PKS merasa PKS udah benar, ya antum bisa mejnelaskan kepada kita yang belum tahu. Tentu saja dengan dalil-dalilnya, hingga antum yakin bisa menegakkan hujjahnya. Soalnya kami ini tidak habis pikir dengan manufer politik PKS dan fikrah-fikrah PKS yang kadang berbau pengkaburan dan taqiyah itu.
arkiyan berkata,
Februari 12, 2008 pada 5:14 pm
berdakwah itu perlu cara2 yg elegan, penyampaian yg tepat sasaran sesuai dng kapasitas siapa yg kita ajak bicara. lihat kondisi lingkungan kita.tidak asal ceplas ceplos yg penting menyampaikan islam.memang benar islam adl agama yg mulia,namun kemuliaan islam itu hrs tersampaikan kpd masyarakat dengan nyaman, tidak justru kita menyampaikan islam eeee, malah masyarakat takut.mungkin orang2 PKS itu dakwah nya juga melihat kondisi masyaraka\t kita. saya yakin org2 pks juga sdh mempunyai konsep khilafah, namun mungkinkita sj yg belum tahu gmn konsepnya, bisa jadi mereka (PKS) belum memasuki tahap yg tepat untuk membahas khilafah sampai ke masyarakat luas, mungkin mrk baru menyiapkn masyarakat supaya tdk kaget ktika suatu saat islam memim[pin dunia. jadi kita semua jangan asal ceplas ceplos pada harakah yg lain, klo kita blm tahu tahapan2 dakwah mrk, ga usah su’udzon, tabayun kan lebih indah.dan lebih baik klo kita beda haraokah itu ya bekerja dngoptimal memahamkan umat isalm yg msh blm paham, waktu kita nanti habis hanya buat mengkritisi harakah yg lain.padahal msh banyak yg lebih penting yg hrs mendapat perhatian kita. salah satunya umat kita.
Zain rahman El-Palembangi berkata,
Februari 12, 2008 pada 8:35 pm
Sebenarnya perjuangan dakwah teman-teman dan sahabat kita di parlemen cukup bagus. Namun,…. kita tak pernah menyadari dan belajar dari pengalaman mereka yang telah berjaya di parlemen pada faktanya mereka tak mampu berbaut banyak. N’ saat abu thalib paannya rasul beliau hanya mendukung perjuangan rasul namun pada faktanya beliau menolak ketauhidan. Dan saat sang paman wafat pun rasul berdoa kepada Allah dan Allah menjawab bahwa sesungguhnya itu urusan-Ku.
Hanif al-Falimbani berkata,
Februari 12, 2008 pada 9:42 pm
::panjiislam::
Saya pikir justru kita perlu untuk saling mengingatkan.. Agama ini kan nasehat, jika ada saudara kita yang tidak kita setujui/salah sikapnya kita punya hak untuk menasehatinya tentunya dengan standar Syariat Islam. Apalagi sikap-sikap PKS itu ternyata dipublikasikan secara umum, jika tidak ada yang mengkritisinya dan di dalam masyarakat terbentuk opini bahwa ternyata apa yang dilakukan PKS itu benar, maka saya pikir ini merupakan tanggung jawab kita semua..
Saya kira juga saat ini kita tidak perlu saling berburuk sangka satu sama lain, yang penting kita diskusikan masalah ini secara gentleman, tidak dengan saling menuduh untuk menjatuhkan atau memecah belah.. kritisi pendapat saya yang antum tidak suka.. maka Insya Allah akan saya tanggapi secara baik-baik, jika memang pendapat saya lebih kuat, silahkan ikuti pendapatnya, bukan saya-nya, saya memang tidak perlu anda ikuti, tapi saya hanya ingin pendapat-pendapat yang rancu itu ada yang berteriak bahwa itu tidak benar.. jangan sampai ummat tersesat oleh sikap yang salah..
waLlahu a’lam..
::arkiyan::
Saya pikir juga jika cara yang kita anggap elegan itu ternyata menyalahi/tidak didasarkan pada al-Qur’an dan Sunnah maka sangat dianjurkan untuk ditinggalkan.. Misal untuk mendakwahi orang-orang di club-club malam, lantas dengan cara yang kita anggap elegan kita juga harus berpakaian seperti mereka,maka itu merupakan sebuah pelanggaran terhadap hukum syara’. Jika Ummat takut itu bukan berarti apa yang kita sampaikan itu salah atau belum waktunya, tetapi mungkin apa yang kita sampaiakan itu belum menyeluruh.. seringkali saya berdiskusi dengan teman tentang Khilafah dengan penjelasan yang menyeluruh, banyak teman-teman saya yang justru setuju.. masalahnya itu saat ini hampir tidak ada gerakan Islam yang punya penjelasan secara menyeluruh tetang Khilafah, alih-alih menjelaskan secara lugas dan panjang lebar, menyebut kata Khilafah saja takutnya setengah mati, takut kalah di Pemilu-lah, takut ditinggalkan konstituennya-lah.. padahal tanpa Khilafah setiap kita terkena ancaman mati dalam keadaan berdosa besar karena tidka memiliki Khalifah..
Jadi saya pikir Khilafah adalah solusi Real dan konkrit masalah Indonesia, dan juga masalah ummat Islam di seluruh dunia. Dan inilah masalah terpenting yang harus kita teriakkan terus menerus.. jangan bersembunyi dibalik tahap dakwah.. Kapan Khilafah akan berdiri jika tidak pernah disuarakan.. Dan kapan Khilafah akan berdiri jika kita malah takut menyuarakannya…
nita berkata,
Februari 13, 2008 pada 2:17 pm
kesimpulan yang bisa saya ambil : tujuan menentukan aktivitas.
pasti akan sangat jauh berbeda, apa yang disiapkan orang yang mau pergi ke kantor dengan yang mau pergi ke sawah. begitu juga dengan harokah, apa yang dipersiapkan sangat tergantung dengan tujuannya. pasti berbeda antara harokah yang ingin menjadikan kedaultan ditangan Alloh(Qur’an dan Sunnah) dengan yang masih menggap bahwa kedaulatan ditangan manusia.
enthung berkata,
Februari 14, 2008 pada 4:46 am
bagaimana kita bs menyentuh endakwahi mereka klo kita sj tidak mau berkenalan, berinteraksi dng mereka. padahal semua umat mausia adalah obyek dakwah kita. bukanberarti ktika kita dakwahi org2 klubmalam, kemudiankita juga hrs spt mereka pakainnya dll.ya jelas tidak. apa kita tidak punya imunitas, shg begitu mudah terseret e arus negatif. masalah abu thalib itu sy kira hidayah dari ALlah itu ya sesuai dengan yg Ia kehendaki, klo pun ita sdh berdakwah seoptimal mungi,masalah hasil ya kita serahkan pada Rabb kita. selagi kita masih mampu bergerak memberi sentuhanpd umat manusia siapa sj mereka tanpa membedakan obyek dakwah kita dari kalangan mana. kita sekali kali turunke lapang bagaimana kondisi masyarakat kita yg sebenarnya. begitu awam tentang islam, begitu kompleks, begitu plural. dan klo kita tidak prnh bersentuhandng mereka bagimana mereka akanmengenal islam, kalao hanya melalu propaganda sj tidak lah cukup, dakwah saya kira butuh keteladanan yg nyata dari seorang prajuritnya.
dakwah kan juga hrs melihat realitas masa lalu dan realitas hari ini,pandangank e depan. setiap masa ada cara2nya sendiri, dan cara2 itu juga tepat digunakan pada masa2 tertentu sj. selama cara itu tdk bertentangan dng dien ini.
saya juga sepakat khilafah adl solusi real, namunmasalahnya bagaimana kita mengahadpi masyarakat kita yg blm siap dng khilafah, br dengar sj sdh takut. bukan kah org2 seacam ini perlu strategi sendiri utk bs memahami ttg khilafah?dan apa semua org langsung kita anggap sama?tentu sj tidak. cara2 apapunbs digunakan asal tidak keluar dr Allh dan rasulnya. masalah di parlemen ya jelas itu hanya sarana sj, bukan tujuan dakwah mereka. klo pun dakwah di parlemen tidak boleh krn bagiandemokrasi.berati pendidikan yg kita nikmati hr ini,atau pegawai negeri sipil yg kita nikmati hr ini juga bagian dr demokrasi hasil demokrasi, beasiswa di kampus2 kita banyak yg hasil deokrasi.atau kemuadiankita akan keluar jd pns, keluar kuliah dll. kan tidak?
Hanif al-Falimbani berkata,
Februari 15, 2008 pada 10:50 pm
::nita::
Sepertinya fakta yang terindera mengatakan seperti itu. BTW, analogi yang lumayan bagus..
::enthung::
Benar sekali, masyarakat saat ini memang belum siap untuk menerima Khilafah, tetapi apakah masyarakat saat ini belum siap mendengarkan seruan khilafah? Saya kira itu hanya ketakuatan kita saja, sebenarnya masyarakat bukannya takut, hanya saja belum sepenuhnya yakin akan kewajiban khilafah, dan banyak hal lain yang memang perlu dijelaskan mengenai khilafah ini kepada masyarakat.. lantas pertanyaannya, kalau bukan anda sebagai aktivis dakwah, siapa lagi yang diharapkan oleh masyarakat untuk menjelaskan masalah khilafah ini? Saya yakin semakin banyak orang yang menyerukan Khilafah maka masyarakat akan semakin percaya, masyarakat akan semakin terbuka kesadarannya. Namun sayangnya kita seringkali sudah patah semangat duluan ketika ingin bicara khilafah, takut nanti masyarakat menolak, takut nanti masyarakat akan menjauhi kita, akhirnya kita hanya bersembunyi di balik akhlaqul kariimah.. padahal apa yang dilakukan sahabat Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu ketika memerangi orang-orang yang tidak membayar zakat sungguh mencerminkan akhlaq yang mulia, karena apa? karena orang2 itu menolak syariat. Lantas, apakah kita akan diam saja ketika saat ini hukum2 Islam tidak diterapkan? Mana akhlaqul karimah kita? akhlaq dimana kita akan merasa marah ketika hukum Allah dilecehkan.. mana teriakan kita ketika hukum-hukum kufur disahkan? apakah dengan diam dan tersenyum ketika hukum kufur disahkan di DPR sana itu kita bisa disebut telah menerapkan akhlaq karimah? Na’udzubiLlah tsumma na’udzubillah..
enthung berkata,
Februari 16, 2008 pada 3:50 pm
subhanalloh semoga kita semua mampu menyebarkan islam dengan segala keagungan yg ia miliki, dengan seoptimal mungkin, dengan cara-cara yg indah dan tidak saling merusak ukhuwah.silakankita menebarkan indahnya islam dng cara2 kita, yg penting “harakah bolh beda, ukhuwah tetap dijaga”. ya skrg kita lah yg hrs menyebarkanislam, ke setia jengkal tanah di bumi ini.”jangan biarkan sejengkal tanahpun di muka bumi ini yg tdk tersentuh oleh keindahan dakwah kita, dan jangan biarkan satu org pun di bumi ini yg tidak tersentuh oleh dakwah kita”.jadi tunggu apa lagi hidupkan syariat islam mulai dari kepribadian kita. kita adalah cahaya yang akan menerangi umat ini, kita adalah lisan2 yang akan menggemakan kembali seruan Rasulullah di jaman sekarang.semoga ALlahselalu menyertai dakwah2 kita. amin, selamat berjuang dan selamat beraktivitas kembali dalam membina umat dan songsong peradaban islam>
arditya Prayogi berkata,
Februari 16, 2008 pada 8:38 pm
asslm……………..
diskusi yang menarik….
intinya mah,,,,,tabayun itu kudu dan mesti, serta kontrol sosial terhadap media itu juga perlu….
makanya perlu ada juga pernyataan sikap dari suatu pihak yang bener2 JELAS…jangan sampai membuat ummat bingung…..coba hal ini ditanya pada petinggi2 PKS????
Hanif al-Falimbani berkata,
Februari 17, 2008 pada 8:31 am
::enthung::
Amiin.. amiin yaa mujibassaailiin.. Benar sekali apa yang antum katakan.. JazakaLlahu khoiron katsiro atas nasehat dan masukkannya, saya sangat senang sekali mendapat nasehat dari antum.. AlhamduliLlahirrobil ‘aalaamiin.. BarokaLlahu fiik..
Selamat berjuang juga buat antum dan selamat beraktivitas kembali dalam membina umat dalam menyongsong peradaban islam, peradaban dalam naungan rahmat Allah, peradaban dalam petunjuk Sang Maha Adil, Peradaban dalam naungan Khilafah Rasyidah.. Allahu akbar..!!
:: arditya Prayogi ::
wa’alaykumussalaam..
inggih.. tabayyun itu memang sangat dibutuhkan, tapi sayangnya yang di-tabayyuni kadang-kadang juga perlu tabayyun ke yang diatasnya, dan ini butuh waktu yang lama, jadi kadang-kadang yang diatas perlu langsung “ditembak” biar cepet bereaksi.. hehe..
Antum juga bener, kita memang perlu pernyataan yang JELAS.. dan sayangnya pernyataan-pernyataan yang “NGGAK JELAS” itu malah berasal dari petinggi2 PKS.. Tetapi Saya, dan juga kita semua terus berharap pernyataan2 yang “NGGAK JELAS” itu segera di-nasakh dengan pernyataan yang JELAS-JELAS mendukung penerapan Islam secara Kaaffah dalam naungan Khilafah dan MELARANG keanggotaan kaum kaafiruun dalam sebuah partai Islam, kecuali dia telah beriman kepada Allah dan RAsul-NYA. barokaLlahu fiik..
dondo berkata,
Februari 21, 2008 pada 10:23 pm
klo menulis itu yang sopan, atur kata2, setiap kata ada tempatnya dan setiap tempat membutuhkankata2 yg tepat. tulisanantumsemua yg membaca banyak orang denganpemaHAMAN isalm yag beragam pula. so,silakankita semua evaluasi diri terhadapsikap, lisandan hati kita,masihadakah kesombongan dihati kita dlm dakwah ini,masihadakah sifat merasa paling baik dan benar dlmdiri?selamat muhasabah.
hanif al-falimbani berkata,
Februari 24, 2008 pada 8:12 am
::dondo
Iya, terima kasih atas nasehatnya, saya memang bukan ahli bahasa. Saya yang orang biasa ini sebenarnya agak tersinggung dengan padanan kata-kata komentar anda diatas.. tapi tak apalah, mungkin anda sebagai ahli bahasa mencoba mencontohkan padanan kata-kata yang lebih tepat penempatannya dalam mengomentari tulisan orang lain..
maaf, tapi kalau saya boleh jujur, apakah antum pernah memuhasabahi dengan kata-kata seperti itu kepada orang-orang yang mengatakan Negara Islam itu tidak wajib? Khilafah itu tidak wajib? NKRI sudah final? pernahkah antum mengatakan kata-kata yang sama kepada para pembuat hukum kufur?
Wahai akhii.. tulisan diatas hanya semacam sindiran saja kepada para tokoh Islam yang mengeluarkan statement yang tidak Islami.. jika nasehat saya salah atau tidak berkenan bagi anda, saya mohon maaf, tapi coba jelaskan dimana letak salahnya, iya, memang kata-kata saya agak sedikit kasar, tapi coba lihat persoalan utamanya, masalah utamanya bukan saya yang berkata2 agak kasar-bagi anda-, tetapi mengapa saya bisa berkata2 seperti itu?
Jadi tolong, jika substansi yang saya tuliskan disini salah, tolong kritisi substansinya. Bukan kulitnya.. hehe.. iya, saya memang tidak pandai meramu sebuah tampilan, tapi bukankah antum lebih senang pada yang substansialis? afwan..
abu habib ITB berkata,
Februari 25, 2008 pada 11:31 am
Assalamualaikum Wr.Wb
PKS = Partai Kacau Sekali.
PKS tidak punya pemikiran dasar tetap/rigid yang digali dari Nash Al Quran, hadits, Ijma’ Shabat atau Qiyas Syar’i.
landasan pemikirannya dari SYURO (musyawarah). Enak betul menjadikan SYURO sebagai dasar pemikiran dan perbuatan, meninggalkan Al Quran dan Sunnah dibelakang. Keblinger memang petinggi PKS yg katanya para ulama itu. lebih hebat apa Syuro dibanding dengan Al Quran & Sunnah. Al Quran telah menyuruh kita untuk “TIDAK DUDUK-DUDUK BERSAMA DENGAN ORANG KAFIR!” Sunnah Nabi meyuruh kita untuk “TIDAK MENERIMA ‘OBOR/PENERANGAN’ DARI ORANG KAFIR” Eh, dengan alasan syuro orang kafir dijadikan anggota + pembuat hukum di DPR. Gila memang, segala cara dipake untuk merebut kekuasaan. PKS adalah partai egois yang saya perhatikan selama ini. Mana kerja sama dengan Persis, Majelis Mujahidin, NU, Muhammadiyah, FPI, Jamaah Tabligh, PPP, dll. Eh, justru bergandengan tangan ria dengan PDIP di Sukabumi, calon walikotanya PKS (Widiawan,Sekjen PKS JAbar) Sedang calon wakil walikotanya PDIP (Iwan). PDIP itu partai kufur, kok digandeng. Dasar PKS partai pragmatis, segala cara dipake.
Wahai penggila PKS, ayyuhal ikhwah… taubat dan sadarlah, keberpihakan antum pada sesuatu yang salah akan dipertanggung jawabkan Allah SWT di hari penghisaban kelak.
kata-kata saya agak kasar terasa, karena jengkel dengan pemikiran+perbuatan petinggi-petinggi PKS atas nama Syuro mengambil kebijakan. Ngaca dong dengan sirah nabi ketika berjuang.
taubatlah penggiat PKs dimanapun anada berada!
Jzk atas dimuatnya komentar ini.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
hanif berkata,
Februari 28, 2008 pada 2:14 pm
Wa’alaykumussalaam Wr. wb.
Wah, dilihat dari email antum, kayaknya saya sedikit kenal.. antum yang kuliah di teknik informatika itb itu kan? IPaddress-nya antum emang keliatan dari ITB. AlhamduliLlah.. selamat datang di blog saya yang jelek dan jarang ter-update ini..
Hehe.. tenang akh.. tenang.. calm down.. bagi saya teman-teman dari PKS itu sebenernya niatnya baik, untuk mendakwahkan Islam, orang-orangnya pun baik-baik.. sholeh-sholeh.. dan menjalankan syariah Islam.. oleh karena itu, saya sangat menyayyangkan sekali jika beliau-beliau itu shaleh hanya di tampilan saja, sedangkan fikrohnya rusak.. saya tidak ingin temen-temen PKS seperti itu.. oleh karena itu, muncullah tulisan ini..
Memang ada banyak hal yang mesti dirombak total dari konsep perjuangan teman-teman PKS, baik fikroh maupun uslubnya, saya sepakat dengan antum. Tetapi saya sejujurnya tidak ingin karena tulisan saya dan komentar-komentar diatas, khususnya komentar saya, jarak yang terentang diantara kita jadi semakin lebar. Saya yakin, masih ada diantara teman-teman PKS yang punya tsaqofah islam yang lurus.. dan semoga mereka diberikan kekuatan oleh Allah untuk menggerakkan haluan PKS yang selama ini agak kekanan dan kekiri untuk berjalan lurus.. menuju terterapkannya Islam secara kaaffah.. dalam nauangan Daulah Khilafah rasyidah.. kita semua berharap seperti itu..
Taqiuddin berkata,
Maret 3, 2008 pada 12:48 am
Assalamu’alaikum W.W.
Buat saya apakah itu PKS apakah itu HTI sama sama masih terus perlu diluruskan, sampai kapanpun. Gajah dipelupuk mata ..mana mungkin
.
Buat kawan2 HTI sebaiknya lebih cerdas lagi mengelola energi kritik ke obyek yg lebih produktif. Mengkritik perlu seimbang, sampaikan positif & negatipnya. Lebih perlu mengkritisi yg mana sih.. PKS, PPP, PKB, PAN, PBB, PDI, GOLKAR atau HTI sendiri. Atau beraninya hanya dg PKS.
Kebetulan aja setiap aku ketemu dg situs, forum, tulisan dll link HTI hampir selalu sarat PKS sbg target kritik. Saya percaya PKS sangat siap dg kritik.
Pertimbangkan efek demarketing Islam pada ummat yg belum secerdas HTI. Menurutku ummat yg belum secerdas HTI masih bejibun. Bilhikmah…
Usul: di halaman web ini HTI juga sangat perlu mengeluarkan kritik thd partai2 lain.
Tapi salut buat HTI dg semangatnya… tetep semangatttsss ! OK
Buat PKS terus maju jgn ragu. Saya justru melihat kejeniusan PKS. Meski terbuka tapi kan juga tetap partai kader. Jadi kalo masuk musti dikader & lulus dulu… Artinya … ngaji & tau sendirilah.. Yg saya tau.. kader PKS harus sholat lailnya hebat, ‘dll’. Wah gak perlu diragukan pembelaannya thd Islam. Insya Allah.
Juga jenius krn tdk menanggapi isu Khilafah saat ini.
ISLIB ternyata lebih cerdas krn tanpa tabayyun mrk merasa sudah sangat tahu dg konsep khilafah PKS.
Oh ya… tanya buat teman2 HTI..(maklum saya minim info),
apa dulu Rasulullah SAW & sahabat2 RA ketika dakwah teriak2 ‘TEGAKKAN KHILAFAH ISLAM ooiii..’ & yg berdakwah dg tidak ‘melisankan’ tegakkan khilafah .. berarti tidak islami.
Kalo ya.. mari kita ajak semua partai utk berteriak ‘tegakkan daulah islam’.
Tidak hanya partai tapi juga jamaah2 islam.. NU, Muh, dll. Ayo kita kritisi kebijakan & langkah2 mrk… gimana akhi !? Inikan menyangkut negara & masyarakat luas.
ehh.. bukan tdk mungkin PKS lebih siap dlm konsep khilafahnya dibanding HTI lho ?. Wallahu alam.
Wah kalo PKS & HTI bisa bersinergi … wow… bisa jadi contoh persatuan ummat tuh.. MUANIIEEZZZ zekali. Bisa jadi ummat berbondong2 gabung PKS & HTI… teruss… kamudian.. uhui..dst.
Tapi kira kira lebih baik ummat lari dari keduanya atau mendatangi keduanya yah..
atau kita tunggu sampai keduanya benar benar sempurna dulu tanpa kesalahan utk bisa bersatu.
Weh… emang tdk bersatu !? ngawur aja aku nih.. Kan bersatu tdk berarti tidak saling kritik…
Tapi Islib bilang PKS & HTI berseberangan… ummat bilang bermusuhan… mana yg bener yah ??? bingungggg.
Nabi Musa memang sudah jelas pasti cerdas… dan selalu mengkritik nabi khidir yg selalu menjawab dg diam. (jaman skrg diam berarti ngaku salah).. ternyata diakhirnya terbukti N khidir lebih cerdas & lebih benar tindakannya. Luar biasa tuh sign to belongnya N Khidir.
Anak kuecill suka yakin benar & mengkritik orangtuanya.. tapi setelah dewasa dia baru paham kalo dulu dia sendiri yg salah.
Hanya masalahnya butuh waktu… lamaaa lagi…(uji kesabaran nih)
Termasuk tidak cerdas adalah mengkritik saudara sekandung semuslim yg memiliki tanda2 keshalihan didepan org munafik, org kafir, org bodoh, org yg benci & org yg tdk tahu.
Seorg profesor TK Al Ini menyampaikan tabayyun dg 2 org murid TK Al itu.
KEnapa sekolahmu begini begitu ?…
si murid baru TK itu menjawab setahuku begini
si murid satunya yg senior & tdk lulus2 menjawab bigini.
… Sudah terjawabkah pertanyaannya??
Mari kita (tdk) sebarkan di internet & diforum publik.
Semoga bermanfaat
& maaf jika ada kata salah
wastaghfirullahaladhim
udin priyo
precious-soul berkata,
Maret 3, 2008 pada 10:57 am
Assalamu’alaykum..
wah, panjang sekali ya komen2nya. Asal tidak menjadi debat kusir saja. Kan kita semua sama-sama Muslim.
Tapi, ya, sebenernya saya heran juga sama yang komen di atas saya ini. Kayaknya komennya dia dulu nadanya ga seperti ini. Sekarang kok berbalik arah? Yaah, akan lebih baik lagi kalau tetap pakai username yang dulu. Jadi berani mengakui kalau kata-katanya dulu terlalu melampaui batas. Tapi saya mengerti kalau mas hanichi menulis ini justru karena sayangnya pada saudara-saudaranya di PKS.. Wah, saya cuma orang awam, anak kecil.. jadi maaf kalo kata-kata saya jelek atau ga penting atau menyinggung…
Abu Zaydan berkata,
Maret 3, 2008 pada 7:21 pm
Assalamu’alaikum wr.wb
Ba’da tamhid..
@Abu habib ITB dan juga kalian kader HTI
Tidakkah kalian renungkan dan pikirkan bahwa yang kalian cela adalah saudara kalian…
Tidakkah kalian mencoba untuk tabayyun untuk semua ini..
Kenapa kalian hanya mengkritisi aktifis bahkan petinggi PKS saja…
Tapi menurut sy Insya Alloh mereka semua (aktifis dan petinggi PKS) siap untuk menerima saran dan kritik dari saudaranya..
Maaf sy juga bisa meberikan arti terhadap HTI… ( Himpunan Tangan Iblis)..
atau yang lainnya yg negatif …
Saudaraku klo komentar itu dilandaskan dengan hasad dengki dan sifat merassa benar sendiri…….yah pantaslah Iblis dan pasukannya menang…
Saudaraku jika kita bersatu PKS dan HTI dan yg lainnya…sungguh indah rasanya…..
Saudaraku salah satu ciri islam khawarij adalah mengkafirkan org islam…
camkan baik-baik. …..
Sekedar info alhamdulillah ditempat kami PKS,PKB,PBR dll berkoalisi untuk Cagub dan Cawagub…
Afwan….astaghfirullahalazhim mudah-mudahab Alloh Swt meridhoi
entung berkata,
Maret 4, 2008 pada 5:23 am
subhanalloah, pasti seiring dengan waktu semua akan terlihat kok. siapa yg beramal sungguh2 dan yg bekerja dengansungguh2 akanmenuai hasilnya pula. dan siapa yg hanya koar2 dan mengkritik sj juga akanmeihat hasilnya kelak. pasti itu dan yakin akankita lihat apa yg kita tanam hari ini.
ok
tete[p semangat semua.
Abu Zaydan berkata,
Maret 4, 2008 pada 1:17 pm
Assalamu’alaikum wr.wb
Ba’da tamhid,……
Wahai saudara-saudariku yg kucintai karena Alloh…..
Wahai kalian mujahid dan mujahidah da’wah…..
Wahai kalian pemuda-pemudi islam pembela kebenaran…..
Wahai kalian pengemban risalah ini…..dimanapun kalian berada………
Wahai kalian pembela kebenaran lihatlah Alloh ciptakan pelangi yg berwarna-warni dan menjadi satu bukankah begitu indah dipandang mata..subhanalloh…
Kalian semua adalah umat yang terbaik……
Kalian adalah penyeru kebaikan……
Kalian adalah penyegah kebathilan…….
Kalian adalah semangat dan ruh baru islam…
Kalian bagaikan cahaya dikegelapan negeri ini…..
Wahai kalian penyeru kebenaran….saudara-saudariku yg kucintai karena Alloh….dimanapun kalian berada….
Rapatkanlah barisan ini tetaplah dalam barisan/jama’ah kalian…….tebarkanlah cahaya ilahi hingga syahid menjemput kalian…kita semua (PKS/HTI/NU/Muhammadiyyah,dll)
Salam ukhuwwah dari saya….yg dhoif ini
Maaf jika ada tulisan ini menyinggung perasaan..
” Ya Alloh ampunkanlah salah dan khilaf aku dan saudara-saudariku(PKS/HTI/NU/Muhammadiyyah,dll)….
” Ya Alloh hapuskanlah sifat kebencian/hasad serta hasud/su’udzon diantara kami(PKS/HTI/NU/Muhammadiyyah,dll) jadikanlah kami saling kasih mengasihi…sayang menyanyangi…rindu merindui…nasehat menasehati….dan tolong menolong diantara kami…
” Ya Alloh satukanlah hati-hati mereka(PKS/HTI/NU/Muhammadiyyah,dll) dalam menegakkan kebenaran…..
” Ya Alloh berikanlah mereka(PKS/HTI/NU/Muhammadiyyah,dll) kekuatan untuk menegakkannya..
” Ya Alloh kokohkan dan rapatkanlah barisan mereka…..
” Ya Alloh kumpulkan kami(PKS/HTI/NU/Muhammadiyyah,dll) dalam barisan orang-orang sholih dan sholihat..dan orang-orang yg terdahulu beriman kepada MU…..dan kumpulkan kami dengan rasul Mu..Muhammmad Saw serta didalam tempat keridhoan MU….amin..
Wahai saudara-saudari ku….
Yang masih peduli dengan urusan ummat ini……
Ingatlah dan renungkanlah ini..” Kebaikan yang tidak terorganisir akan hancur dengan keburukan yang terorganisir ”
Wahai saudara-saudariku yang kucintai karena Alloh..
Yang masih memikirkan kemaslahatan ummat ini..
Usahlah kalian saling salah-menyalahkan….
Usahlah kalian saling tuduh-menuduh…
Usahlah kalian saling hasad dan hasud…
Semua ini akan menjadikan bala bagi kita ya akhi…wa ukhti..
Wahai saudara-saudariku dimanapun kalian berada…
Yang masih mau berjuang untuk tegaknya islam dimuka bumi ini….
Yang bersegera bangkit ketika Allah dan Rasul Nya menyeru untuk berjihad..sampai titik darah terakhir…
Kalian adalah mujahid dan mujahidah da’wah..
Kalian semua adalah generasi terbaik…..
Bersatulah dalam jalan da’wah ini…..
Bersatulah dalam barisan perjuangan ini…
Semoga Alloh Swt mengokohkan barisan dan hati-hati kita..
dalam perjuangan ini hingga syahid/syahidah…amin.
Teruslah kalian berjuang wahai saudara-saudariku di PKS…
Alloh Swt selalu bersama kita dimanapun kita berjuang untuk menegakkan kalimat Nya..Allohuakbar…Allohuakbar….Allohuakabar….
zulkifli berkata,
Maret 5, 2008 pada 7:46 pm
Assalamu’alaikum
tuk HTI
dalam referensi HTI (muqowamah nafsiyah islamiyah)diperbolehkan dakwah dengan debat dan mendiskreditkan gerakan islam diluar mereka yang secara kacamata islam itu tidak diperkenankan(Q>S An-Nahl:125).dan kenyataan dilapangan sebagian aktivisnya secara serampangan menghujat dan mencecar gerakan-gerakan lain yang dalam istilah mereka adalah “mengingatkan”sebagaimana dalam kasus buletin Al-Islam edisi 361 memfitnah pemerintahan HAMAS dengan fitnah dan tuduhan yang keji dan tuduhan salah seorang syaikh HT diTurki Ata Abu Rashta yang mengatakan bahwa Erdogan dengan AKPnya adalah perpanjangan dari AS dan yahudi adalah suatu pernyataan yang amat menyakitkan saudara mereka yang berbeda gerakan.
bukankah gaung jihad diberbagai pelosok bumi selama ini yang dilakukan dengan jiwa dan harta bukan dengan kata-kata kosong adalah dari mereka yang mengaku berfikrah ikhwan? Palestina dengan Syaikh Ahmad yassinnya, afghan dengan Abdullah Azzamnya irak dengan mujahid Sunninya, mereka adalah binaan ikhwan. Dan HT hanya bisa menuduh keji dengan ringan kepada ikhwan tanpa ada kontribusi nyata bagi islam sebagaiman yang telah ikhwan lakukan.
dan bahkan perjuangan pena pun ikhwan tak pernah absen memberikan yang terbaik bagi dunia islam,lihat saja Syikh Yusuf Qordhowi yang baru saja memperoleh gelar Imam dari ulama kontemporer,Syaikh Muhammad Ghozali,Sayid sabiq,Fathi yakan,Sa’id Hawa,Ramadhan Al-Buthi dan banyak yang lainnya ,dari tangan-tangan mereka ikut mewarnai dan bahkan mempopularkan litratur-literatur islami di seluruh pelosok bumi,kehidupan merekapun terkenal zuhud dan Tawadhu,bahkan salah satunya yakni Syaikh Muhammad Ghozali mendapatkan kemulyaan yang jarang didapat oleh para ulama lainya,yaitu dikuburkan dipemakaman Nabi SAW diMadinah.
Sedangkan HT literatur mereka terbatas untuk kalangan sendiri karena pengalaman bahwa literatur mereka banyak yang dikritik dan dihujat ulama-ulama timur tengah, pengikut mereka tidak dianjurkan mengkaji literatur lainnya sebelum melahap habis buku-bukunya dan pimpinan mereka pun penuh kerahasiaan, wajar mereka dicap sebagai gerakan bawah tanah yang dianggap menyimpang karena fatwa-fatwa kontroversialnya, dan kebanyakan tokoh mereka bukanlah berlatar belakang syariah dari sumber yang terpercaya, diIndonesia saja yang mengurusi hal ihwal perfikihan adalah seorang insinyur IPB (Ust. Shidiq Al-Jawi)atau paling hebat lulusannya IAIN,bandingkan dengan gerakan lain semisal jama’ah Tabligh saja mereka kalah khazanah kder-kader yang mumpuni tentang syariah,
dan diberbagai situs yang (kader-kader) mereka buat terlihat kesubjektifan mereka,karena mereka lebih memaknai tabayyun dengan kalimat-kalimat hujatan terhadap saudara mereka yang tak pernah dimulai oleh saudara (luar)mereka tersebut
mengenai kapasitas tokoh HTI saya tantang mana alumni syariah timur tengah , kenapa diantara mereka tidak ada satupun berada dibarisan HTI,karena mereka sudah menyaksikan sendiri seluk beluk asli HT dinegri asalnya seperti apa,kelakuannya bagaimana,dan kebobrokan mereka sebagaimana yang pernah dimaktubkan dalam buku cetakannya WAMY dan fatwa-fatwa mereka yang kontroversial terutama mengenai aqidah dan HAdis ahad.
perlu diingat HTI diIndonesia sebenarnya bukan identik HT sesungguhnya baik secara intelektual maupun simbolisme, dan massa HTI grashroot mereka lebih banyak yang tidak mengenal HT sebenarnya kerena tidak banyak litratur asli HT yang (bisa) diadopsi diIndonesia karena akan memicu kontroversi para ulama sebagaimana dinegri asalnya danbasis massanya
takkan pernah kalian menuai simpatik sesama saudara mu’min dengan kelakuan serampangan sebagian oknum kalian,malah akan menuai citra buruk aktvis dakwah secara keseluruhan,pelajarilah islam dengan tenang dan jangan terburu-buru memvonis sesama,karena bisa jadi maksud benar takkan tersampaikan dengan cara yang tidak bijak, kalau boleh memilih, seandainya tidak ada tarbiyah saya akan lebih memilih salafy ketimbang HTI karena kerunutan islamnya yang jelas dan dengan kesinambungan riwayat manhaj sampai menuju para sahabat salafushalih yang tidak akan didapati diHTI dan akan didapati dari syaikh-syaikhnya Tarbiyah dan salafy, namun syaikh Tarbiyah lebih terasa bijak dalam menyampaikan manhaj salafushalih
enthung berkata,
Maret 6, 2008 pada 12:18 am
ya bagi semua saja, para aktivis dakwah. yang jelas kita jangan sampai tergesa gesa dlm memvonis saudara kita yg lain, mereka juga berdakwah menyerukan islam ke semua umat.sampaikandakwah dengancara2 yang penuh hikmah danhasanah, jangan asal keluar darilisan kita tanpa pernah berpikir dengan tenang.gunakan hati kita klo berbicara.sifat isti’jal dalam menuai buah dakwah itu jangan sampai menghinggapi diri kita,karena bisa jadi buah dari dakwah yg kita lakukan hr ini hanya anak cucu kita yang menikmatinya.sabar dan tegar di jalandakwah itu yg terbaik.kita akanmembuat sejarah dalam peradaban islam yang akan menjadi ibrah bagi anak cucu kita.insyaAllah.salam buat semua dlm menyongsong peradaban yg penuh dng keagungan.
enthung berkata,
Maret 10, 2008 pada 2:23 pm
teruntuk bagi semua pejuang dakwah Islam
dimanapun kalian berada.
KEFANAAN ENERGI KITA
Alhamdulillah segala puji hanyalah kepada Sang Maha Di Raja Penguasa Jagad Raya. Salam dan shalawat semoga selalu keluar dari lisan-lisan yang jernih yang tercurah kepada manusia pilihan, Nabi Muhammad SAW.
Sebuah karya singkat kali ini, hendak diri memberi sesuatu yang mungkin ada kemanfaatannya bagi kita semua. Pun demikian kalaulah apa yang diri berikan malah memudharatkan kepada diri kita…Semoga Sang maha Pemberi Ampunan berkenan mengampuni dan ‘afwu minkum.
NUTHQUN BIL LAILLI WANNAHAR
Ada satu semangat yang semoga tetap bersemayam
dalam hati tiap diri dari jundi Sang Rabbul Izzati. Bahwa…,
Islam kan tertegak di muka bumi dengan segala keagungan
dan kesempurnaan cahaya-nya.
Ikhwah fillah…,
Terkadang sebagai makhluk yang lemah, dengan daya yang terbatas,
Kita kehilangan energi untuk selalu berbuat.
Bahkan untuk sekedar bicara, energi itu tiada bersisa.
Maka…,
Yang kemudian menjadi harapan bagi tiap kita adalah
Karunia energi dari Sang Maha Pemilik Energi.
Energi yang kadang kita lupa mensyukurinya, itu harus dihemat.
Meski sekarang kita mampu….
Mampu bicara, mampu menulis, mampu membaca, mampu makan, mampu minum,
Mampu demo dan mampu segala-galanya.
Belum tentu energi kita itu ada dalam sekian detik ke depan.
Ikhwah fillah…
Kalau energi itu fana…
Kenapa sering kita bicara yang tiada guna…
Kenapa kita sering mencaci dan memaki saudara kita…
Kenapa kita sering memvonis dengan tidak menampilkan hati….
Kenapa kita sering berbuat yang tiada manfaat…
Kenapa kita sering menyia-nyiakan langkah-langkah kita…
Sedang kita amat sangat sadar,
Bahwa kita memiliki keterbatasan energi untuk segalanya.
Ikhwah fillah……., Maka…
Teruslah menyeru kebaikan, selagi energi kita masih penuh…
Teruslah melangkah, selagi kaki kita masih kuat dan tegar..untuk melangkah.
Teruslah menulis, selagi tangan kita masih lihai menari
dan berdansa bersama sang pena.
Dan…terus…teruslah berjuang ke depan.
Songsong…dan songsong kepastian janji Ilahi
Kepada jiwa para pencari.
Pencari kenikmatan hakiki…hingga syahid menjemput diri.
Allahu Akbar.
Doa kita pada saudara kita, sebuah energi dahsyat dalam perjuangan panjang ini.
KAMI DI ANTARA OBOR UMAT INI
Kami orang Islam,
tiadalah penyiram taman-taman keluhuran,
kecuali darah-darah kami.
Tiadalah penghias surga-surga kepahlawanan,
melainkan jasad-jasad syuhada kami…
Pernahkah kalian kenal…?
Yang lebih mulia dan terhormat,
Yang lebih lembut dan kasih sayang,
Yang lebih agung dan lebih dahsyat,
Yang lebih unggul dan lebih cerdas,
Daripada kami…?
Kami telah membawa pelita petunjuk,
di saat bumi tersesat dalam gelapnya kebodohan.
Dan kami katakan pada penghuninya,
“Haa dzihii sabiilii” (Inilah jalan kami).
Kami tegakkan timbangan keadilan,
disaat bangsa-bangsa menjunjung tinggi tongkat kelaliman.
Kami bangun gedung ilmu pengetahuan,
disaat orang-orang mengusir ilmu pengetahuan dari rumah mereka.
Kami deklarasikan persamaan,
disaat manusia menyembah para raja dan menuhankan tuan-tuan.
Kami hidupkan hati manusia dengan iman,
Kami hidupkan akal manusia dengan pengetahuan,
Kami hidupkan segenap umat manusia dengan kebebasan dan peradaban.
Kami orang Islam…!
Kekuatan kami karena iman kami,
Kejayaan kami karena agama kami,
Dan karena keyakinan kami pada Tuhan kami,
Undang-undang kami adalah Al Quran,
Imam kami adalah nabi kami,
Dan pemimpin kami adalah pelayan kami,
Orang lemah kami harus kuat di sisi kami,
Orang kuat kami adalah penolong orang lemah kami,
Kami semua saudara di sisi Allah,
Setiap kami sama di hadapan agama,
Kami orang Islam…!
(Ali At Thonthowi)
……dan teruskan perjalanan ke gerbang jaya,
puaka kegelapan pasti akan hancur,
dan alam ini akan disinari fajar lagi,
jangan pernah gentar berkelana di alam keabadian…..
(Asy Syahid Sayyid Quthb)
“Inilah kami…….Lalu siapakah anda?”
(Asy Syahid Hasan Al Banna)
wassalamu’alaikum
salam perjuangan dari saya.
enthung
hanif berkata,
Maret 11, 2008 pada 12:20 pm
Menutup mata pada sesuatu yang salah, atau membiarkan kesalahan itu bergulir adalah tindakan pengecut.
Berapa banyak muslim yang HAfiz Qur’an?
Berapa banyak yg bergelar LC?
Setiap tahun ribuan gelar SAg dikeluarkan,
Namun berapa banyak dari mereka yg berjuang betul-betul untuk mengatakan Haq adalah Haq
Dan bathil adalah Bathil?
Berapa banyak dari mereka yang rela berkorban untuk kemuliaan Islam?
Berapa banyak yang membenarkan kebijakan pemerintah yang nyata-nyata dilarang oleh agama?
Berapa banyak yang diam, dan membiarkan pemerintah membuat kebijakan yang salah?
Gelar LC atau SAq tidaklah menjadikan orang itu lebih mulia,
Ilmu yang banyak tanpa ada amalan bukanlah sesuatu yang dapat dibanggakan
Karena Allah menilai kita berdasarkan apa yang kita lakukan,
Well, teringat Aq kepada pendapat seseorang, untuk apa baca al Qur’an tapi tidak tahu artinya? Mendingan baca terjemahannya, karena akan lebih mengerti akan petunjuk Allah. KEnapa? Karena Al Qur’an bukan hanya sekedar untuk dibaca, tapi di amalkan !!!
enthung berkata,
Maret 12, 2008 pada 9:00 am
bismillahir rahmaanir rahiim
medan angan-angan berbeda dengan medan kata-kata,
medan kata-kata berbeda dengan medan amal perbuatan,
medan amal perbuatan berbeda dengan medan keikhlasan.
pencaci berbeda dengan yang dicaci,
pencemooh berbeda dengan yang dicemooh,
pengkritik berbeda dengan yang dikritik.
tergesa-gesa berbeda dengan kesabaran,
kefahaman berbeda dengan fanatik,
keteguhan berbeda dengan kefuturan,
kasih sayang berbeda dengan serampangan.
itulah dakwah yg harus kita sampaikan dengan keindahan,kasih sayang,
kelembutan, hikmah hasanah, penuh ibrah.dakwah yang terangkai melalui kata-kata bijaksana, dakwah yang terefleksi dalam pikiran dan kata-kata, dan dakwah yang menjelma ke dalam karakter asasi kita. dakwah yang jauh dari emosi jiwa. dakwah seperti itulah yang akan mampu menembus hati manusia. karena dakwah kita bukan kepada fisik semata tapi jauh lebih dari itu yaitu dakwah kita adalah dakwah kepada hati manusia.
untuk itu semoga istiqamah, tegar dalamdakwah dan jangantergesa-gesa dalam mencapai buah dakwah.
amin.
selamat berjuan.
enthung berkata,
Maret 12, 2008 pada 9:07 am
nasehat buat kita semua :
1.Dirikanlah sholat,saat setiap kali engkau mendengar suara adzan dalam keada’an apapun
2.bacalah Al-qur’an, tela’ah isinya,dengarkan dan berdzikirlah kepada Allah,jangan gunakan sebagian waktumu untul hal-hal yang tidak bermanfa’at.
3.bersungguh-sungguhlah dalam berbahasa arab “fushah” karena itu termasuk syiar islam.
4.Jangan banyak berdebat dalam hal apapun,karena bersikap hipokrit tidak akan mendatangkan kebaikan.
5.Jangan banyak tertawa,karena hati yang maushul kepada Allah adalah hati yang tenang dan stabil.
6.Jangan bercanda,karena umat yang bersungguh-sungguh tidak mengenal apapun selain kesungguhan.
7.jangan keraskan suaramu melebihi yang di butuhkan pendengar, karena hanya akan mengakibatkan serampangan dan menyakitkan orang lain.
8.Jauhi menggunjing dan melukai perasa’an orang lain,dan janganlah engkau berbicara kecuali yang baik.
9.Lakukan ta’aruf (perkenalan) dengan saudara-saudara yang kau temui,meskipun mereka tak menuntutmu demikian,sesungguhnya pondasi dakwah kita adalah cinta dan saling mengenal.
10.Kewajiban kita jauh lebih banyak dari pada waktu yang tersedia, maka bantulah orang lain untuk memanfa’tkan waktunya, kalau engkau punya keperluan,maka segeralah tunaikan kebutuhannya
zulkifli berkata,
Maret 13, 2008 pada 3:28 pm
tuk hanif
argumen saudara tidak mendasar dan mengeneralisir, kediaman mereka bukanlah karena diam tapi,mereka lebih bijak dalam membaca situasi jangan sampai yang terdzolimi itu adalah ummat dan dakwah, dan karena itulah yang dituntut oleh ilmu yang mereka dapati dari qur’an dan sunnah, kalau seandainya pengetahuan tentang ilmu qur’an dan sunnah bukan menjadi landasan yang utama dalam gerak dan langkah dakwah maka apa lagi yang harus dipercayai lagi dimuka bumi ini,kalo orang yang berlatar belakang teknis mesin sudah tidak dipercayai lagi untuk menukangi permesinan sudah barang tentu tak ada lagi yang bisa diandalkan untuk hal permesinan.
apakah saudara tahu ketika HT diingris mulai mengitensifkan gerakan mereka dimasjid-masjid inggris dan mereka memaksakan fikroh mereka tanpa tedeng aling-aling, sehingga aparat hukum disana menciduk segala bentuk kajian-kajian islam tanpa melihat siapa penyebabnya hingga aktivitas kajian-kajian disana ditutup dan dilarang tidak khusus terhadap HT sendiri,sehingga yang jadi korban itu adalah dakwah secara keseluruhan, ingat orang-orang syari’ah tidak gampang dan bahkan menjauhkan diri dari kemudahan menjatuhkan vonis, karena mereka akan bertanggung jawab terhadap sebab dan akibat yang terjadi, beda dengan orang yang hanya sekedar mengkaji kulitnya saja, dan saudara harus beristighfar karena telah menuduh mereka yang tidak-tidak padahal mereka senantiasa menganggap positif apa yang HT perjuangkan dan tak pernah mau ambil bagian dari debat kusirnya aktivis dakwah dalam masalah khilafiyah karena hal itu hanya membuang energi dan menambah perpecahan dikalangan ummat.
prinsip yang mereka anut”berlomba-lomba dalam kebaikan” toh merekapun yakin tanpa pengakuan sepihak, kebenaran itu pasti akan berpihak pada yang benar,kalaupun kami adalah orang-orang yang tidak ikhlas dan tidak sabar dalam dakwah ini, pastilah Allah tidak akan memihak kami dan mempermudah jalan kami, toh kami yakin dan bersandar dalam syariat quran dan sunnah yang kami dapati menurut salafusalih hanya Allahlah yang berhak memvonis siapa yang benar diantara berbagai jamaah muslim dengan berbagai fikrohnya,bukan kami, bukan anda dan bukan siapa saja,kami hanyalah penyeru kepada kebaikan islam dan keadilannya, dan bukanlah hakim yang menjatuhkan hukuman kepada terdakwa terlebih lagi kepada mereka yang dilisannya mengucapkan laa ilaaha illaLlah, muhammad rosulullah
fira berkata,
Maret 13, 2008 pada 10:47 pm
Untuk Akh Zulkifli,
Pernyataan anda, “apakah saudara tahu ketika HT diingris mulai mengitensifkan gerakan mereka dimasjid-masjid inggris dan mereka memaksakan fikroh mereka tanpa tedeng aling-aling, sehingga aparat hukum disana menciduk segala bentuk kajian-kajian islam tanpa melihat siapa penyebabnya hingga aktivitas kajian-kajian disana ditutup dan dilarang tidak khusus terhadap HT sendiri,sehingga yang jadi korban itu adalah dakwah secara keseluruhan”
nampaknya berkebalikan dengan realitas yang ada. Kajian, diskusi, dan seminar keislaman yang dilakukan Hizbut Tahrir maupun kelompok Islam lainnya untuk saat ini tidak ada masalah dengan aparat keamanan. Memang benar dakwah sempat mengalami masa2 sulit utamanya sekitar Juli 2007 berkaitan dengan peristiwa bom di London.
Adapun Hizbut Tahrir Inggris sendiri, kelihatannya makin sering muncul di event2 maupun media2 massa umum baik media cetak maupun elektronik. Samasekali tidak ada pelarangan bagi aktivitas Hizbut Tahrir maupun kegiatan Islam lain, sepanjang terbukti tidak terkait dengan aksi terorisme maupun tindak kekerasan lainnya.
Sekedar informasi tambahan, secara umum Hizbut Tahrir di Eropa memang sedang mendapatkan perhatian publik lebih besar dibandingkan kelompok Islam lainnya. Dua issue utama, kartunisasi Nabi Muhammad saw oleh media Denmark dan film karya Geertz Wilder yang melecehkan Islam di Belanda, menjadi momen kemunculan Hizbut Tahrir Eropa di awal 2008 ini. Hizbut Tahrir dinilai berbeda, karna berani memberikan pernyataan sikap yang tegas sesuai hukum syariat Islam sekaligus memimpin komunitas dan meraih simpati muslim lainnya untuk bersikap sama.
Adapun debat, tidak selalu bermakna negatif. Hizbut Tahrir di Inggris banyak terlibat perdebatan2 berkaitan dengan keunggulan syariah Islam dimana-mana. Bahkan East London Advertiser mengakui bahwa HT memenangkan perdebatan tentang penolakan terhadap demokrasi. Belum lagi debat terbuka di program televisi islam channel berkaitan dengan kondisi politik Pakistan, juga persoalan women and shariah.
Saya pikir, kesempatan dakwah secara terbuka juga dimiliki oleh kelompok Islam lain -tah hanya Hizbut Tahrir- di Inggris, sekali lagi sepanjang tidak berkaitan dgn aksi kekerasan.
Mudah2an memberikan cukup penjelasan. Kiprah Hizbut Tahrir Inggris bisa dilihat langsung di situs resminya.
salam,
~fira (nottingham, UK)
fira berkata,
Maret 13, 2008 pada 10:50 pm
ralat.
untuk kalimat “Memang benar dakwah sempat mengalami masa2 sulit utamanya sekitar Juli 2007 berkaitan dengan peristiwa bom di London.”
seharusnya Juli 2005.
zulkifli berkata,
Maret 15, 2008 pada 8:30 am
tuk ukh fira
entah ucapan mba itu objektif/subjektifkah yang jelas saya salut dengan pembahasaan mba tidak sebagaimana aktivis HTI yang saya dapati umumnya, entah mba HTI atau ikhwan tapi saya merasa enjoy untuk menganggap mba sebagai saudara saya karena keimanan dan cita-cita luhur mba, sekiranya khalayak aktivis HTI berprilaku sebagaimana yang mba lakukan dalam bersikap, tentunya debat kusir antar gerakan selama ini takkan terjadi,HTI silahkan perjuangkan syariah & khilafahnya menurut metode masing-masing dan kami ikhwan berjuang untuk islam dan umatnya menurut metode kami masing-masing, karena masing-masing perbedaan adalah konsekuensi dari pilihan-pilihanya sendiri berdasarkan kesadarannya dan pemahamannya sehingga apapun akibatnya kita serahkan kepada Allah semata-mata adalah untuk kepentingan islam, jangan pernah ada yang usil satu sama lain karena kita tahu disana musuh-musuh islam bersatu padu mengeroyok kita, dan jangan pernah mau menuai kesuksesan diatas bangkai saudaranya tanpa klarifikasi dan etika silaturahim dan juga jangan pernah memancing dalam air keruh
njyug berkata,
Maret 17, 2008 pada 9:45 am
wes…wes…wes… ga usah berdebat terus
mbuang energi
masih banyak yg harus kita pikirkan untuk umat ini
ga usah terlalu banyak mengumbar syahwat lisan
aban tetep ga suka vanilla berkata,
Maret 18, 2008 pada 11:47 am
Mas Hanif…
Tuh kan….dari awal saya dah memprediksi kalo disini cuma jadi tempat buat pembelaan diri dari harokah2 lain…
bukanna sama2 mencari kebenaran tapi malah mencari pembenaran…
buat Akh Zulkifli…
saya ga bermaksud buat membela mas Hanif, tapi sepertina akh ini bukanna menelaah tulisanna mas Hanif tapi malah berusaha membela diri Akh Zul dengan menjelek-jelekan harokah yang diikuti oleh mas Hanif….
Dan stau saya HT cuma ndak setuju dengan paham2 yang ada sekarang entayh itu Kapitalisme atopun Sosialisme.Kapitalisme dengan demokrasi sebagai ekornya, itulah yang saat ini coba mereka lawan…
klo menurut saya juga, HT jauh punya tindakan nyata dalam dakwah mereka. Mereka yang menurt saya jauh lebih mendekati meode dakwahna Rosululloh. tanpa kekerasan, berjama’ah, mengajak harokah2 islam lain untuk bersama-sama mengembalikan umat Islam untuk kembali menjadi umat terbaik di muka bumi.
Menurut saya lagi, memang Rosululloh dulu ga teriak2 untuk menegakkan daulah khilafah tapi yang beliau lakukan juga tidak mengikuti aturan main kaum kafir Quroisy. Ketika Rosululloh ditawari kedudukan penting di Darun Nadwah(maaf klo slah nulis, saya ini orang bodoh) ato parlemenna orang2 Quroisy, apa yang beliau lakukan???malah beliau menolak dan bilang “seandainya matahari ada ditangan kananku dan bulan ditangan kiriku aku tidak akan menghentikan dakwahku”. selanjutnya, beliau malah mendirikan darul Islam di Madinah. Apa beliau merubah sistem dengan ikut didalam sistem yang sudah nyata2 bobrok???apa beliau ikut andil duduk di dalam “parlemen”na orang2 Quroisy???apa metode HT tidak sama dengan metode yang dilakukan dengan Rosululloh??mencoba mengembalikan Darul Islam tanpa harus ikut duduk dalam parlemen???
sebenarnya ini bukan masalah tentang salah ato benar, tapi masalahnya adalah mau ato tidak kita sama2 bermuhasabah dan saling bahu menbahu bersama-sama mengembalikan kejayaan Islam kembali.
buat mas Hanif…
orang kontroversial yang pernah aq kenal:) lain kali klo mo naruh tulisan diteliti dan diprediksi dululah…singkat kata di pikirkan apa aja nanti yang bakal muncul…apakah malah nantinya bakal memperkeruh suasana ato bakal muncul yang lainnya…
buat Akh Zul sama mas Hanif…
sebenarnya mo ikut salafy, tarbiyah, ato pun HT ya ga masalah toh. itu kaj tergantung ma fikroh masing2 individu. Dari situ nantinya kan bisa muncul pemahaman yang berarti tentang haroqah yang diikuti. Dengan itu pula nantinya kita bisa dapet yang namanya “Pemikiran yang cemerlang”.
Sesama muslim itu saudara kan????
Saya ini bukan siapa2…saya orang yang cuma mencari arti hidup dan berusaha mencari ridho Allah SWT…
maafkan saya klo ada kesalahan..
Astaghfirullohal’adzhim…
zulkifli berkata,
Maret 18, 2008 pada 1:27 pm
tuk akh aban
ya syukurlah tambah satu orang HTI yang bijak, seperti saya katakan silahkan HTI berjihad dengan fikrohnya,dan tidak hanya HTI ikhwan pun punya landasan syar’i dan sesuai dengan siroh nabawi dan ikhwan juga berjuang tanpa kekerasan terkecuali bagi yahudi pembangkang diPalestina karena dalam Hadispun diperintahkan untuk memeranagi para pembangkang diantara mereka
antum tahu ketika pendelegasian utusan islam untuk menyampaikan surat terhadap para raja dalam menyerukan islam beliau dianjurkan untuk membuat stempel cap karena itu adalah kebiasaan para raja dalam surat menyurat,
dan dalam Alquran bagaimana nabi yusuf memasuki sistem pemerintahan Al-aziz dan menjadi salah satu menteri dalam pemerintahannya walaupun pemerintahan tersebut tidak atas dasar hukum isroil akan tetapi selagi itu tidak menyinggung aqidah Allah pun tak melarang,
antum tahu bahwa pada kekhalifahan sahabat utsman beliau mengadopsi sistem marinirnya romawi untuk angkatan lautnya, dan mengadopsi administrasi pemerintahan persia, atas dasar itulah kami memaknai demokrasi itu ibarat sebuah alat bukan keyakinan, alat itu tergantung siapa yang menggunakannya, itulah yang membedakan kami dengan HT yang menganggap demokrasi adalah derivasi dari paham-paham kufar seperti kapitalisme atau sekularisme yang itupun ikhwan menolak,namun sikap kami terhadap demokrasi khususnya diIndonesia tidak sebagaimana konteks Nabi dalam menolak tawaran berkoalisi dengan musyrikin quraisy,karena dalam kesepakatan tersebut dominasi kufar menguasai dan tak ada satupun potensial islam untuk mendominasi dalam kesepakatan mereka, tapi kita lihat ketika perjanjian hudaibyah beliau mau menerima kesepakatan-kesepakatan musyrikin mekkah walau para sahabat menolaknya tidak hanya merugikan islam dan kaum muslimin tapi juga kedudukan Rasul sebagai utusan Allah yang mereka sanjungi tak dianggap dalam perjanjian tersebut, akan tetapi Rasul mengetahui efek panjang yang akan didapati oleh islam dan kaum muslimin yaitu Fathul mekkah,
demikian pula dalam menyikapi demokrasi diindonesia dalam parlementaria yang mayoritas umat islam tidak bijak kita menganggap mereka sama dengan kaum musyrikin mekkah,
dominasi umat islam ada disini hanya saja mereka masih dikuasai oleh syahwat mereka, karena syahwat mereka inilah sehingga kepentingan islam dan umat islam yang mayoritas terabaikan, untuk itu dibutuhkan muslim-muslim da’i yang mengajak dan mentarbiyah mereka agar tak dikuasai syahwat syaitan yang menjerumuskan mereka setidaknya untuk menandingi kekuatan sekular saat ini walau belum sampai pada dominasi mutlak,tapi kami yakin hal itu pasti terjadi.
dan visi khilafah juga ada pada fikroh kami dan bahkan Almarhum Syaikh tarbiyah ust. Rahmat Abdullah pernah berkata siapapun dan pergerakkan islam manapun yang mendahului kami dalam membangun khilafah rosyidah kami siap untuk hidup dibawah naungan mereka dan mengakui kekhilafahan mereka, untuk itu kami tidak pernah menganggap duri terhadap berbagai pergerakan islam yang berbeda metode dalam berdakwah, kami selalu menganggap positif dengan keberadaan mereka sebagaimana gerakan Hidayatullah yang mendakwahkan islam kepelosok terpencil diIndonesia dengan dakwah mereka kami terasa terbantukan,
salafy yang memurnikan sunnah dan syaikh-syaikh mereka selalu menjadi rujukkan bagi kami dalam hal khazanah ulumul qur’an dan hadisnya walau ada interpretasi/ijtihad yang berbeda dalam hal kontekstual dan itu biasa terjadi dalam tubuh umat islam namun tak pernah kami menganggap kami lebih benar dari mereka atau siapapun karena semuanya berlandaskan pada rujukan yang sama yaitu Qur’an dan sunnah, karena dalam ijtihad ketika tidak tepat maka tetap mendapat pahala dengan ijtihadnya dan apabila tepat maka dua pahala akan didapati,
dan tentang kebenaran sebagaimana Surat At-Taubah ayat 105 yang berbunyi “dan beramallah kamu semua sehingga Allah,Rasul dan orang-orang beriman melihat (menilai) perbuatanmu sehingga segala amalanmu akan dikembalikan perihalnya kepada (ALLAH) Yang Maha mengetahui segala yang tampak dan yang Ghaib dan akan diberitakan kembali kepadamu perihal amalanmu tersebut”.
jadi dakwah kami biarlah Allah dan rasulNya menilai dan biarlah umat yang merasakannya, sehingga Allah dan RasulNya menilai benar atau tidak, ikhlaskah atau tidak, sehingga umat menilai bahwa dakwah kami bermanfaat atau tidak ,berpengaruh atau tidak, baik atau tidak sehingga kemudian generasi -generasi yang akan datang mengenang kami sebagai mujahid dakwah ataukah sampahnya, sebagaimana kita menilai generasi-generasi terdahulu kita mengenang perjuangan sholahuddin al ayyubi sebagai pahlawan dan menilai panglima perang dinasti ummayah Al Hajjaj adalah sampah sejarah islam seperti itulah ummat akan menilai kami
fira berkata,
Maret 18, 2008 pada 11:19 pm
kepada Akh Zulkifli,
anda nyatakan, “dan visi khilafah juga ada pada fikroh kami dan bahkan Almarhum Syaikh tarbiyah ust. Rahmat Abdullah pernah berkata siapapun dan pergerakkan islam manapun yang mendahului kami dalam membangun khilafah rosyidah kami siap untuk hidup dibawah naungan mereka dan mengakui kekhilafahan mereka, untuk itu kami tidak pernah menganggap duri terhadap berbagai pergerakan islam yang berbeda metode dalam berdakwah, kami selalu menganggap positif dengan keberadaan mereka sebagaimana gerakan Hidayatullah yang mendakwahkan islam kepelosok terpencil diIndonesia dengan dakwah mereka kami terasa terbantukan, ”
kalau saya boleh tahu, dalam literatur mana saya bisa menemukan pernyataan tersebut? Sekedar memperjelas apakah ‘khilafah ada dalam misi PKS’ ini hanya pendapat anda pribadi, pendapat Al Mukarrom Ust. Rahmad Abdullah (alm.), atau memang sudah menjadi pendapat umum dalam PKS.
Terimakasih atas infonya.
hemip berkata,
Maret 19, 2008 pada 1:04 pm
subhanalloh, kepada saudara2 PKS tenang saja…banyak kok org2 yang memusuhi kalian. bukan hanya partai2 lain tapi harakah2 dakwah yg lain pun seolah olah antipati pada kalian.entah karena iri atau menggunakan “memberi nasehat” sebagai kambing hitamnya. tapi pesen saya …kalian tetep istiqamah saja, org lain mgkin tdk percaya dengan visi khilafah kalian..tapi saya yakin kalian juga sdh beramal, kalian mempunyai visi misi yang menurut saya jauh lebih jelas dan lebih terang benderang.
biarkan lah org lain mengatakan kaliantdk mempunyai visi khilafah…mereka hanya lisan nya sj yang berkata seperti itu.tapi saya yakin hati mereka tidak tertutup..kalau sebenarnya temen2 PKS juga sdh menerapkan syariat islam dalam kehidupan mereka..mulai dari berjilbab, berkeluarga islami dll.saya kira itu bagian dari penerapansyariat islam. lalu apa hl spt itu akankita anggap bahwa PKS tdk mempunyai visi misi khilafah?
tenang saja..biar waktu yg menjawab..saya salut dengan pengelolaan hati kalian (temen2 PKS). kalian dimusuhi oleh banyak elemen bnukankarena kejahatankalian tapi karena kebaikan kalian.mulai dari partai lain, birokrat pemerintahan, bahkan harakah2 lain.tapi ya tetep istiqamah dan optyimal dlmberamal. itu semua adl ujian bagi kalian. untuk semakin mendewasakan kalian dlm berjamaah, dlm berdakwah dan dlm menghadapi berbagai masalah. beramallah maka Allah, RAsul dan org2 yang beriman akanmelihat amal kalian. yg penting tetep amanah dalam dakwah, jaga keikhlasan, jaga kekuatan ruhiyah, jaga kekuatan jasadiyah dan selalu berempati kepada siapapun.
insyaAllah kemenanganitu akan segera datang…yakin lah itu pasti.
fira berkata,
Maret 19, 2008 pada 10:04 pm
Sekedar urun pendapat.
Saya pribadi percaya bahwa PKS memiliki visi khilafah.
Tapi, kita harus objektif. Dan objektif itu mudah, kok. Caranya, kedepankan data. Bukan klaim. Ajukan referensi, literatur, sumber rujukan. Bukan “menurut saya” atau “saya kira”.
Adalah kurang bijaksana bila kita menganggap orang yang tidak memahami visi jamaah/hizb dimana kita berjuang sebagai musuh atau orang yang memusuhi kita. Kalau setiap muslim dari partai lain, birokrat pemerintahan, harakah2 lain, selalu kita anggap sebagai musuh, yang kemudian kritik mereka yang berseberangan dengan kita harus kita posisikan sebagai upaya mendelegitimasi jamaah/hizb kita, lalu siapa yg menjadi teman hizb/jamaah kita dalam berjuang?
Semoga ke depan kita bisa lebih dewasa dalam berdiskusi.
Pendapat Imam Yusuf al-Qardhawiy dan Syaikh Dr. al-Buthi tentang Hadits Ahad Dalam Aqidah « Hanichi Kudou berkata,
Maret 20, 2008 pada 1:30 pm
[...] antum semua terjemahkan sebagai rasa tsiqoh (percaya) saya terhadap komentar akhiina Zulkifli di sebuah tulisan saya, dan agaknya memang tulisan saya itu sedikit menyentuh relung-relung gharizatul baqa’ [...]
Hanif al-Falimbani berkata,
Maret 20, 2008 pada 1:33 pm
بسم الله الرحمن الرحيم
Baiklah, saya akan menanggapi setiap komentator sesuai urutannya dan maaf sebelumnya, tidak semua komentar akan saya tanggapi, hanya bagian-bagian yang penting dan urgen saja -jazakumuLlah khoiran-, oya, catatan, komentator yang menggunakan nama seperti nama saya, “hanif“, itu bukan saya , tetapi seorang akhwat yang situsnya bisa antum semua kunjungi di : http://putvi.multiply.com ..
::Taqiuddin::
AlhamduliLLah kalau benar begitu.. saya juga turut senang, tetapi justru yang menjadi pertanyaan mengapa konsep-konsepnya tidak pernah dikemukakan di depan publik? Jujur, masyarakat juga ingin tahu lho.. lhwa wong HT saja yang konsepnya tentang khilafah digembar-gemborkan secara luas di tengah masyarakat sering mendapatkan kritik yang tajam, apalagi yang tidak pernah diungkapkan, jangan-jangan masyarakat kaget nih karena tiba-tiba seperti itu.. tidak pernah disosialisasikan terlebih dahulu.. Lha wong keder PKS saja pada celingukan kok ketika ditanya bagaimana konsep tentang khilafah.. trus, siapa yanga kan mengembannya mas..?? yang buat kitab sendirian? Yaah.. sangat disayangkan sekali dong.. jadi klo bisa mah.. ayo.. PKS umumkan dong konsepnya tentang khilafah kepada masyarakat, biar masyarakat bisa memahami, mencermati dan urun pendapat, seperti yang dialami oleh HT dengan konsep khilafahnya yang sudah beberapa kali direvisi karena permintaan para ulama.. Jadi.. Ayo.. saya senang sekali jika PKS sudah punya konsep, tinggal mensosialisasikannya.. dan kalau tidak sekarang, lantas, kapan lagi?? Kan khilafah itu wajib hukumnya untuk diterapkan sesegera mungkin..
::precious-soul::
AlahmduliLlah anti mengerti.. tapi sayang, banyak yang menafsirkannya lain, tapi ndak apa-apa.. saya tetap sayang sama mereka..
::Abu Zaydan::
Iya, tulisan saya ini memang untuk menyatukan visi dan misi kita, yaitu menegakkan syariat dan Khilafah itu saja.. hanya saja saya meminta sedikit kejelasan dari teman-teman PKS, apakah mereka benar-benar ingin menerapkan syariat dalam lingkup negara?? saya percaya iya.. tapi kok pernyataan tokoh-tokohnya seperti itu?? Nah.. disinilah saya meminta kejelasannya.. gitu akh.. afwan ya jika antum tersinggung..
::entung::
Syukron atas do’a dan puisinya ya.. saya senang dengan puisi antum..
Amin.. ya mujibassaailin..
::hanif::
Yup itu benar, tapi gelar itu jelas menandakan kalau mereka telah berjuang keras untuk menjadi orang mulia. Benar ukhti, amal kitalah yang akan dihisab, tetapi orang yang beramal tanpa berilmu juga ndak akan sempurna.. jadi kedua-duanya saling mendukung.. gitu.. afwan..
::zulkifli::
Tanggapan saya tetang hadits ahad dalam aqidah bisa antum lihat di : Pendapat Imam Yusuf al-Qardhawiy dan Syaikh Dr. al-Buthi tentang Hadits Ahad Dalam Aqidah
Kalau masnya pengen lihat sebagian besar literatur HT, silahkan download secara gratis Area Download, atau kalau mau yang bahasa arab lebih lengkap, silhakan lihat di http://www.hizb-ut-tahrir.org/index.php/AR/books
JAdi, tidak benar kan kalau terbatas, itu hanya anggapan yang keliru masnya saja.. afwan..
Afwan, perlu saya beritahu bahwa saya juga belum jadi anggota HT, jadi kalau memakai istilah antum saya masih grassroot (bukan grashroot), tapi selama ini saya melihat semua ide HT justru sangat jelas dan gambalang, tidak tersembunyi dibalik jargon-jargon yang umum.. dalam arti, tidka memperjuangkan Islam secara lugas, tapi HT jelas memperjuangakn tegakanya syariat secara lugas, jadi masyarakat bisa tahu semua ide dan tujuan dakwahnya dari awal, sedangkan kebanyakan yang lain masih sedikit sembunyi dalam jargon-jargon yang umum, yang semua parti baik sekular maupun yang mengaku ISlam juga mengusungnya.. afwan..
Iya mas.. terima kasih atas sarannya.. saya senang dinasehati antum.. jazakaLlahu khoiral jazaa..
::fira (nottingham, UK) ::
Syukron wa jazakiLlah atas informasinya..
::njyug::
Iya.. syukron atas nasehatnya.. saya senang dinasehati antum..
::aban tetep ga suka vanilla::
Saya tidak sedang membela harokah lain ataupun menjatuhkan harokah lain.. saya hanya mengingatkan mereka bahwa apa yang mereka tempuh itu tidak saya sepakati, itu saja..
Lho.. baru tau tho.. hehe..
Iya, syukron mas Aban atas nasehatnya.. tapi saya tidka ingin memperkeruh suasana, justru saya ingin menjernihkan kembali apa yang sedang terjadi dengan cara mempertanyakan langkah yang saudara-saudaraku dari PKS perbuat, saya tidka lantas menjadi benci sama mereka kokk.. saya sayaaang.. sekali sama mereka..
::hemip::
Sama mas.. saya juga salut sama temen-temen PKS.. saya juga sayang sama mereka.. jadi kita sama dong.. hehe..
TUK SEMUA..!!
~~Waduh afwan ya semuanya, nanti saya lanjutkan lagi, karena adzan Ashar sudah terdengar, saya ingin shalat Wustho dulu ya.. Insya Allah nanti saya lanjutkan.. JAzakumuLlah..~~
[hanif al-falimbani, 15.00wib]
zulkifli berkata,
Maret 20, 2008 pada 1:50 pm
tuk ukh fira
dalam marotibul amal (capaian-capaian ‘amal) kami, yang kelima dan keenam disebutkan bina’ad-Daulah islamiyah (membentuk negara islam)dan ustadziyatul ‘alam(soko guru/trend setter/central opinion) untuk adalah visi kami bagaimana menjadikan islam ini dalam perwujudan sistem kenegaraan yang berfungsi sebagai pencipta opini dan kebijakan,rujukan ilmiah, pusat kebudayaan dan peradaban, sumber kekuatan militerisme dan polisi dunia dalam ruang lingkup universal (’alamin) bagi negara-negara yang ada dibumi ini yang mungkin saat dihegemoni oleh Amerika dan PBBnya dan inilah fungsi kekhilafahan sebagaimana dalam HT
disini saya tulis dengan lengkap marotibul amal kami:
1.Takwin syakhsiyah islamiyah(membentuk pribadi muslim)
2.bina’ usar islamiyah(membentuk keluarga-keluarga muslim)
3.bina Al Wa’yi Al-islamy lil ‘ijtima’(membentuk opini dan kesadaran islam dalam masyarakat)
4.Ishlahul hukumah (perbaikan sistem sistem hukum negara)
5.bina daulah islamiyah (membentuk pemerintahan islam)
6.ustadziyatul ‘alam(soko guru/trend setter/central opinion)
(*bagi aktivis tarbiyah bila ada kesalahan baik konten ataupun tulisan tafadhol diperbaiaki)
dan mungkin sebagaimana 3 tahapan HT
1.Tatsqif (pemberian wawasan keislaman HT)
2.Tafa’ul ma’al ummah (berinteraksi dengan masyarakat)
3.Peralihan kekuasaan oleh masyarakat kepada sistem kekhilafahan
*karena ane pun pernah ikut halaqoh HT,mempelajari literaturnya dan berdiskusi dengan aktivis HT
nah masing-masing kita punya rujukan yang jelas, kalau dirasa belum cukup silahkan baca literatur-literatur ikhwan yang amat mudah didapati ditoko-toko buku islam, sebagaiman sayapun senantiasa belajar tentang harokah-harokah selain ikhwan.
tips-tips untuk mempercepat berkah amal
-perbanyak amalan fardiyah(sholat sunnah,shaum sunnah,zikir, tilawah !juz/hari)
-perbanyak menghafal al-qur’an
-perbanyak bersedekah
-menjaga Izzah (tidak banyak bicara,banyak beramal, menjaga lisan, tidak banyak meminta perbanyak memberi,santun dan sederhana)
-perbanyak taubat
InsyaAllah dengan keberkahan amalnya segala tujuan dunia dan akhirat pasti cepat terkabul
zulkifli berkata,
Maret 20, 2008 pada 2:23 pm
tuk fira
dalam alquran tidak ada istilah kritik yang ada “fatabayyanu (kalarifikasi)” dan “wa ashlihu bayna akhowaikum(berbuat baik sesama saudara)” ya tentunya dengan wasilah silaturahim. dan cara-cara yang selama yang ada selama ini tidak mencerminkan ukhuwah antara sesama muslim. saya yakin masing-masing kita pastilah tidak akan mengetahui bahkan memahami secara detail metode pergerakan yang lainnya untuk itu tentu tidaklah bijak kita mendikte ini salah dan ini benar menurut perspektif gerakannya.
setiap bagian yang ada dalam islam mesti menjadi kajian dan pendidikan dalam pembinaan masing-masing gerakan dengan bahasan yang sama, akan tetapi berbeda dalam interpretasi/ijtihadnya dan setiap kitapun meyakininya bersumber dari qur’an dan sunnah, dan pengklaiman tentang kebenaran adalah suatu tindakan dari kebodohan.saya yakin aktivis HT tidak akan bisa memaksa doktrin khilafahnya pada konsep daarus-sunnahnya salafy demikian pula ikhwan dengan ustadziatul alamnya dan sebaliknya. sikap pemaksaan itu adalah sebuah kebodohan yang hanya akan menhambur-hamburkan energi dakwah.
yang penting silahkan kita beramal dengan prinsip kaidah gerakan masing-masing, dan biarlah masa depan yang akan menentukan apakah HTkah,Ikhwankah,Salafykah ataukah yang lain yang akan lebih dulu membangun khilafah islamiyah ini, dan biarlah umat yang akan menilai kita sebagai gerakan islam yang berjasa bagi islam atau menjadi sampah sejarah sebagaimana khawarij,mu’tazilah,robithah dan yang lainnya
Hanif al-Falimbani berkata,
Maret 20, 2008 pada 8:43 pm
::Zulkifli::
Wah.. TERNYATA, PKS JUGA INGIN MENDIRIKAN KHILAFAH..!! Allahu Akbar..!! saya senang sekali lho Mas mendengarnya.. AlhamduliLlah..
Tapi Mas, Afwan.. marotibul ‘amal itu ada di buku apa ya? Itu buku yang diadopsi resmi sama PKS ndak? Atau kalau memang rahasia, ndak dikasih tau juga ndak apa2 kok Mas.. Kayaknya itu kan konsepnya Syaikh Hassan al-Banna–rahimahuLlah–. Wah klo benar itu jadi pegangan bagi setiap kader PKS dan para petingginya berarti saat ini langkah-langkah yang PKS lakukan itu sudah pada pencapaian yang mana Mas? Apakah yang dicapai PKS saat ini sudah pada binaa’ Al Wa’yi Al-islamy lil ‘ijtima’ atau Ishlahul hukumah? Kalau saat ini ada pada binaa’ul Wa’yil Islami lantas mengapa kok komentar-komentar para petinggi PKS di depan publik sepertinya enggan untuk menerapkan Syariah? Atau dengan kata lain tidak membina/membangun pemikiran masyarakat dengan Islam dan Syariat? Apakah ada tahap pencapaian lain yang hanya petinggi PKS saja yang tau ya Mas? Misalnya seperti Taqiyatul ghoyyati (Menyembunyikan tujuan)? Atau Marootibul ‘Amal-nya ternyata tidak diadopsi oleh para petinggi PKS itu? Atau hanya sebagian saja yang mengembannya, sedangkan yang lain, tidak merasa terikat dengan marotibul itu? Wah, sayang sekali ya Mas kalau begitu..
Oya, saya boleh agak sedikit berkomentar tentang binaa’ daulah Islamiyyah, mungkin bagi saya ada perbedaan dengan iqomah daulah Islamiyyah..
Kan yang namanya binaa’ itu membangun, berarti asalnya sudah ada dong, misalnya saya ingin membangun rumah, berarti kan rumahnya sudah ada, tinggal dibangun lebih bagus lagi, juga misalkan kalimat seperti saya ingin membangun bangsa ini, berarti kan bangsanya sudah ada, saya yakin, tidka pernah para pejuang kemerdekaan dahulu yang berjuang untuk membangun Negara Indoensia, tetapi mereka berjuang untuk mendirikannya, nah, sekaranglah waktunya untuk membangun. Jadi, kalau membangun itu kan maknanya sudah ada bangunanya, tinggal membangunnya. Sedangkan iqomah (mendirikan) itu lebih kepada mengadakan sesuatu yang belum ada, semisal kalimat, mendirikan negara Indoensia (yang berarti negara Indonesia dahulunya belum ada), atau mendirikan rumah (yang berarti rumah baru), dsb. Jadi kalau membangun berarti sekarang daulah Islamnya sudah ada dong Mas? Afwan saya tanya gitu, karena mungkin saja maksud dari binaa’ daulah Islamiyyah adalah membangun Daulah Islam yang baru, dalam artian, sebeumnya/saat ini belum ada. Kalau begitu maksdunya, AlhamduliLlah..
BTW, Syukron atas ya Mas atas tips-tipsnya untuk mempercepat berkah amal, Semoga itu menjadi Ilmu Yang Bermanfaat, sehingga akan menambah amal ketika kita sudah tiada di dunia ini lagi.. Syukron..
zulkifli berkata,
Maret 21, 2008 pada 9:37 pm
tuk mas hanif
itu ada pada buku agenda kader tarbiyah atau agenda yang berlambang IM yang sering dimiliki para kader dan kalau penasaran biasanya kader setingkat DPC itu sudah tahu dan faham karena konsumsi materi pembinaan terbatas menurut jenjang kader
adapun bagi masyarakat awam dan yang belum memahami karakter gerakan islam, kami lebih mengutamakan dakwah bil hal karena itu terasa lebih efektif, karena nabi pun menganjurkan agar berbicara sesuai dengan kemampuan nalar mereka, didepan masyarakat kita sampaikan dakwah kami menurut konteks kemasyarakatan yang releven, didepan para politisi maka dengan bahasa mereka dan sebagainya, yang jelas bagaimana dakwah ini dirasa simpatik dan menarik bagi mereka dengan substansi yang sama dan tidak ada perbedaan dengan apa yang kami pahami.
yang memang sebenarnya fikroh kita lebih banyak mengadopsi pemikiran Ikhwanul Muslimien,tapi untuk dikatakan bahwa kami IMnya indonesia, kami rasa itu adalah berlebihan karena kalau lihat penjenjangan kader di IM untuk pemulanya saja hafal al-quran min 5juz dan sudah harus tamat membaca dan merangkum triloginya karya syaikh Sa’id Hawwa (Allah,Rasul,AlIslam), dengan beberapa kriteria amalan sunnah yang sudah menjadi kebiasaan yang tak ditinggalkan seperti dzikir alquran tidak boleh kurang dari 1juz,tahajjudya,shaum ayyamul bith(3hari tengah bulan)dhuha, dan katanya sedikit yang saya ketahui untuk jenjang paling tinggi itu salah satu kriteria yang harus dipenuhi adalah tidak boleh memiliki hutang dan tidak memperbanyak yang mubah(bicara,makan,tidur dsb) kalau boleh dibilang kami hanya pengekor mereka, ya setidaknya kami berusaha untuk memenuhi kriteria tersebut
setiap tahapan itu biasanya PKS mencanangkan tahun-tahun khusus bagi masing masing tahapan, misalnya sekitar tahun 99-2000 itu dicanangkan ‘aamun sya’byah artinya masa dimana kader mulai aktif dan mengkokohkan peran dan posisinya dalam masyarakat,dan pada tahapan ini terasa cukup efektif dengan respon masyarakat terhadap keberadaan kader dalam kegiatan masyarakat,
selanjutnya dicanangkan ‘aamun muassisah yaitu masa pembentukan lembaga-lembaga dan yayasan,seperti didirikan LSM-LSM,yayasan-yayasan,sekolah-sekolah islam terpadu dan sebagainya, dan program ini dirasa cukup signifikan juga terhadap perkembangan dakwah tarbiyah diberbagai kalangan meskipun saya melihatnya baru didaerah akses tranportasi dan pendidikan yang menunjang,
dan menjelang pemilu dicanangkan ‘aamun intikhoby yaitu masa-masa persiapan pemilu,aktif diadakan kegiatan TOP(training orientasi Partai) yang dalam bahasa kader disebut dauroh kadiriyah atau dauroh rekruitment dengan materi training pendekatan pendidikan politik bagi masyarakat,
menjelang pilpres dicanangkan program ‘amun daulawy yaitu program dimana dakwah aktivis dakwah terlibat dalam internal pemerintahan, sebetulnya ada cukup keberhasilan dimana kader parlemen bisa mengajak beberepa fungsionaris partai lain untuk mengikuti halaqoh-halaqoh tarbiyah hanya saja, saya rasa kita cukup kelelahan dalam menghadapi issue-issue publik dan opini negatif yang menyerang jama’ah sehingga keberhasilan-keberhasilan yang ada yang sebetulnya cukup signifikan bagi perkembangan dakwah tidak banyak yang tahu khususnya masyarakat luas dan bagi sebagian kalangan kader pemula,
sekitar tahun 2006an jamaah kembali mencanangkan ‘amun thullaby yaitu masa kembali kepada pembinaan para pelajar karena melihat bahwa pertumbuhan dakwah lebih mengalami percepatan dan peningkatan adalah pada segment para pelajar, jadi adalah suatu kemungkinan ketika kami berada pada capaian keempat harus kembali kepada tingkatan ketiga manakala memang kondisi menuntut adanya demikian
ya terserah bina daulah itu mau dipersepsikan sebagaimana metode HT atau gerakan apa sja yang jelas tujuan substansinya tercapai.
saya cantumkan beberpa karakteristik yang harus dipenuhi kader
1.salimul aqidah(aqidah yg lurus)
2.shohihul ibadah(ibadahnya shohih)
3.matinul khuluq(akhlaq yang kuat)
4.qowitul jism(raga yang sehat)
5mutsqoful fikry.(berwawasan luas)
6.munazhomun lisyu’unihi(tertata urusannya)
7.qodirun alal kasbi(berpenghasilan)
8.mujahadatun linafsihi(bersungguh-sungguh melawan nafsunya)
9.nafiun lighoirihi(bermanfaat bagi yang lain)
10.haritsun ‘ala waqtihi(memanfaatkan waktunya dengan baik)
*enam kebawah kayaknya nggak barurutan bagi kader tarbiyah silahkan betulkan kalau ada yang salah
fidyanabdulfattah berkata,
Maret 22, 2008 pada 6:29 am
assalamu’laikum
kayaknya pak zulkifli ini dari tulisan-tulisannya mengagumi ketokohan dan ketinggian para ulama ikhwan,dan lulusan timur tengah.
ngk jadi masalah kalau perlu dicontoh,akan tetapi untuk menemban dakwah islam ,kita tidak perlu jadi ahli fiqih dahulu atau ahli tafsir dahulu.
kemudian pak zulkifli harus memahami,kalau manhaj yan anda jalani anda yakin benar.mbok ya biasakan jangan sakit hati saat ada sesorang dengan dalil alquran dan sunnah menemukakan manhajnya,apakah kita tersinggung dengan ayat dan nash hadis yang disampaikan? yang ada kita juga harus menyiapkan dalil nya juga,bukan malah menyerang individu-individunya,kita harus selalu siap berdialog dan memepertahankan manhaj dakwah yang kita jalani,bukan hanya ikut kata ustadz yang kebetulan kita kagumi.
dan jangan lupa harus siap berdialog,meskipun bukan lulusan kairo dsb,da ingat,sahabat,abu bakar,umar ali dan lain-lain,sangat kasihan sekali jika bukan lulusan dari kairo or timur tengah,
dan perlu diketahui juga sistem pendidikan timur tengah sedan dalam puncak sekulerisasi,munkin ingat saat penjajah perancis ,napoleon bona perte menyerang menduduki mesir,mereka para mahasiswwa al azhar bukan menumandankan jihad,malahan sibuk dengan menghafal alquran dan hadis
zulkifli berkata,
Maret 22, 2008 pada 8:41 pm
tuk ukh fidya
sebenarnya titik tekannya bukan pada legal formalnya,tapi pada sudut pandang kita cara menggunakan dalil yang kita pelajari, apakah kita memahami qur’an dan sunnah itu sesuai dengan tradisi para sahabat atau kaum salaf ataukah tidak, karena kita tidak bisa menginterpretasikan suatu hal yang berkenaan dengan quran dan sunnah kecuali dengan cara pandang dan tradisi kaum salaf tidak dengan mendahulukan cara berfikir pribadi. sebagai contoh pada saat kekalahan sayidina Ali terhadap Muawiyah dalam pentahkiman ,Ali mengkritik kaum Khawarij yang berslogan “Laa hukma illaLlah (tiada hukum kecuali dari Allah)”beliau berkata :ucapan yang benar untuk sesuatu yang salah”.Disinipun kita bisa menentukan siapa yang benar diantara sahabat Ali dan Khawarij, karena apa ?tentunya karena kedekatan sahabat Ali dengan Rasul dan sahabatnya lebih meyakinkan kita bahwa beliau lebih paham dalam memaknai kalimat “Laa hukma IllaLlah”, begitulah kenapa saya lebih mengutamakan salafy daripada kalian,
lembaga-lembaga perguruan islam seperti Al-Azhar mesir itu mereka adalah berdiri sendiri berdaulat penuh tanpa ada campuran dari tangan pemerintah secara kebijakan dan struktural sehingga tidak bisa diintrvensi oleh pemerintah apalagi asing, buktinya dari Al-Azhar lahir ulama-ulama dan pembaharu islam yang aktif memperjuangkan islam dan memerangi sistem kufar, bahkan Syaikh Taqyuddin AnNabhany pun adalah alumni Al Azhar dan iapun mulai nampak jiwa ideologisnya ketika bersentuhan dengan AlAzhar,
kemudian Mekkah dan khususnya Madinah juga demikian , tradisi memulyakan sunnah semenjak jaman sahabat ,tabi’in masih berlaku disana dan masih terjaga utuh sehingga tak sedikitpun bid’ah-bid’ah bisa masuk dalam tradisi mereka walaupun kerajaan saudi tidak seislami sistem peradilannya tapi hal itu tidak mereka permasalahkan selama dinasti su’ud menjaga tradisi sunnah sebab ijtihad ulama-ulama Najd seperti Hasan Al-Bashry,Sofyan Tsaury, Imam Syafi’i,imam Hanbali,Imam Ibn Taimy dan Ibnul Qoyim berpendapat selama Imaroh (pemimpin)masih melaksanakan sholat, menjaga sunnah dan tidak menyuruh kepada kemaksiatan maka sependosa apapun tetap dianggap sebagai pemimpin,itulah konsep daarus sunnahnya salafy, sebenarnya kalau setiap negara adalah saudi,saya sih setuju-setuju saja, selama tradisi kaum salaf tersebut tidak dilanggar secara mayoritas, akan tetapi tidak setiap negara memiliki kondisi dan kesempatan yang sama sehingga saya anggap sikap jumud terhadap pemerintah dan membiarkan muslim yang lain dalam kediktatoran sekular itu adalah menyalahi sunnah sehingga saya lebih merasa sinergi dengan konsep ikhwan yaitu senantiasa menjaga tradisi salaf sebagaimana karakter dakwah kami yaitu dakwah salaf tapi memiliki visi universalitas Islam yaitu dengan semboyan “tegakkan islam dihatimu maka ia kan tegak dibumimu”.
jadi saya kira tuduhan mba yang mengatakan pendidikan islam ditimur tengah itu sedang mengalami puncak sekularasi itu tidak benar, kita tahu bagaimana seorang murtadin sekularis Zayd abu nasr divonis murtad oleh masyayikh AlAzhar setelah pendapatnya dianggap melecehkan Alqur’an dan islam, dan bahkan kader-kader HAMMAS selain menjadi da’i dan mujahid mereka juga mampu membuat roket-roket yang belum bisa dibuat oleh Indonesia dan kabarnya sudah mampu membuat pesawat tanpa awak ditengah kondisi yang tak memungkinkan kecuali dengan kehendak Allah, dan contoh satu lagi ulama ikhwan pakar Syariah dan farmasi alumni Al Azhar asal Yaman Syaikh Zindan yang kabarnya telah menemukan obat yang efektif mengobati HIV/AIDS .
memang tidak harus melalui legal formal, sebagaimana Syaikh Nashiruddin Al Bany atau buya HAMKA keduanya tidak menempuh pendidikan formal tetapi dengan otodidak ,tapi ilmu keduanya tidak dipertentangkan oleh para ulama dan umat muslimin karena karya ilmunya masih menjaga tradisi sunnah kaum salaf . jadi begitu,cukup moderatkan argumen saya, ngga ada yang sakit hatikan?kalau masih ada ya tolong di’Afwanin aja ya
zulkifli berkata,
Maret 22, 2008 pada 8:59 pm
ya contoh lagi, AsSyahid ‘Izzuddin Alqossam (mujahid dan pahlawan palestina sudah ada sebelum IM dan HT lahir) beliau adalah alumni AlAzhar, ketika penjajahan Inggris diMesir terjadi perlawanan keras dari Ikhwanul Muslimien yang dalam berbagai pertempurannya salah satunya di Terusan Suez mampu mengalahkan inggris pioneer intelektualnya yang memprakarsai perlawanan oleh IM itu selain Imam Syahid hasan AlBana adalah mahasiswa dan ulama AlAzhar, juga dalam pertempuran IM dengan Yahudi diPalestina tak sedikit mahasiswa AlAzhar yang ikut serta dan syahid dalam pertempuran itu, konon kabarnya Syaikh Taqyuddin yang saat itu masih mahasiswa ikut serta juga.
jadi jangan mengeneralisir ya mba
zulkifli berkata,
Maret 23, 2008 pada 6:40 am
fidyanabdulfattah berkata,
dan perlu diketahui juga sistem pendidikan timur tengah sedan dalam puncak sekulerisasi,munkin ingat saat penjajah perancis ,napoleon bona perte menyerang menduduki mesir,mereka para mahasiswwa al azhar bukan menumandankan jihad,malahan sibuk dengan menghafal alquran dan hadis
tuk mba fidya
mba tidak usah khawatir islam tercabut dari negri mesir,mekkah,madinah dan beberapa negara syam karena apa?karena negri-negri muslim tersebut sering disebutkan dalam AlQuran yang menurut tafsiran ulama-ulama salaf bahwa Allah menjamin terjaganya islam dinegri-negri tersebut, dan sekularisme tak akan menyentuh kecuali mungkin hanya sistem pemerintahannya tidak pada pewarisan ilmiah keislamannya.
sehingga cukup relevan kalau saya mempertanyakan kredibilitas pemahaman islam seseorang yang tidak bersumber pada sumber yang terpercaya, sebagaimana tokoh-tokoh JIL yang mempelajari islam di Chicago,kanada dan negara-negara yang memusuhi islam,apa mungkin mba akan mengikuti fikroh HT apabila syaikh Taqyuddin adalah lulusan Chicago university? bagaimanapun juga predikat sebagai alumni AlAzhar yang beliau miliki membuat kita merasa nyaman untuk mengkonsumsi fikrohnya kan? makanya tentunya saya pun bersikap demikian ,Snouck hourounge saja mencari simpatik umat islam Indonesia dan ulamanya dengan belajar bertahun-tahun diMekkah sehingga umat islampun terkecoh dengan sosoknya
ada memang ulama yang mengenyam pendidikan barat seperti AsySyahid Sayid Quthb, tapi tahun-tahun beliau dalam menuntut ilmu diAmerika tidak mengubah karekteristik keislaman yang kuat yang telah beliau terima dari tempaan kultur keluarga yang menjaga tradisi keislamaan yang kuat sehingga dalam karya-karyanya tidak didapati ketidak sesuaian dengan ilmu keislamaan bahkan terasa lebih keras dari kerasnya salafy sehingga syaikh Manna’ Al Qohthon seorang guru besar disalah satu universitas diSaudi berujar bahwa sastra yang tertuang dalam tafsir fi zilal sebegitu tingginya sehingga bila diibaratkan dengan Sayid Quthb beliau ibarat mahasiswa lulusan i’dad (setingkat diploma)dengan seorang doktor
dan janganlah sekali-kali meremehkan hafalan Quran dan hadis dengan para penghafalnya karena itu adalah sedekat-dekatnya hidayah dan sedekat-dekatnya keberkahan Allah, Allah menjamin abadinya Alquran dan islam salah satunya adalah dengan adanya para penghafal AlQuran dan hadis.sudah tentu mereka telah menjalankan sebagian syariat mendahului kita yang belum menghafalnya, Allah senantiasa memberikan banyak manfaat kepada islam melalui para penghafalnya meskipun bukan da’i pergerakan akan tetapi penghafal AlQuran dan hadis tidak pernah memiliki niat untuk meninggalkan perjuangan dijalan islam karena tidak ada dalil yang mengharuskan seorang muslim berjuang untuk islam dengan bergabung diantara jama’ah-jama’ah pergerakan seperti Ikhwan,HT, salafy atau yang lainnya, dan para ulama sepakat dengan wajibnya seorang muslim untuk berusaha menghafal Quran karena mustahil kita membahas keislaman tanpa melibatkan alquran bahkan terasa pincang sekali berdakwah tapi tidak mengharuskan da’i menghafal alqur’an, kalau dalam halaqoh tarbiyah seorang binaan diwajibkan untuk menyetor hafalan dari quran secara sistemik sebagai suatu keharusan dan sebagai suplemen dianjurkan menghafal hadis arba’in annawawi.
saya cantumkan susunan acara halaqoh tarbiyah yang sehat
1.Iftitah (pembukaan)
2.Tilawah
3.Taujih Anggota
4.Setoran hafalan quran/hadis arbain
5.Infak Anggota
6.Tadabbur Majmu’atur Rosa’il Imam Syahid Hasan AlBanna
7.Materi Tarbiyah(Aqidah,Ibadah,Muamalah,Fiqh Dakwah,Siroh dsb)
8.Diskusi
9.Curhat Anggota
10.Evaluasi amalan harian Anggota (sholat sunnah,shaum sunnah,bina rumah tangga,sedekah,silaturohim,membaca,dengar berita,kemasyrakatan dll)
11.Doa Robithoh (pengikat hati)dan penutup majlis
jadi dalam Tarbiyah menghafal Quran dan Hadis mempunyai tempat istimewa dalam dakwah kami, bahkan kami sudah mendirikan ma’had-ma’had ‘ilmy dan tahfiz Quran dibeberapa kota, jadi bagaimana dengan HTI
hilman el badar berkata,
Maret 25, 2008 pada 7:14 am
yaa allah…..
kami bermunajat kepada_MU semoga umat ini bersatu padu
untuk bersama menegakkan kalimat_MU yang agung….amiin
saudara-saudaraku…..
saya agak merinding jika membaca tulisan2 yang isinya (maaf) ada kesan menyalahkan (menilai dirinya/kelompoknya paling benar-dan yang lain tidak). Khawatir itu akan menjadikan umat tafarruq. Hal itu yang sedang diusahakan oleh kaum kufar sekarang. Pasti anda semua sudah lebih mengetahuinya…
So..waspadalah…yu bersatu berusaha..walau mungkin melalui jalan yang berbeda….tak usah takut kehabisan atau ditinggalkan massa/pengikut…
Hanif al-Falimbani berkata,
Maret 25, 2008 pada 6:48 pm
::zulkifli::
Pertanyaan saya tidak antum jawab dengan baik Mas Zulkifli, mohon dijawab satu per satu. Jika antum tidak menjawabnya satu per satu, saya akan hapus komentar antum, afwan..
::zulkifli & hilman el badar::
Maaf.. Anda berdua sudah bicara di luar konteks.. Tulisan ini mengomentari PKS dan aksinya yang tidak Syar’i.. Jangan disangkut pautkan dengan gerakan lain.. mohon pengertiannya.. Apapun komentar anda silahkan saja, Insya Allah nanti di akhirat kita pertanggungjawabkan bersama, mana yang fitnah, mana yang menyeru kepada kebenaran, mana yang dilandasi dengan niat yang baik, mana yang dilandasi dengan iri dan dengki.. Siapa yang membela kebenaran dan siapa yang mempertahankan kebathilan, kita akan pertanggung jawabkan semuanya..
Terima KAsih atas komentar anda di Blog saya.. Wassalaamu’alaykum..
zulkifli berkata,
Maret 27, 2008 pada 10:16 am
tul akh hanif
1.marotibul ‘amal itu ada dibuku agenda pegangan kader dengan jenjang tertentu atau ada juga dalam karyanya ust.Hilmi aminuddin yang judulnya saya lupa,atau dibuku agenda yang berlambang ikhwanul muslimien dan itu adalah mukhtasar dari majmu’ayur rosail Imam syahid Hasan Albanna
2.kalau sudah menjadi buku pegangan kader ya tentu resmi dan menjadi konsumsi wajib untuk jenjang tertentu bukan untuk selain jenjang tersebut
3. sayakan sudah membahasnya panjang lebar dikomentar atas dari ‘aamun sya’biyah sanpai ‘aamun thullaby
4.pendapat saya kita baru sebatas bina’ wa’yil islamy dan ini bukan pernyataan resmi jamaah,karena itu adalah Amniyah jamaah(dokumen/hal yang bersifat rahasia yang mengetahui hanya jajaran atas kami, dan kemajuan jamaah sejauh mana baik dalam konteks nasional ataupun transnasional saya tidak tahu menahu yang saya tahu hanya sebatas kasat mata penerimaan masyarakat terhadap jamaah)
5.pendapat saya yang ini saya rasa diamini oleh para kader biar mereka menikmati pelayan kami terdahulu sehingga mereka memberikan ketsiqohan(kepercayaan) untuk mengatur dan menentukan arah hidup mereka sebagaimana ketika pasca fathulmekkah Rasulullah mendahulukan ghonimah bagi masyarakat jahiliyah yang baru masuk islam agar mereka merasa senang dengan islam seperti yang beliau katakan dihadapan sahabat Anshor bahwa Rasul hanya memberikan sampah dunia ini hanya untuk membuat mereka lebih tertarik kepada islam. dan itulah dakwah yang paling relevan dan efektif dalam masyarakat dan kami tidak terlalu berharap mereka memahami firoh kami namu biarlah kami yang mau memahami mereka terlebih dahulu, kami berharap mereka bisa ambil bagian dari dakwah kami atau menjadi simpatisan atau sekurang-kurangnya mereka tidak menghambat gerak dakwah kami, ketika mereka sudah merasa nyaman dengan pelayanan kami, saya yakin apapun yang kami katakan itu seakan-akan menjadi fatwa bagi mereka dan itu sudah pernah terjadi dibeberapa daerah percontohan.
6.surat nuh ayat 8-9 bahwa nuh menyeru umatnya pada kondisi yang tepat ia menyeru mereka secara jahry dan pada hal tertentu secara sirry itu mungkin yang bisa saya kutip dari Alquran, karena apa yang ada dalam kami mahdudun lanaa ‘indana walaa li ‘aammatil ummah termasuk juga tidak bagi antum .fahamilah sendiri dan tidak usah terlalu menelisik hal sensitif ini kalau antum mau tahu lebih banyak, gambung dalam jamaah penuhi jenjang-jenjangnya niscaya antum akan tahu dan saya sudah memberikan kepada antum lebih dari yang seharusnya saya berikan dan saya tidak melayani lebih dari ini
7.wah ngga tahu yah kalau antum itu ternyata lebih tahu dari ana
8.kalau yang mendapat amanah publik tentunya mereka dituntut merealisasikan menurut kerangka kebijakan yang ditentukan oleh jamaah bagi masyarakat bukan bagi kader
fira berkata,
Maret 27, 2008 pada 11:48 pm
Akh Zulkifli,
Bagaimana caranya supaya masyarakat awam seperti saya bisa mendapatkan buku marotibul ‘amal PKS? Mohon diperjelas judul bukunya, penulis, penerbit, harga, dan karena Akh Hanif kelihatannya juga berminat, barangkali anda bisa menginformasikan kalau di UGM atau sekitar Yogyakarta, dimana buku tersebut bisa diperoleh?
Kemudian, masih berkaitan dengan khilafah, adakah PKS juga menerbitkan buku yang spesifik membahas tentang kekhilafahan? Kalau di Hizbut Tahrir, salah satu yang membahas secara detail bisa didapatkan di kitab Syakhsiyah 2 dan saya kira anda tidak kesulitan mengakses kitab tsb di Indonesia. Kalau ada buku dari PKS yang khusus membahas khilafah, mohon info juga mengenai judul, penulis, dan penerbitnya.
Atau kalau tidak, untuk Akh Hanif, mungkin kita bisa bekerjasama memesan buku marotibul ‘amal tersebut kepada Akh Zulkifli. Dikirim ke tempat antum (Yogya?) ntar antum scan-kan utk dikirim ke saya. Atau gimana nantilah. Teknis bisa diatur via japri. Soal biaya, insya Allah nanti saya usahakan.
jazakumullah khayran katsira.
tr1k4 berkata,
Maret 28, 2008 pada 6:43 pm
he he
komennya ttg PKS menarik..
tapi lha wong namanya dunia politik.. dunia abu-abu..
piye meneh..
zulkifli berkata,
Maret 29, 2008 pada 8:40 am
tuk fira
marotibul amal secara ekslisit dijelaskan dalam forum halaqohnya kader tarbiyah setingkat muntashib(madya) yang dalam bahan mentahnya ada dirosmul bayan (tulisan arab berpanah) dan dalam buku agenda kader hanya disebutkan sebagaimana yang saya tulis diatas.
tentang peran manusia dalam kekhilafahan itu ada pada materi tarbiyah/rosmul bayan yaitu dalam salah satu submateri dari materi thookotul insan dan juga dibahas secara eksplisit dalam tahapan-tahapan dakwah menurut periodesasi dan karakteristik dakwah rosul dibahas tuntas dan berkesinambungan dalam halaqoh tarbiyah yang dalam rosmul bayan hanya ditulis arab dan garis panah yang menjadi konsumsi kader muntashib(madya) insya Allah kalau saya tidak lupa akan saya scan materi tarbiyahnya tapi mungkin agak dirasa percuma karena itu hanya bahan mentah dan hanya seorang murobbi yang bisa menerangkannya karena mereka punya kita pegangan dan referensi khusus yang terbatas untuk kalangan mereka dan saya belum termasuk didalamnya, tapi coba saja diskusi sama pejabat teras atau ustad DPDnya PKS itupun kalau mereka beredia karena jujur saja itu bukan konsumsi umum sekalipun kader pergerakan bahkan bagi kader sendiri yang belum mencapai jenjang tertentu. dan saya sendiri sebetulnya sudah terlalu lancang menjelaskan hal ini karena saya tidak punya lisensi dan hak dari jamaah untuk menjabarkannya
enthung berkata,
Maret 29, 2008 pada 5:12 pm
bismillahir rahmaanir rahiim
medan angan-angan berbeda dengan medan kata-kata,
medan kata-kata berbeda dengan medan amal perbuatan,
medan amal perbuatan berbeda dengan medan keikhlasan.
pencaci berbeda dengan yang dicaci,
pencemooh berbeda dengan yang dicemooh,
pengkritik berbeda dengan yang dikritik.
tergesa-gesa berbeda dengan kesabaran,
kefahaman berbeda dengan fanatik,
keteguhan berbeda dengan kefuturan,
kasih sayang berbeda dengan serampangan.
itulah dakwah yg harus kita sampaikan dengan keindahan,kasih sayang,
kelembutan, hikmah hasanah, penuh ibrah.dakwah yang terangkai melalui kata-kata bijaksana, dakwah yang terefleksi dalam pikiran dan kata-kata, dan dakwah yang menjelma ke dalam karakter asasi kita. dakwah yang jauh dari emosi jiwa. dakwah seperti itulah yang akan mampu menembus hati manusia. karena dakwah kita bukan kepada fisik semata tapi jauh lebih dari itu yaitu dakwah kita adalah dakwah kepada hati manusia.
untuk itu semoga istiqamah, tegar dalamdakwah dan jangantergesa-gesa dalam mencapai buah dakwah.
amin.
selamat berjuang
fira berkata,
April 3, 2008 pada 9:43 pm
Untuk Akh Zulkifli,
Percayalah akhi, tidak ada yang percuma bila kita melakukan sesuatu semata mengharap keridhoan Allah Swt dan perbuatan tersebut tidak haram. Jadi saya (dan barangkali juga teman2 di forum ini) menyambut baik niat tulus antum untuk men-scan-kan materi khusus tentang khilafah versi PKS. Mudah-mudahan memberikan pencerahan bagi kita semua dan dihitung ibadah bagi yang mau belajar dan mengajari.
Kemudian, saya merasa ada yang janggal dengan beberapa pernyataan antum. Pernyataan-pernyataan semacam, “hanya seorang murobbi yang bisa menerangkannya karena mereka punya kita pegangan dan referensi khusus yang terbatas untuk kalangan mereka”, juga kalimat “coba saja diskusi sama pejabat teras atau ustad DPDnya PKS itupun kalau mereka beredia karena jujur saja itu bukan konsumsi umum”, tidakkah menunjukkan eksklusifitas PKS?
Di sisi lain anda menuding Hizbut Tahrir eksklusif dalam hal literasi [kalimat "Sedangkan HT literatur mereka terbatas untuk kalangan sendiri karena pengalaman bahwa literatur mereka banyak yang dikritik dan dihujat ulama-ulama timur tengah, pengikut mereka tidak dianjurkan mengkaji literatur lainnya sebelum melahap habis buku-bukunya dan pimpinan mereka pun penuh kerahasiaan", zulkifli, 5 Maret 2008].
Realitas di lapangan, sejauh pengalaman saya, mendapatkan literatur yang memuat pemikiran2 Hizbut Tahrir jauuuuuuuhhhhhhhhhhhh lebih mudah dibandingkan dengan upaya mencari literatur2 PKS. Karena mudah dicari dan dibaca itulah literatur Hizbut Tahrir banyak didiskusikan, diperdebatkan, atau meminjam istilah anda, dikritik dan dihujat.
Tapi ini lebih baik karena dgn demikian pemikiran2 Hizbut Tahrir terbuka bagi umat. Hizbut Tahrir bukan partai terbuka, tapi pemikirannya terbuka untuk ditelaah semua orang.
Sementara PKS berniat menjadi partai terbuka/inklusif, tetapi pemikiran2nya kenapa kok tertutup?
Pernyataan “pengikut mereka (Hizbut Tahrir) tidak dianjurkan mengkaji literatur lainnya sebelum melahap habis buku-bukunya dan pimpinan mereka pun penuh kerahasiaan,” benarkah pernyataan ini?
Bukannya kenapa2, kalau salah, anda harus meminta maaf kepada seluruh kader Hizbut Tahrir di seluruh dunia dan mereka harus mau memaafkan anda. Lha daripada ditagih di akhirat?
[Gimana kader Hizbut Tahrir Indonesia, emang di Indo kader HT ngga boleh baca literatur non-HT?]
Kelihatannya, kalimat anda di atas lebih pas disematkan bagi kader2 PKS. Minimal buat anda. Karena anda sendiri menyatakan, “hanya seorang murobbi yang bisa menerangkannya karena mereka punya kita pegangan dan referensi khusus yang terbatas untuk kalangan mereka dan saya belum termasuk didalamnya, tapi coba saja diskusi sama pejabat teras atau ustad DPDnya PKS itupun kalau mereka beredia karena jujur saja itu bukan konsumsi umum sekalipun kader pergerakan bahkan bagi kader sendiri yang belum mencapai jenjang tertentu.”
Sebenarnya banyak sekali pernyataan anda yang tidak konsisten. Tapi cukup itu sajalah. Mudah2an lain waktu kalau menulis biasa mencantumkan rujukannya.
Mohon maaf atas segala kekhilafan.
enthung berkata,
April 4, 2008 pada 5:17 am
to : zulkifli
insyaALlah bukan hanya petinggi2 PKS saja yang tahu konsep2 khilafah.tapi banyak yang tahu dari kader atau simpatisan…hanya saja mungkin jarang yang menyampaikan dengan cara serampangan bahkan ga ada. tapi mereka semua sering menyampaikan konsep2nya dengan cara yang kebanyakan orang lain tidak merasakan. dan ini sdh dilakukan sejak lama. sehingga wajar kalao banyak harakah yang menuduh PKS tdk memperjuangkan syariah (saya memaklumi) karena mereka tdk membaca gerakan PKS secara menyeluruh..mereka hanya menyoroti salah satu sisi PKS saja dengan melupakan sisi yang lain.
sudah tidak usah mengembangkan budaya su’udzon.khusnudzon saja. semua harakah pasti menuju pada khilafah. kita kalau mau jujur kan bisa melihat perkembangan di masyarakat kita….apa kerja2 kita sdh membawa manfaat apa belum.apa kerja kita sdh optimal apa belum.bagaimana sambutan masyarakat dengan dakwah2 yang kita sampaikan. kita harus tahu itu semua.apa dakwah kita hanya bagi kalangan tertentu saja dengan meninggalkan kalngan yang lain?sudah lah tidak usah terlalu banyak berdebat tentang hal2 yang kurang manfaat. insyaALlah semua aktivis dakwah itu membangun bangunan yang semua nya tujuan nya sama. masalah konsep dan metode ya terserah mereka sendiri2.selama kerja2 mereka masih terbingkai dalam amal jama’i, insyaALlah akan berkah selalu.
yang penting itu sekarang kita, perbarui kekuatan kita, rekrut sebesar2nya masyarakat kita, ajak mereka semua dalam barisan kebaikan.jangan habiskan waktu kita hanya untuk hal2 yang kurang membawa maslahat bagi kita semua.tebarkan keindahaniman kita, gemakan kembali sbda2 RAsul kita di jaman sekarang.
berdoalah selalu bagi diri kita pribadi dan saudara kita semua sekalipun beda harakah. jangan pelit2 mendoakan orang lain.biar hati ini selalu terikat dalam taliNya. terikatlah selalu kerja kita dalam harakah yang kita yakini.jaga kebersihan hati kita semuanya, tampilkanhati di setiap kita berbicara, berbuat dan berprasangka.
akhi zulkifli, selalu istiqamah dalam berharakah ya.tetep semangat dan selalu perbaiki hubungan denganmurabbi (kalo masih ngaji) kalo sdh ga ngaji ya diusahakan ikut lagi lah …kan halaqoh itu forumyang tdk tergantikanoleh forumyang lain. jadi betapa nikmatnya kita berhalaqoh.juga jaga dan manajemen emosi kita. jangan mudahsekali terjebak pada hal2 yang kurang bermanfaat, jaga asholah2 dakwah ini, jangan melayani orang2 yang iseng2 saja, insayaALlah kerja2 kita dalam jamah ini akan selalu membawa manfaat kok bagi masyarakat. sekalipunbanyak orang yang tidak suka. tapi saya yakin hati2 mereka tidak tertutup…yang tertutup hanya lisan2 mereka saja. tapi hati mereka insyaALlah selalu mendukung kerja2 dakwahkita.gmana. OK!tetep istiqamah ya!afwan jangan marah ya atas nasehat ini.
sekiandan thx.
Eka Kurnia berkata,
April 8, 2008 pada 11:27 am
Makin rame aja niy diskusinya.
Ane sebagai kader PKS yang belum sampe tahapan materi marotibul ‘amal yang berisi adanya sistem pemerintahan Islam karena ane tsiqoh terhadap jenjang kader yang ditetapkan oleh tanzhim pada diri ane yang belum sampai pada tahap kesana. Setidaknya itu belum menjadi konsumsi ilmu untuk kader setingkat ane, apa lagi yang bukan kader.
Laah sekarang orang2 HT atau orang diluar kader PKS malah meminta buku tersebut untuk di konsumsi. Bukannya melarang, karena memang aturan tanzhim kita seperti itu. Ilmu tersebut khusus untuk kader aja. Sekarang klo antum mau mendapatkan ilmu tersebut, yaah gabung aja di kaderisasi kita dan lewati tahapan2 kaderisasinya. Jangan mengharapkan setelah menjadi kader, kita berhak mendapatkan materi tersebut. Itu sama aja kita menjadi kader karbitan.
Sebaiknya antum semua memahami aturan yang terdapat pada tanzhim ini. Itu semua demi rapihnya tahapan kaderisasi dan jamaah pada tanzhim kita. Syukran jazzakallah atas komentar dari akh zulkifli.
fira berkata,
April 8, 2008 pada 7:36 pm
Ya nggak apa-apa kalau pengetahuan tentang sistem pemerintahan Islam alias khilafah versi PKS ternyata adalah “ilmu khusus untuk kader aja” (pinjem istilah Mas Eka).
Barangkali saya mo cerita dikit kenapa referensi itu penting.
Tanggal 23 Agustus 2007, Ustadz Risyanto Aris, yang menjabat sebagai Ketua Biro Dakwah Thulabiyyah DPD PKS, membuat tulisan bertajuk Sesumbar Hizbut Tahrir Pasca Konferensi dan dipublikasikan secara terbuka dalam blog-nya. Tulisan tersebut membantah (utk tak mengatakan menghujat) pernyataan Prof. Dr. Hassan Ko Nakata yang manyatakan bahwa Hizbut Tahrir adalah gerakan Islam satu-satunya yang memperjuangkan khilafah.
Tulisan lengkap beliau bisa disimak di http://rhisy.blogsome.com/2007/08/23/37/
Rahmat Budi, seorang wartawan dari koran Republika, kemudian memperjelas bahwa Hassan Ko Nakata, bukan anggota Hizbut Tahrir.
Rahmat Budi yang wawancaranya dengan Prof. Nakata dimuat di Republika, 24 Agustus 2007, menulis, “Prof (Hassan) Ko Nakata dari Jepang yang tampil dalam Konferensi Khilafa Int’l
di Gelora Bung Karno tempo hari BUKAN anggota Hizbut Tahrir.
Dia hanya pengamat gerakan politik Islam.
Disertasi dia di universitas Kairo mengenai ‘Pemikiran Politik Ibnu Thaimiyah’
Pernah bekerja di Arab Saudi, juga mengunjungi beberapa negara Islam.
Jadi dia mengamati semua pergerakan Islam kontemporer seperti Ikhwanul Muslimin
(IM atau afiliasi PKS), Jamaat e Islamy-nya Maududi, Hizbut Tahrir, dll.
Tentang ucapannya di situs HT bahwa HT adalah gerakan Islam satu-satunya yang
memperjuangkan khilafah itu dia ucapkan pada Senin 13 Agustus, sehari setelah
konferensi itu, dalam sebuah acara HT di Kantor Menpora, yang dihadiri menteri
dari PKS juga, Adhyaksa Dault.
Saya kebetulan memaksakan hadir dalam acara itu karena ingin wawancara dengan
Nakata.
Malam itu Nakata mengatakan bahwa HT adalah satua-satunya gerakan Islam bersifat
internasional yang memperjuangkan konsep khilafah.
IM menurutnya hanya untuk orang Arab
Jamaat e ISlamy hanya untuk orang Pakistan
Komentar saya, gerakan Islam lain juga punya cita-cita memperjuangkan khilafah
namun tak secara resmi dan tegas.
Saya ambil contoh PKS atau IM
Tak mungkin PKS/IM mengaku secara resmi juga memperjuangkan khilafah. Jangankan
khlafah, mengaku ingin mendirikan negara Islam saja risiko politisnya besar.” [mailing list keadilan4all@yahoogroups.com, 1 Sept 2007]
* * * * *
Hassan Ko Nakata tidak sendirian. Di luar ia, masih banyak peneliti yang mengkaji Hizbut Tahrir dan upayanya utk menegakkan khilafah. Ada Zeyno Baran yang hasil risetnya tentang Hizbut Tahrir dimuat secara terbuka di Foreign Affairs, ada Ariel Cohen dari The Heritage Foundation yang menulis bahwa Hizbut Tahrir adalah ancaman bagi AS di Asia Tengah, ada Madeleine Gruen, intelligence analyst with the New York City Police Department yang meneliti sepak terjang Hizbut Tahrir di United State, dan banyak lagi.
Tentu tak semua hasil penelitian tersebut menyenangkan untuk dibaca oleh para kader Hizbut Tahrir. Tapi satu benang merah yang bisa ditarik dari hasil-hasil riset tersebut, semuanya sejalan dengan pernyataan Prof. Nakata bahwa Hizbut Tahrir memang masih satu-satunya gerakan Islam bersifat internasional yang memperjuangkan penegakan kembali khilafah.
Apakah PKS juga memperjuangkan khilafah? Karena sejauh ini PKS tak pernah gamblang dan lugas menyatakannya, ditambah lagi literatur2nya yang bersifat rahasia, barangkali muslim yang memperjuangkan penegakan khilafah hanya bisa berharap mudah2an PKS juga mengupayakan tegaknya khilafah meski belum ada data yang bisa kita akses bersama-sama yang membuktikan hal tersebut.
enthung berkata,
April 8, 2008 pada 11:22 pm
astaugfirullah hal adzim…inikah kata kata bijak seorang aktivis dakwah Islam?apakah ini ajaran Rasul tercinta kita?apakah ini hasil ngaji kita yang bertahuan-tahun?apakah pernah Rasulullah mengklaim bahwa dirinya paling baik?apakah kita diajarkan bahwah harakah kita paling mumpuni dan paling berani dalam memperjuangkan khilafah?
sudah saya katakan,betapa indah kalau kita membudayakan khusnudzon, bahwa semua gerakan Islam pasti ingin mengembalikan khilafah.termasuk PKS saya yakin juga memperjuangkan khilafah. apa kemudian ketika PKS tidak secara vulgar itu berati PKS tidak memperjuangkan khilafah?
malah sesungguhnya saya melihat mereka (PKS) sdh memulai menegakkan syariah dari hal yang kecil…hanya saja orang-orang yang sombong dan ashobiyah menganggapnya itu belum termasuk penegakan khilafah.
apa ketika kita berdakwah itu tidak menggunakan strategi?apa kita asal bersuara saja?apa kah kurang teladan Rasul kita bagaimana kita menyampaikan nilai-nilai Islam?apa Rasulullah menyamaratakan semua umatnya untuk diberikan sentuhan Islam?saya kira tidak.begitu pula seharusnya kita, ketika menyampaikan islam haruslah dengan kelmbutan hati dan bukan kesombongan jiwa alih-alih pemaksaan.naudzubillah..semoga kita terhindar darinya.
karena dakwah kita adalah dakwah penuh keindahan, dan cara-caranya pun harus kita lakukan dengan keindahan pula.semoga kita terjaga dari kesombongan jiwa, terhindar dari ashobiyah jamaah dan terjauhkan dari sifat iri. masrilah kita beramal dengan sebenar benarnya amal. tampilkankeikhlasan kita dalam berdakwah. tidak perlu kita melayani suara-suara miring tentang dakwah kita. hanya menghabiskan energi saja.
thx
petarung berkata,
April 8, 2008 pada 11:29 pm
mungkin ukh fira sekali kali bertanya kepada para sesepuh HTI di Indonesia. ada apa 2 minggu sebelum acara KOnferensi Khilafah Internasional?ada kejadian apa?apa hubungan HTI dengan peminjaman tempat di GOR Gelora Bung Karno?sekali kali bertanyalah pada sesepuh HTI.biar antum tahu apa sebenranya yg terjadi pada HTI.
zulkifli berkata,
April 9, 2008 pada 9:24 am
tuk HTI semuanya
ane off aja deh dari debat kusir ini, awalnya usaha ane hanya sekedar meluruskan tuduhan kalian terhadap keikhlasan ikhwah dalam berdakwah, ane kira sampai ikhwah menguasai parlemen seutuhnya pun kalian tetap subjektif dan keras hati terhadap kami sebagaimana yang terjadi pada HAMMAS , PKP dan REFAH diturki,walaupun kalian sendiri banyak yang perlu diintrospeksi, dan saya yakin mujahid-mujahid yang telah berkorban tuk alaqsho dan bumi islam tetap tercatat sebagai syuhada tidak akan berubah sama sekali walaupun dengan hujatan dan tuduhan kalian.’alaa kulli hal zamanlah yang akan membuktikan.
Tuk Ikhwah fillah
ane kira ada baiknya kita taati nasihat masyayikh kita, jangan pernah sekali-kali menggubriskan segala hal yang memojokkan kita sekalipun dari sesama muslim karena implikasinya tidak hanya menghabiskan energi kita untuk berdakwah tapi akan mengindikasikan perpecahan dalam tubuh umat islam
enthung berkata,
April 9, 2008 pada 4:56 pm
subhanalloah, benar bang zulkipli. jangan sampai kita menghabiskan energi hanya untukmelayani debat2 yang kurang membawa maslahat. umat dan masyarakat dunia akanmelihat kok siapa yang berjuang dan beramal. semua akan tahu dan akan merasakan bagaimana dakwah bisa tersampaikan dengancara yang ahsan dan indah sebagaimana Rasul telah mencontohkankita semua.
iya tidak hanya orangkafir yang menuduh dakwah2 kita…bahkan umat muslim sendiri juga tidak sedikit yang mencaci kerja-kerja dakwah kita…dan insyaALlah ini sudah biasa kita alami. maka kuatkan ruhiyah kita serta optimalkan kerja-kerja besar kita.masih banyak lahan dakwah yang harus kita kelola…dan terlalu sedikit yang masih kita berikan bagi dakwah ini bahkan ga ada…maka ga ada gunanya klo kita sering menanggapi suara2 miring dari yang lain.OK bro!
BIARLAH ALLAH RASULDAN ORANG-ORANG YANG BERIMAN YANG MELIHAT AMAL KAMI.
medan angan-angan berbeda dengan medan kata-kata,
medan kata-kata berbeda dengan medan amal perbuatan,
medan amal perbuatan berbeda dengan medan keikhlasan.
pencaci berbeda dengan yang dicaci,
pencemooh berbeda dengan yang dicemooh,
pengkritik berbeda dengan yang dikritik.
tergesa-gesa berbeda dengan kesabaran,
kefahaman berbeda dengan fanatik,
keteguhan berbeda dengan kefuturan,
kasih sayang berbeda dengan serampangan.
itulah dakwah yg harus kita sampaikan dengan keindahan,kasih sayang,
kelembutan, hikmah hasanah, penuh ibrah.dakwah yang terangkai melalui kata-kata bijaksana, dakwah yang terefleksi dalam pikiran dan kata-kata, dan dakwah yang menjelma ke dalam karakter asasi kita. dakwah yang jauh dari emosi jiwa. dakwah seperti itulah yang akan mampu menembus hati manusia. karena dakwah kita bukan kepada fisik semata tapi jauh lebih dari itu yaitu dakwah kita adalah dakwah kepada hati manusia.
untuk itu semoga istiqamah, tegar dalam dakwah dan jangan tergesa-gesa dalam mencapai buah dakwah.
amin.
selamat berjuag.
sahaqqani berkata,
April 11, 2008 pada 10:25 am
Salam kenal,
Terima kasih artikelnya.
sahaqqani berkata,
April 11, 2008 pada 10:32 am
http://sahaqqani.wordpress.com/
fira berkata,
April 11, 2008 pada 8:46 pm
untuk akhi petarung, mengingat posisi saya yang saat ini tidak berada di Indonesia, bisakah anda menyebutkan lebih jelas siapa sesepuh hti yang anda maksudkan dan bagaimana menghubunginya?
pertanyaan lain kepada anda, mengapa saya harus menanyakan pertanyaan2 tersebut?
Hanif al-Falimbani berkata,
April 12, 2008 pada 10:50 pm
::Mas zulkifli ::
Syukron wa jazakaLlah khoir jika antum bersedia meluangkan waktunya untuk itu.. Insya Allah akan saya sebarkan ke teman-teman yang lain sebagai bukti bahwa PKS memang ingin menegakkan Khilafah, karena memang saat ini saya butuh fakta konkret yang tidak hanya sekadar klaim tidak berdasar alias hanya dugaan yang pada kenyataannya berbeda dengan fakta yang bisa diakses oleh publik.. Semoga menjadi amal sholeh antum..
Afwan, kalau boleh saya mengkonfirmasi, komentar antum yang pertama adalah DISINI, dan dari komentar antum yang pertama tersebut saya tidak melihat ada usaha dari antum untuk meluruskan tuduhan, tetapi justru malah komentar yang berisi fitnah-fitnah atau menjelek-jelekkan salah satu gerakan..
Saya rasa justru dengan diskusi seperti ini akan membuat langkah kita nantinya efektif dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan sehingga energi kita tidka terbuang percuma dengan hal-hal yang tidak mendukung atau malah menghambat tujuan kita yang sebenarnya.. Dan disinilah sikap kita diuji ketika menerima nasehat dari saudara-saudara kita yang lain, apakah kita akan menerjemahkan nasehat itu sebagai permusuhan ataukah rasa sayang, disinilah kedewasaan kita diuji.. afwan..
::fira::
Bagi saya, Mas Zulkifli disini hanya berkomentar sesuai keadaan hatinya, mungkin waktu beliau berkomentar seperti itu beliau sedang dililit masalah, jadi tidak masalah (bagi saya), dan saya yakin syabab HT yang lain akan legowo dengan perlakuan tersebut karena memang fitnah-fitnah semacam itu sudah biasa dialami oleh mereka..
::enthung::
Mohon dievaluasi ulang, jangan kita hanya berasumsi tanpa bukti yang nyata dan gamblang..
Dan saya mohon pengertian dari anda, karena sepertinya anda sudah su’udzon kepada saya, ini bisa dilihat dari komentar-komentar anda yang menuduh saya su’udzon terhadap PKS, justru tuduhan itu menggambarkan prasangka buruk anda terhadap saya bahwa saya tidak berkhusnudzon terhadap PKS.. Saya mohon pengertiannya, mari kita diskusikan masalah ini pada topik yang dibahas, yaitu langkah PKS yang tidak ISLAMI dan tidak gamblang menyuarakan Islam apatah lagi Khilafah Islam.. mohon itu saja yang dibahas, mohon jangan menuduh saya tidka berkhusnudzon karena masalah khusnudzon ataukah su’udzon itu adalah masalah yang sangat individual, yang hanya saya dan Allah saja yang tahu, sehingga saya mohon maaf jika anda telah berprasangka seperti itu.. tapi yakinlah, saya tetap menyayangi antum sebagai sesama Muslim.. Syukron atas pengertiannya..
::Eka Kurnia::
Jujur Mas, bukan masalah bagi saya untuk gabung ke gerakan mana saja, tapi kan saya juga punya pertimbangan dalam memutuskan kepada siapa kita akan bergabung dan justru itu akan mencerminkan sikap kita apakah sikap kita itu tegas menyuarakan kebenaran atau justru pengecut dalam memperjuangkan ISlam atau plin-plan dalam bersikap karena tidak memiliki konsep yang jelas, saya tidak ingin menghabiskan waktu terlalu lama untuk mendapatkan hal yang tidak pasti (perjuangan kepada Khilafah). Apalagi sudah nyata-nyata di depan publik sikap dan perilakunya seperti itu.. Afwan.. Sekali lagi, saya butuh bukti yang jelas dan gamblang PKS itu memperjuangkan apa.. ISlam ataukan kepentingan yang berbaju Islam? Afwan sekali lagi, saya butuh ketegasan..
::petarung::
Saudaraku, kita tidak sedang bermusuhan saat ini, saya mengajak kita semua memposisikan diri sebagai sesama saudara yang saling nasehat-menasehati.. sehingga afwan jika dalam penuturan kata-kata saya tidak berkenan. Tentang hal itu, memang saya sedikit mendengar kabar yang menyebutkan bahwa peminjaman tempat di GBK terkait dengan dukungan salah satu tokoh PKS yang kini menjabat sebagai menteri, sehingga mempermudah jalan untuk meminjam tempat tersebut. Saya pikir amal shaleh beliau akan tetap diperhitungkan oleh Allah kelak, dan semoga diberikan balasan yang besar disisi Allah. Namun, apa yang saya tuliskan disini tidak lain hanyalah sebagai reaksi dari sikap PKS yang ‘aneh’, dalam artian apa yang ada dalam dugaan saya selama ini bahwa PKS ingin memperjuangkan penegakan Syariat Islam ternyata tidak terbukti dari fakta-fakta yang bisa diakses publik.. itu saja permasalahannya.. maaf..
::sahaqqani ::
Salam kenal juga, dan selamat datang di blog saya yang banyak kekurangan ini, mohon nasehat dan saran dari antum.. syukron wa jazakaLLah khoir..
domi berkata,
April 16, 2008 pada 3:20 pm
tlg komentar yg diberikan dlm forum ini jelas sesuai fakta dan tidak mengikuti perasaan hati yg mungkin lagi emosi.
khilafah akan tegak, mungkin lewat parlemen mungkin diluarnya. dan kita harus bisa menerima kekhilafahan nanti meski bukan dg cara dan oleh kelompok kita.
tapi masing2 pihak juga intropeksi diri dlm perjuangan ini. apakah benar, ikhlas dan sungguh2 atau kira2 benar, disangka ikhlas dan cuma main2.
fira berkata,
April 17, 2008 pada 10:26 am
ya gini deh… kalo referensi diskusinya mengambil rujukan yang tidak bisa ditelusuri periwayatannya semacam ‘yang saya dengar’ atau ‘yang pernah saya baca tapi kalian nggak boleh tahu’.
kecuali kalau pernyataan tersebut bisa direfer bareng-bareng karena disiarkan di ruang publik. misalnya di televisi, radio, atau ada yang ngaplod trus dilepas ke forum umum sehingga diketahui orang banyak.
domi berkata,
April 18, 2008 pada 6:59 pm
mas petarung… ma’af, apa sampeyan sedang mengajarkan muhasabah yg sopan??? asyik juga tuh komentarnya?
tapi saya ingatkan semua pihak (aktivis seluruh harokah), terutama dari HT dan PKS :
1. komentar yg dinyatakan disini dpt dipastikan bukan komentar resmi lembaga, sehingga jika masing2 pihak ingin mendapatkan komentar resmi harap hubungi pihak yg berwenang. misal komentar dari HTI bisa hubungi Jubirnya yg udah sebar nama n nomor kemana2 (H. Ismail Yusanto / 0811119796). kalo pihak yg berwenang dari PKS ana g tahu, tp tlg juga dipublikasikan di sini,
2. sy melihat dilapangan, masing2 pihak (trutama kader baru dr HTI+PKS) sering tidak bisa mengendalikan emosi ketika berdiskusi ttg masalah khilafiyyah, yg akhirnya tidak memperhatikan lagi kaidah2 dlm berdiskusi dan mengistinbath (menggali hukum) atas suatu masalah. bahkan yg terlontarkan justru hal2 yg tidak ada sangkutpautnya dg diskusi. ma’af, contohnya ungkapan mas zulkifli diatas… yaitu apa hubungannya komentar mas hanif dg kritikan antum thd mas shiddiq al jawi.
3. sy sgt senang, hubungan PKS n HTI bisa harmonis dan saling mensinergi potensi dakwah. sehingga khilafah n syariah sgr tegak. toh jika khilafah tegak melalui tangan HTI, bukan berarti PKS dan harokah lainnya akan dibubarkan n anggotanya dibabat habis. justru peran seluruh elemen umat, tmk aktivis harokah sgt diperlukan utk menjaga keamanan n stabilitas negara khilafah yg baru. begitu sebaliknya, ktk PKS dg “siap menang 2009″-nya n betul2 meraih kpemimpinan, mk dpt dipastikan slrh harokah, tmk HT juga tidak akan dmusnahkan. betul gitu mas2 n mba2 PKS!
4. masalah furu’ g perlu digembar-gemborkan sbg sesuatu yg menggemparkan. tenang sj, jika itu benar menurut pendapat kita -tentu berdasarkan kaidah/ushul fiqh yg shahih-, maka itulah kebenaran, yg tentu sj tidak menutup kemungkinan salah. jika ada pendapat lain yg beda, bukan brarti itu suatu pukulan. cuma ya mesti sabar ktk menerima/mendengar pertanyaan+pernyataan yg mungkin g enak dihati. biasa itu, jawab sj dg dalil…kan beres. biasalah…orang baru ngerti hukum ngomongnya semangat, jawab sj dg arif.
5. trakhir…. skali lg…silakan cari komentar2 resmi dari pimpinan atau perwakilan stiap harokah. kan masing2 sdh ada situsnya, jg ada imelnya….komentar2 disini g resmi, g bs jd pegangan bahwa ini suara harokah ini itu suara harokah itu. shg, emosi yg lahir disini jgn dibawa ke masyarakat. bahaya itu …. bahaya!
wass. wr. wb
Rhean Hamzah berkata,
April 19, 2008 pada 7:45 pm
“/*OFF The Record*- by admin/”
::WARNING!!::
Inilah salah satu penghasud yang ingin memecah belah kita sebagai Umat Islam. Salah satu Syaitan berwujud manusia. Jangan terpedaya oleh ucapannya. Semoga seluruh harokah yang ada sekarang bisa bersatu padu mengembalikan lagi kejayaan Islam dimuka bumi.
Wassalam
precious-soul berkata,
April 21, 2008 pada 10:40 am
buat semuanya
saya mau sedikit berkomentar…
Tujuan awal mas hanif menulis ini kan jelas, bukan untuk menjelek-jelekkan harokah manapun! tapi ingin bertanya tentang langkah-langkah saudaranya yang dia pandang seperti menutup-nutupi tujuan PKS yang sering dikatakan para kadernya ketika berdikusi dengan dia, yaitu memperjuangkan syariat Islam dan khilafah. Kenapa di jajaran petinggi tak pernah menyatakan hal tersebut di depan rakyat? Sebenarnya mas hanif hanya bertanya itu… Lantas, kalau saya lihat, antara kader PKS dan HTI saling berdebat kusir… Padahal yang punya blog sendiri tidak bermaksud menjadikan tulisannya ajang debat kusir. Menurut saya yang salah bukan mas hanif.. Tapi kader HTI dan PKS yang dalam berkomentar menggunakan kata-kata yang sedikit kasar…
afwan, saya bukan ingin memperkeruh suasana… Saya juga ingin sedikit memuhasabahi mas hanif selaku pemilik blog. Diskusi memang baik untuk meluruskan kembali fikroh, jika telah menyimpang dari Islam. Namun itu hanya bias terjadi ketika kedua belah pihak saling terbuka, dan tidak mengedepankan ego dan ta’ashub atas harokahnya.
Jika memang dirasa komentar-komentar di artikel ini bisa mengaburkan umat, membuat umat semakin pesimis akan tegaknya Khilafah, karena para pengembannya gontok-gontokan terus dan umat semakin merasa kaum muslim tak akan pernah bersatu, bukankah ini sangat berbahaya. Tolong ditelaah lagi… Jika dirasa seperti itu (komentar yang ada sudah kelewat batas), tolong halaman ini diprivate saja. Afwan.. Jazakumullah..
tika berkata,
April 25, 2008 pada 7:16 pm
Walaupun ada kadernya yang Non Muslim, tapi dia mau tunduk pada Dewan Tertinggi PKS & Dewan Syariah yang notabene berlandaskan Islam dalam pengambilan keputusan, apa salahnya? yg penting menempatkan seseorang sesuai dng kapasitasnya, profesional. Bisa jadi ntar dia masuk Islam toh
muslim berkata,
April 26, 2008 pada 6:02 am
unuk Mbak Tika.. Kalau mbaknya menyimak sedari awal.. masalah yang mbak kemukakan itu sudah dibahas di komentar-komentar yang awal.. berikut kutipannya :
mohon dicermati dengan baik dan jernih.. syukron..
sammy berkata,
April 27, 2008 pada 4:26 pm
assalamu’alaikum
saya baru baca nih…
lumayan hot juga ya diskusi2 di atas
sedikit banyak saya setuju dengan mas domi
untuk mas hanif yg punya blog
afwan..mungkin saran dari saya…lebih hati2 jika menulis masukan untuk harokah-harokah,,terkadang tulisan itu bisa menimbulkan arti yg berbeda di tiap2 kepala…….
jadinya malah saling debat2an..ga berujung
namanya mafahim ga bisa ditransfer cepat,,apalagi lewat dunia cyber kaya gini,,yg kita tau orangnya juga enggak(hehe)
yah seperti kata precious sol..berdiskusi itu harus saling terbuka..duduk bersama,,selesaikan bersama
bisa saling menghubungi jubir tiap2 harokah untuk pendapat yg resmi
bagi pihak2 yg blum jelas……
tetap semangat aja berdakwah….fokus untuk memperdalam dan memperkuat dakwah..
PETARUNG…
afwan…makasi atas peringatannya agar kami ga saling debat kusir
semoga anda juga sadar bahwa bertepuk tangan ketika ada perbedaan dan perpecahan itu bukanlah akhlak yang baik…..,,,apalagi kata2 anda juga ada unsur2 cacian…..maaf
wallahua’alam bishawab
titok priastomo berkata,
April 29, 2008 pada 8:52 am
Sebenarnya, kalo fikrah dihadapi dengan fikrah hasilnya akan baik-baik saja.
Hanya saja, banyak orang (entah dari HT atau PKS) yang tidak bisa bicara dengan bahasa diskusi (nggak intelek_).
Ketika diskusi Mereka bicara dengan bahasa pemandu-sorak. Hasilnya, ya cuma sorak-sorak-an.
Lagi pula, mereka banyak yang tidak fokus kepada poin masalah yang dibicarakan. Kadang dilarikan dengan pernyataan yang mendeskriditkan.
Saya jadi punya pengalaman dari sini. Kalo ingin diskusi masalah penting menyangkut kepentingan islam seperti ini dan melibatkan antar harakah, lebih baik kita batasi dalam satu masalah.
Segala pernyataan yang tidak relevan dan bergaya bahasa suporter kita hapus saja.
Itu saran saya.
titok priastomo berkata,
April 29, 2008 pada 9:02 am
Oya, untuk PETARUNG, saya “tertarik” dengan anda,
saya undang antum untuk diskusi masalah DEMOKRASI.
Tapi ingat, kita pakai bahasa intelektual dalam diskusi, bukan bahasa pemandu sorak!
http://titok.wordpress.com/2008/04/24/tantangan-bagi-aktivis-islam-yang-pro-demokrasi/
petarung berkata,
Mei 7, 2008 pada 11:24 am
ha ha hahaha…hari gini masih hobi diskusi demokrasi…sdh kuno.kasihan tenaga kalian habis hanya untuk diskusi dan diskui.ngurusi negara sana, kudeta kek..atau revolusi kek..itu kan hobi kalian..supaya khilafah cepet berdiri. okeh.
Alkifah berkata,
Mei 11, 2008 pada 6:38 pm
Saya senang dengan diskusi ini. Sementara saya belum bisa memberi komentar banyak.
Yang jelas, dakwah memperjuangkan tegaknya syariah dan Khilafah perlu ketegasan, tanpa kompromi dan basa-basi. Ini yang belum saya dapatkan di PKS!
Pernah berfeikir, gerak PKS selama ini justru bisa mempersulit tegaknya syariah di Indonesia ini!
Tau kenapa?
………… … escapade to heaven :: Tanda Mata Untuk PKS :: May :: 2008 berkata,
Mei 13, 2008 pada 2:33 pm
[...] pula dengan kader HTI yang bernama Hanif Al-Falimbani. Beberapa hari setelah Mukernas PKS di Bali awal Februari lalu, di blognya ia mengetengahkan sebuah [...]
hadisetyono berkata,
Juni 10, 2008 pada 2:50 pm
Assalamu ‘alaikum,
Semoga saja pada pemilihan presiden yang akan datang, PKS akan mencalonkan seorang kader yang benar-benar islam dan bertanggung-jawab serta memang yang telah ditakdirkan oleh Allah untuk memimpin bangsa Indonesia. Amin.
Wassalam,
Hadi
gizhel berkata,
Juni 26, 2008 pada 2:04 am
Beribadah hanya pada ALLAH…
Idolakan hanya RASULULLAH…
Berlandaskan hanya pada ALQURAN…
Perjuangkan hanya untuk ISLAM…
dengan JIHAD…
Tetesan air mata dan tumpah darah…
PKS…
HT…
SALAFI…
Hidayatullah…
Daarut Tauhid…
Bukan untuk dibedakan…
Tapi untuk SATU TUJUAN…
Bukan untuk diperlombakan, mana yang lebih dulu membuktikan…
Tapi untuk SATU PERJUANGAN…
Berhentilah bertengkar di badan sendiri.
Musuh jelas berada di depan mata, jangan terlengah oleh gemerlap embel2 partai atau golongan… Rasulullah paling membenci ASHOBIYAH!
Dengarkan kawan, banyak teman dan sahabat menangis tertahan melihat kalian saling menjatuhkan. Banyak anak kecil bingung menilai mana yang harus mereka pilih ketika semua merasa paling benar. Naumn, biarkan MEREKA MEMILIH dan biarkan MEREKA KONSISTEN DI DALAMNYA..
Kawan,
percayakan, bahwa ISLAM PASTI MENANG?
Kalau iya, ayo perjuangkan… Jangan terlarut dengan perbedaan yang niscaya… ALLAHU AKBAR!
baguscokie berkata,
Juni 26, 2008 pada 1:01 pm
Islam Pasti Menang…
dan kemenangan itu bukan milik PKS or HT
tapi KEMENANGAN ISLAM
Alkifah berkata,
Juli 6, 2008 pada 1:11 pm
Islam menang dengan pertolongan Allah…
Beruntunglah para pejuang…
Cerdaskan umat meraih kebangkitan!
Odhiesto berkata,
Juli 20, 2008 pada 2:56 am
Islam Adalah sebuah cara Hidup, bukan sebagai alatu untuk mencapai tujuan . Islam pasti akan menang karena Islam adalah agama yang benar, kemenangan Islam adalah milik setiap pemeluknya,bukan milik golongan atau Partai Politik tertentu. Mari kita bangun bangsa dan negara bersama, karena kewajiban setiap warga negara untuk membela dan membangun negara dan bangsanya tidak ada bangsa lain atau orang lain yang akan membantu kita kalau bukan diri kita sendiri yang berusaha.
yuta berkata,
Juli 27, 2008 pada 6:12 pm
@petarung : antum ini Ruarrrrr biasa….jahiliyah nya!!
abuyahya berkata,
Agustus 1, 2008 pada 2:55 pm
petarunq emanq luall biasa………
memperbaiki neqara asal perbaiki dan meraih man5a’at sih,paasti semua azas selain islam bisa,masalahnya kl mau perbaiki neqara atas dasar islam tentunya tidak parsial dan enqejar hasil saja,perlunya dilansasi azas islam,kalau memperbaiki tidak denqan azas islam,tentunya pasti denqan azas lain:man5a’at,maslalism,praqmatism,dan inqin selalu kelihatan hasilnya,dll.
untuk meraih kekuassaan metode rasulullah,tentunya di dalam sirah tersdpat bab: tholabunnushrah,meraih kekuasaan dan perlindunqan untu menerapkan hukum islam tanpa ada timbal balas.
kalau kudeta…………….?ada yanq bisa??? kudeta???
abuyahya berkata,
Agustus 1, 2008 pada 3:52 pm
tuk odhiesto: benar islam adalah cara hidup,tapi bukan cara-hidup islam individu,sperti maasyarakat kapitalism.Islam menqatur hubunqan denqan allah,hubunqan denqan diri sendiri,dan hubunqan denqan sesama manusia.
kita berkewajiban membela,dan membantu,membanqun seluruh umat islam denqn berbaqai macam suku dan banqsa.tidak hanya banqsa sendiri.
kl mau membantu dan membanqun banqsa sendiri atas dasar aqidah islam,tentunya insyaallah pastilah allah eerima amal hambanya yanq ikhlas.
tetapi apakah kita berani bertaruh denqan banyaknya amalan2 kita saja,allah akan memberikan jannah?
tentu saja tidak,kita masuk syurqa karena ridho dari allah swt.untuk menqqapai keridoannya tentunya kita harus mentaati seluruh perintahnya dan menjauhi apa laranqannya,itulah standard kita untuk dekat.
kalau cuma beramal dan membanqun banqsa kita saja,apakah munqkin kita menda[at keridhoan allah.sedanq banqsa lain yanq seaqidah yanq kebetulan tidak sebanqsa dan neqaranyatidak kita baqun,menderita,dibunuh,dibantai,diremehkan kehormatannya?,masihkah k9ita mau banqkit dan membanqun neqara atas azas kebanqsaan ini(meskipun ada man5′at lokalnya.
oleh karenra itu kalau maui membaqun maka banqun dulu azas kita membanqun itu,yaitu membaqun atas azas aqidah islam.sehinqqa dimanapun kita berqerak kita selalu berazas akannya.
seseoranq tidak dikatakan beramal atas dasar aqidah islam,kalau beramal atas dasar,man5aat dan hukum positi5,meskipun kebetukan pemecahan dan solusi dia membanqun cocok denqan hukum islam apalaqi dilakukan atas dasar,”non muslim juqa suka tuch”.
jadi saya katakan:
partai politik islam yanq ada diparlemen dan kadernya memerintah atas dasar hukum positive dan sebaqian hukum islam,yanq mereka beramal denqan alasan ” dari pada nanti dimasuki non muslim”,dan kaidah dari pada-dari pada yanq lainnya,tentuya perlu menimbanq kembali hukum syara terhadap aktivitasnya.kita tidak bisa sekedar berqerak dan membanqun atas tujuan man5aat saja(aqar umat islam ada wakilnya di pemerintahan).tetapi palinq pentinq adalah apakah perbuatan kita itu terikat hukum syara atau tidak.
apalaqi kalau memanq mau berdakwah lewat parlemen,tentunya harus lebih keras teriakan2 untuk mencerdasan mesyarakat dan menjelaskan kesalahan sistem yanq ada,serta menjelaskan makar2 penquasa.
Alih2 mau meneriaki kesalahn sist yanq ada,mihwar parlemen hanya dijadian ajanq untuk berjuanq aqar:
1`banyak pendukunq,sehinqqa denqan banyak pendukunq,maka nanti baru kita rubah enjadi islam.
2.terrwakilinya suara umat islam,denqan standar,banyaknya umat islam yanq memilih partai politik islam.
disisi yanq lain:berapa banyak hukum2 islam yanq memanq tidak bisa dijalankan dalam siste demokrasi yanq terlantarkan,dan mereka memerintah denqan hukum yanq tidak islami denqan alasan “umat belum siap”,
APAKAH KITA MAMPU MENUNDA2 HUKUM ALLAH DENQAN BERANI MENJALANKAN HUKUM2 ISLAM YANQ SETENQAH2.
SAUDARAKU DI PEMERINTAHAN,ANDA DISANA MAASUK WILAYAH PEMERINTAHAN.DAN SEHARUSNYA ANDA MENQHUKUMI DENQAN ATURAN ISLAM.
KALAU TIDAK BISA MENQATUR DENQAN HUKUM ISLAM,MAKA JANQAN MASUK URUSAN ATUR MENQATUR.
suara islam tidak perlu terrwakili dalam neqara yanq menqatur selain islam.karena umat akan binqunq,seolah -olah mereka bisa hidup denqan keadaan sekaranq.anda membanqun peranqkat neqara dalam neqara yanq tidak islami.
pendukunq partai islam
abuyahya ayyash
petualangharakah berkata,
Agustus 12, 2008 pada 1:29 pm
Saya sebagai pengamat harakah mengatakan : HT jangan tergesa2x menegakkan khilafah, yang baik adalah berdakwah menyadarkan umat untuk beribadah kepada Allah SWT. NU aqidah asyariyahnya harus bertaubat, Muhamadiyah cukup bagus dakwahnya, Salafy adalah dakwah yang memerangi bid’ah tapi salafypun tidak ma’sum, Hidayatullah, Persis, Al Irsyad dll baik2x aja kok. HTpun baik menggembar gemborkan khilafah, hanya masalah strategi aja. PKS punya dalil yang kuat dalam tulisan diatas, saya lebih percaya dalil PKS dari pada dalil dari HT, karena PKS dikontrol oleh alumni2x madinah dan mesir, intinya semuanya ada benar dan salahnya, bersatulah kalian wahai harakah2x islam yang ada dan jangan bercerai berai.
Achmad Fawait berkata,
Agustus 12, 2008 pada 6:03 pm
Assalamu ‘alaikum….
af1 ana yang daif ini ikut nimbrung…
usahlah terus terusan berdebat (atau apalah istilahnya…)
ingat ketika hisab kela kita tidak bernaung di bawah bendera jama’i…
tapi ketakwaan pribadilah yang lebih diutamakan…
kita semua percaya…”kita adalah da’i sebelum yang lain…
daripada menghabiskan waktu untuk saling “membenarkan” harokah masing-masing lebih gunakan waktu antum sekalian untuk mensiarkan islam…
Semoga kita lebih bijak dalam menyikapi perbedaan….
Sungguh akhi…ukhti…kemenangan islam itu janji allah yang nyata…
Jadi apapun harakoh kita…percepat laju da’wah guna menyongsong tega’nya khilafah….ALLAH HU AKBAR…!!!
heri berkata,
Agustus 15, 2008 pada 11:17 am
OOT kenapa nggak koreksi diri terhadap Organisasi antum ?
Sungguh antum akan ditanya diakhirat kelak jika hanya berani mengoreksi orang lain tapi organisasi sendiri tidak dikoreksi,,,
termasuk saya akan tanya kelak
http://osolihin.wordpress.com/2008/07/02/mau-dakwah-kok-mahal/
achoey sang khilaf berkata,
Agustus 23, 2008 pada 8:50 am
Wah Kang Heri da di sini.
Meski saya bukan orang haraqah gpp kan ikut nimbrung.
Saya punya teman orang HT & orang PKS
Orang HT sering kali menjelek-jelekan PKS di depan saya
Orang PKS sering mengutarakan bahwa HT juga bagian yang tak terpisahkan dari dakwah
Hehe, saya orang bodoh
Tapi saya jujur jadi simpati ama PKS
achoey sang khilaf berkata,
Agustus 23, 2008 pada 8:50 am
Sebagai orang bodoh
Saya hanya mencinta persatuan dan perdamaian
Ansor berkata,
September 2, 2008 pada 2:50 pm
Kenapa (hanya) PKS yang Sering Dikritik?
Hebohnya dunia dakwah di Indonesia saat ini tidak akan terlepas dari kiprah Partai Keadilan Sejahtera. Seiring dengan cita-cita mulianya PKS mendeklarasikan diri sebagai partai dakwah. Namun seiring berjalannya waktu, partai ini sering menuai kritik dari sesama umat Islam. Kiranya hal ini mengundang pertanyaan “kenapa PKS sering dikritik?”. Terkesan (hanya) PKS yang sering dikritik dan partai lain jarang dikritik atas berbagai kebijakan partai mereka.
Uraian di bawah ini kiranya dapat memberikan gambaran atas pertanyaan di atas. Saya berharap siapa pun yang membacanya agar menanggapinya dengan hati dan pikiran yang terbuka. Tulisan ini jauh dari sempurna maka saya pun mengharapkan saran dan kritiknya.
1.Sikap untuk saling mengkritik adalah sikap kaum Muslimin sebagaimana Rasululloh dan para sahabat selalu saling mengingatkan. Sikap seperti inilah yang menjadikan Islam berjaya selama lebih dari 13 abad.
2.PKS merupakan organisasi pergerakan yang memiliki cita-cita yang mulia yakni tegaknya Islam dimuka bumi ini dibawah naungan Daulah Khilafah. Cita-cita yang sama juga dimiliki oleh kaum Muslim yang lain. Maka dari itu, harus ada persepsi yang sama tentang Khilafah itu sendiri. Tegaknya Khilafah adalah bukti kemenangan kaum Muslimin sehingga saya beranggapan bahwa kemenangan itu bukan hanya kemenangan kader PKS tapi kemenangan seluruh kaum Muslimin. Jika konsep Khilafahnya saja berbeda, bagaimana mungkin Khilafah itu akan tegak. Harus ada persepsi yang sama diantara kaum Muslimin agar metode perjuangan yang dilakukan pun selaras.
3.Kader-kader PKS memiliki semangat perjuangan yang tinggi dengan kualitas individu yang tidak kalah tinggi. Potensi ini menjadi senjata ampuh untuk sebuah perjuangan politik menuju kemenangan Islam. Apabila potensi yang dimiliki kader PKS ini tidak disertai dengan konsep perjuangan yang jelas maka akan menjadi boomerang bagi umat Islam. Pada faktanya ternyata semangat yang tinggi tidak menjamin sebuah keberhasilan dakwah seperti yang diharapkan.
4.PKS memiliki ciri yang khas bila dibandingkan dengan partai Islam yang lain. Setiap orang yang mencermati kondisi perpolitikan Indonesia pasti dapat merasakan ciri khas tersebut. Dimata saya PKS lebih special dibandingkan yang lain. Apabila sebagian elemen umat Islam jarang mengkritik PPP, PKB, PBR dll. bukan berarti partai tersebut tanpa cela tetapi sudah terlalu banyak cela sehingga tidak perlu dikritisi lagi. Partai-partai tersebut sudah jelas kemungkarannya. Hal ini terbukti ketika mereka sering berebut kursi diantara mereka sendiri atau bahkan ada beberapa kader mereka koruptor kelas kakap. Pejuangan mereka pun ternyata bukan untuk menegakan syariat Islam tapi lebih menjadikan label Islam sebagai alat untuk mencapai kekuasaan.
5.Sikap kritis kepada PKS bisa jadi sebagai kekecewaan karena selama ini banyak umat yang berharap pada PKS. Kepercayaan ini seharusnya tidak disia-siakan. Meskipun saya belum pernah jadi anggota PKS tapi saya adalah simpatisan PKS yang menganggap PKS dapat membawa perubahan bagi bangsa ini. Namun ketika kebijakan PKS sudah keluar dari khittohnya maka saya pun menyayangkannya. Tadinya sih saya ingin menjadikan PKS sebagai mitra dakwah yang kuat karena memiliki potensi yang bagus.
6.Sikap kritis saya terhadap PKS tidak akan berhenti karena saya merasa berdosa ketika membiarkannya. Seharusnya kita tidak termakan isu “ya sudah kita jalankan saja dakwah ini menurut pemahaman masing-masing”. Sikap seperti itu bukanlah sikap seorang muslim karena umat ini adalah umatan wahidah dengan kesatuan yang integral. Apabila ada cela dari satu bagian umat maka sama saja dengan cela seluruh umat Islam itu sendiri. Sikap kritis ini bukan berarti buang-buang energi tetapi sudah menjadi keharusan karena diperintahkan oleh Alloh SWT.
7.Opini yang selama ini dikritisi adalah ide pemikiran yang berhubungan dengan aqidah. Aqidah sekulerisme yang diikuti oleh PKS adalah sesuatu yang harus dikritisi. Saya pun tidak akan mengkritisi teman-teman PKS menyangkut hal-hal furu’ (cabang). Kebijakan PKS untuk menjadikan orang kafir sebagai caleg sudah bertentangan dengan aqidah kaum muslimin adalah salah satu contohnya.
8.Saya pribadi pernah membaca sedikit pemikiran syeikh Hasan al-Banna (saya salah satu pengagumnya) yang menjadi rujukan teman-teman PKS. Ternyata apa yang saya baca jauh berbeda dari kenyataannya. Banyak hal yang tidak sejalan dengan konsep dakwah Ikhwanul Muslimin. Sikap tidak tegas teman-teman PKS jauh berbeda dengan al-Banna yang kritis. Jangan sampai sikap seperti ini akan membuat bingung umat karena sudah sulit membedakan mana haq dan batil.
9.Saya hanya mengingatkan, bahwa hancurnya Daulah Khilafah disebabkan oleh lemahnya pemahaman umat terhadap tsaqofah Islam karena sudah tercampur oleh pemikiran kafir Barat. Kritik yang datang kepada PKS pun untuk ‘membersihkan’ pemikiran umat dari pemikiran yang tidak Islami seperti demokrasi.
10.Sering kita mengkritik kebijakan Pemerintah kufur yang berhubungan dengan kemaslahatan umat. Tetapi kita lupa mengkritisi saudara kita sesama muslim yang bisa jadi sudah rapuh. Dalam rangka meningkatkan kekuatan umat Islam maka kita harus saling mengingatkan. Bukan berarti dengan saling kritik kita menjadi bercerai berai. Tetapi harus ada sikap proporsional dari kita untuk mewujudkan cita-cita bersama.
11.Rasa sayang saya kepada teman-teman PKS diwujudkan dengan sikap saya yang sering mengkritisinya. Bukankah seperti itu caranya?
Mungkin itulah beberapa alasan kenapa PKS banyak dikritisi. Kritik ini adalah sebagai pengingat bukan upaya untuk menghujat. Jangan sampai ada orang kafir yang mengacak-ngacak persatuan kaum Muslimin. Persatuan kaum Muslimin ini diwujudkan dengan persatuan ide dan cita-cita tidak sekedar duduk satu meja.
muhammadyusufansori.blogspot.com
ruzna berkata,
September 5, 2008 pada 9:09 pm
bagaimana mungkin mau menyatukan seluruh kaum muslimin dalam naungan daulah khilafah islam bila anda semua tidak bijak memandang perbedaan….fikroh dan harokah. dan terus2an menjadikannya api yang akan membakar persatuan seluruh kaum muslimin.
dari sisi mana ummat mau menjadikan antum semua sebagai tauladan?
ansor berkata,
September 6, 2008 pada 3:37 pm
baca artikel saya ‘Mempersatukan Umat dengan Sikap Kritis’di muhammadyusufansori.blogspot.com
zulkifli berkata,
September 24, 2008 pada 8:46 pm
tuk mas hanif
antum lihat komentar sebagian besar orang pada postingan ini? mereka berbicara realita dan objektif. PKS memang belum bisa memenuhi harapan umat ini, tapi apa HT telah mampu memenuhinya sampai berhak menilai terlalu jauh terhadap konsistensi kader PKS dalam perjuangannya tuk umat ini? atau minimal HT telah berbuat lebih banyak dari apa yang bisa diperbuat PKS bagi umat ini, sedangkan kalian saja banyak yang harus dibenahi mulai dari dakwah kampus kalian yang lesu, kader kalian yang sulit berintegrasi dengan masyarakat, dan masalah ekstrimisme yang masih tersematkan pada gerakan dakwah kalian (saya heran kalian justru bangga dan berbusung dada ketika ada hal semacam itu seperti ketika NU menuduh adanya konspirasi gerakan islam transnasional yang ditujukan kepada PKS dan HTI,dimana PKS lebih memilih jalur silaturahim,dan pendekatan persuasif)
Hanif al-Falimbani berkata,
September 25, 2008 pada 2:30 am
PKS Menang, HT kalah, itu kan yang anda mau simpulkan..
PKS baik, HT jahat, itukan yang anda inginkan..
Saya mau bagaimana lagi..
petualangharakah berkata,
Oktober 6, 2008 pada 11:11 am
Saya sebagai petualangharakah sangat berharap, berpeganglah kalian pada tali Allah dan jangan berpecah belah, titik.
Durra berkata,
Oktober 8, 2008 pada 4:34 pm
Assalamu’alaikum wr.wb
saya baru nimbrung nih …
Kenapa ya mas hanif dan rekan2 HTI selalu meminta adanya ketegasan dari PKS thd masalah khilafah ini ? saya pikir penjelasan mas zulkifli sudah cukup memperlihatkan bahwa kader PKS sudah dipahamkan thd masalah khilafah ini. Adapun kenapa PKS gak terlalu menganggap penting penegasan ke media or masyarakat thd masalah khilafah ini saya anggap sah2saja. Belum tentu masyarakat akan mudeng dengan issue ini. yang terpenting saya kira adalah kerja/amal dawah menjadi lebih penting dikedepankan PKS daripada hanya mengumbar jargon khilafah. Toh kalaupun tahapan dawah yang dijelaskan mas Zul itu dijalankan toh dengan sendirinya masyarakat akan paham juga.
Ini hanya opini pribadi saya saja. saya menulis begini bukan berarti menyalahkan kader HTI yang terkesan hanya mengumbar jargon khilafah saja. sebab saya yakin mas Hanif dan kader HTI yang lain tentu juga pasti melakukan amal dawah demi tegaknya khilafah itu. Hanya saja mungkin masih banyak yang tidak tahu. Yang terpenting apa yang dilakukan PKS dan HTI perlu kita dukung sepenuhnya walau dengan cara yang berbeda dalam tahapan pencapaiannya. wallohu’alam
Hanif al-Falimbani berkata,
Oktober 10, 2008 pada 9:05 am
Untuk Petualang Harakah,
Saya akan ingat selalu nasehat anda itu..
Untuk Durra,
Wa’alaykumussalaam Wr. Wb.
Kami meminta ketegasan karena apa yang diungkapkan oleh Mas Zulkifli tidak sama dengan sepak terjang PKS akhir-akhir ini, saya tidak tahu, mungkin ini strategi PKS atau apa, tapi apakah tidak boleh kita mengkritisi strategi PKS dalam menyembunyikan tujuan (baca:khilafah) ini? dan bahkan terkadang langkah2 yang diambil justru tidak sejalan dengan tujuan (baca:khilafah) PKS.. itu kalau memang Khilafah tujuannya.. tapi saya juga tidak tahu paham Khilafah seperti apa yang dipahami oleh teman-teman PKS, dari diskusi2 di beberapa blog tetangga, sepertinya para kader PKS masih bimbang khilafah seperti apa yang nantinya akan mereka perjuangkan, apakah kerajaan, ataukah nation-state, atau apa.. tidak jelas.. inilah yang harus dikritisi..
Khilafah itu bukan jargon, bukan jargon seperti “Bersih Peduli Profesional”, tetapi Khilafah itu kewajiban, jika tidak ada Khilafah maka banyak ayat-ayat al-Qur’an yang terlantar alias tidak bisa dijalankan, tanpa khilafah orang-orang yang tidak membayar zakat tidak bisa diperangi, tanpa khilafah orang-orang yang murtad tidak bisa dipenggal kepalanya, tanpa khilafah sistem ekonomi ribawi masih akan berjalan, tanpa khilafah umat tidak akan bisa membai’at seorang khalifah…
Dan saya sepakat dengan antum, jika amal-amal dakwah PKS selalu lurus di jalan Allah, tidak tercemar ide-ide sipilis (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme), dan juga tegas memperjuangkan syariat Islam dan Khilafah tanpa malu-malu.. Saya akan dukung PKS, dan umat Islam siapapun itu tidak ada alasan untuk tidak mendukung PKS.. WaLlahua’lam..
Abu_Abdullah berkata,
Oktober 13, 2008 pada 2:01 pm
Salafy berkata : HT adalah mendekati mu’tazilah
MMI berkata : Tiada khilafah tanpa dakwah dan jihad, HT sesat
Khibarul ulama berkata, boleh hadits ahad sebagai hujjah dalam hal aqidah.
Hanif al-Falimbani berkata,
Oktober 13, 2008 pada 7:28 pm
Afwan Mas.. ini tulisan tentang PKS dan saya tidak mewakili HT jadi antum salah alamat.. kalau antum mau komentari HT langsung aja ke websitenya atau temui para syababnya, kan sudah banyak tuh sekarang, insya Allah mereka akan menjelaskan kegundahan antum tersebut.. Syukron..
abu hasan, Lc berkata,
Oktober 21, 2008 pada 12:42 am
kalau boleh ana tarik kesimpulan dari debat kusir ini, kepada antum kader PKS, sadarilah bahwa pemilik blog ini (dan kawan semadzhab dengannya) meragukan bahwa PKS akan menerapkan syari’ah Islam, tul khan????
karena:
1. memang sejak awal sdh beda banget, mereka menolak demokrasi dengan menghujat demokrasi, sementara PKS menjadikan demokrasi sbg media berdakwahnya.
2. penulis nampaknya sudah punya persepsi ataupun zhann (menurut zhann ku) bahwa langkah PKS tidak ISLAMI dan tidak gamblang menyuarakan Islam apatah lagi Khilafah Islam (ni tulisan pemilik blog)..dari awal selalu mempertanyakan proses pencapaian khilafah versi PKS
sayang pemilik blog blum pernah seberani kang olih, yang berani mengkritisi (memuhasabahi) petinggi HTI… diblog ini saya belum dapatkan kritikan untuk pengurus HTI, supaya adil, silakan antum kritik pengurus PKS, tapi bisakah antum melihat kekurangan HTI, lalu anda beberkan disini seperti keberanian kang olih, kalau tidak berani mengkritik kebijakan pengurus HTI (padahal antum berani mengkritik pengurus PKS) saudara2 yg nimbrung diblog ini silakan menilai sendiri….(ana tunggu ya…kang olih saja bisa) tapi jangan dipaksakan kalau tidak ada menurut antum ya ga pa2.. biar kita nilai sendiri sikap antum..
kalau antum juga mengedepankan ukhuwah dan tidak ashabiyah, ana tidak lihat dalam situs dakwah yang antum tulis berasal dari situs2 dakwah PKS atau salafi, apakah situs dakwah yg antum anggap cuma internal HT saja??? (mudah2an tidak) lidah bisa berkelit, tapi perbuatan susah nak ditutupi..antum bisa berkoar2 anti ashabiyah, cinta n sayang pada PKS, tapi mana buktinya??? situs PKS atau semadzhab dengannya tidak terdaftar dalam situs dakwah…inna lillah…walaupun itu hak antum mau mencantumkan atau tidak, ana bisa menilai mana emas mana loyang, mana bahasa lidah mana kenyataan..
semoga ini jadi catatan buat semua, maafkan ana bila antum merasa kurang berkenan…
astaghfirullah.
Durra berkata,
Oktober 22, 2008 pada 5:09 pm
Assalamu’alaikum wr wb
saya setuju dengan Kang Abu Hasan, agar berimbang ada baiknya mas Hanif dan juga para kader HTI juga menjelaskan ttg konsep dawah HTI.
1. Dari tulisan diawal memang HTI sangat gamblang menyatakan ingin mencapai khilafah, namun ada yang lebih penting utk dikaji bukan hanya goal endingnya saja yang jelas, namun juga harus jelas tahapan HTI menuju kesana dengan tentunya melihat realita yang ada saat ini. Bagaimana HTI menjelaskan hal ini.
2. Selama ini HTI terlihat menolak demokrasi. Padahal saat ini negara kita menggunakan asas demokrasi sbg pijakan sistem pemerintahannya. Realita yang ada saya melihat jika kita tidak masuk dalam pemerintahan sangat sulit kita bisa mengubah kebijakan pemerintah. Lalu apa langkah HTI melihat fenomena ini. apakah tetap berada di luar jalur pemerintahan konsep dawahnya ? atau ada pandangan lain thd hal ini ?
mohon komentarnya
akhi Faras berkata,
Oktober 23, 2008 pada 11:56 am
aslm…
akhi zulkifli menyebutkan kelompok salafy, salafy yang mana tuch…
sebenarnya salafy itu sesuai orang terdahulu kita pun berhak menyebut kita ini salafy (kalo sesuai salaf saleh)…
menuru info yg saya dapatkan dalam situs http://www.salafyindonesia.wordpress.com, afwan silahkan cek situsnya kalo bukti2nya sich obyektif tapi kalo dalil n hadisnya saya mesti tanya3 lagi..
bahwa salafy itu ternyata orang wahabi yg memakai topeng salafy…coba kalo anak HT bilang HT itu SALAFY karena sesuai salaf saleh, gmana jadinya, tar org2 wahabi bilang kita salafy bukan dia….khan gitu…
gmana pendapat akhi Zulkifli bahwa sesudah konfrensi khilafah di senayan, Prof. hasan nakata antum tahu khan, di majalah al-waie waktu diwawancarai sempat bilang “HT ITU SALAFY” karena sesuai salaf as salih…gmana jadinya ya kalo org wahabi tahu…karena kata SALAFY itu udah dimonopoly oleh orang2 WAHABI…
tentang hadis ahad ?? biasa lah itu mah yg dulu2 masih diungkit-ungkit aja…udah diberikan pengertian juga….”tidak menggunakan hadis ahad dalam masalah aqidah bukan berarti menolak om”….
barakallahu fikk….
waslm
Hanif al-Falimbani berkata,
Oktober 24, 2008 pada 7:27 pm
Untuk Abu Hasan, Lc :
Tentang Memuhasabahi HTI di blog saya, itu bukan cara yang dibenarkan HT, Kang Oleh kenapa bisa seperti itu, karena beliau telah menjalani serangkaian cara untuk memuhasabahi HTI, dan kesemuanya gagal, sedangkan saya belum. Tapi Saya punya cara yang memang agak berbeda dengan Kang Oleh, tapi antum tenang saja Ustadz bahwa saya tidak pernah mendiamkan jika ada sesuatu yang menurut saya tidak benar di HT, saya punya cara tersendiri, baik via HP atau e-mail, atau melalui struktur di HT, jadi antum ndak perlu khawatir, tenang saja, selama ini telah saya lakukan. Nah, tentang mengapa saya menulis seperti ini tentang PKS, silhakan antum baca lagi tulisan saya di paragraf terakhir di bawah ini:
Tentang Situs Dakwah, Ustadz mungkin terlewat dengan situsnya Hidayatullah.com, itu bukan HTI, dan MII (Pesantren UGM), itu juga bukan HTI, bahkan cenderung ke Salafy, silahkan ustadz lihat kembali.. Kalau boleh saya balik, saya sendiri melihat di situs Ustadz tidak ada link ke situsnya HTI atau HT apakah ustadz juga tidak menganggap situs HT tidak termasuk situs dakwah? Semoga saja tidak ya ustadz..
BTW, kalau Ustadz punya situs tambahan, silahakn berikan ke saya, insya Allah saya tambahkan di blog saya ini.. Syukron atas kunjungannya ustadz..
Untuk Durra:
Tentag konsep saya kira HTI sudah mengungkapakannya secara lugas, baik itu konsep dakwah maupun khilafah, silahkan kunjungi situsnya HTI di :
http://hizbut-tahrir.or.id/category/hizbut-tahrir/
atau
http://hizbut-tahrir.or.id/category/seputar-khilafah/
atau
http://hizbut-tahrir.or.id/category/shariah/
Atau antum bisa mendownload buku-buku HT secara gratis di webnya yang bahasa arab, inggris, maupun Indonesia, silahkan GRATIS.. atau bisa kunjungi halaman saya di : http://hanichi.wordpress.com/area-download/
Syukron semoga bermanfaat..
Untuk akhi Faras:
Syikron atas kunjungannya..
Durra berkata,
Oktober 25, 2008 pada 4:05 pm
Sudah saya buka situs HTI, saya sudah baca artikelnya, namun saya masih belum juga menemukan langkah-langkah / tahapan2 dawah HTI utk mewujudkan khilafah itu. Hampir sebagian besar tulisan hanya ingin menjelaskan betapa urgensinya khilafah itu bagi kita ummat islam. Mungkin ada yang terlewatkah dari yang saya baca ??
mohon dijelaskan saja oleh mas Hanif agar lebih mudah saya memahaminya.
abu hasan, Lc berkata,
Oktober 27, 2008 pada 9:33 pm
Bismillah…
Antum juga mungkin kurang jeli membaca tulisan ana, ana hanya mengatakan: ana tidak lihat dalam situs dakwah yang antum tulis berasal dari situs2 dakwah PKS atau salafi..padahal antum gembar gemborkan tentang ukhuwah… ana sangat tahu kalau ada punya hidayatullah, tapi kecuali 1 ataupun 2, selebihnya salafi… beda dng blog ana, disitu situs para masyayikh yg mu’tabar bisa antum akses. kenapa ana tidak mencantumkan HTI, mungkin antum juga punya jawaban kenapa PKS dan salafi tdk masuk dlm blog antum???
kata2 antum: {Akhir kata, tidak pernah lepas hati ini berharap agar PKS kembali kepada khittah dakwah yang benar, yang lurus, yang lugas, yang hanya memberikan loyalitasnya kepada Allah dan Rasul-Nya saja….agar PKS kembali duduk berdampingan dengan gerakan/partai Islam lainnya yang tetap istiqomah berjuang mati-matian untuk tegaknya Syariah dan Khilafah} TERKESAN arogan dan merasa paling benar, ana dan aktivis PKS merasakan itu dari tulisan antum, tapi kalau antum belum merasakannya, sah2 saja antum membela diri, tapi itu yg dirasakan oleh saudara anda dari harokah lain….bagaimana menurut antum??? apapun perjuangan PKS (yg merupakan bagian dari dakwah internasional) seakan2 jauh dari target yg benar, inna lillah… berbeda dengan dakwah HT (itu yang ana tangkap) ternyata sudah berjuang mati-matian menurut antum demi tegaknya syariah dan khilafah….wa laa tuzakku anfusakum….
abu hasan, Lc berkata,
Oktober 27, 2008 pada 9:35 pm
ralat…
tapi kecuali 1 ataupun 2, selebihnya salafi, yg betul selbihnya rata2 HT
titok, bukan Lc. berkata,
Nopember 7, 2008 pada 8:58 am
Abu Hasan Lc. mengatakan:
Menghujat demoikrasi? Itu tidak benar. YAng benar, HT itu membathilkan demokrasi. Bukan dengan menghujat, tapi dengan memaparkan hujjah.
Saya banyak diskusi tentang ini dengan orang PKS. Dan mereka tidak pernah memberi dalil syar’i tentang “menjadikan demokrasi sebagai media dakwah” itu. Satu2 dalil yang mereka ulang-ulang adalah mashlahat.
Anda seorang Lc., saya ingin lihat dalil yang diungkap oleh orang yang bvertitle Lc. untuk membenarkan demokrasi.
Maka saya ingin tanggapan antum dalam diskusi berikut:
http://titok.wordpress.com/2008/09/24/apa-itu-khilafah-bagian-1/
Mas Abu HAsan Lc., tolong tanggapi juga diskusi berikut:
http://titok.wordpress.com/2008/05/28/untuk-pak-sitompul/
Tolong tanggapi juga artikel diskusi di sini:
http://titok.wordpress.com/2008/04/28/tantangan-bagi-aktivis-islam-pro-demokrasi-bagian-ii/
di sini juga: http://titok.wordpress.com/2008/04/24/tantangan-bagi-aktivis-islam-yang-pro-demokrasi/
Juga: http://titok.wordpress.com/2007/11/25/kritik-falsafah-demokrasi-2/
http://titok.wordpress.com/2007/05/10/32/
Afwan, soalnya kesempatan untuk diskusi dengan “pengguna demokrasi” yang bergelar Lc. cukup menarik. Saya berharap ada dalil-dalil syar’i berikut pendalilan yang memadai, bukan hanya obrolan yang tidak fokus.
zulkifli berkata,
Nopember 10, 2008 pada 12:38 am
- bila demokrasi adalah sebuah sistem pemerintahan, maka nabi yusuf a.s berpartisifasi dalam pemerintahan al aziz,yang kafir dan hukum yang diterapkn buknlah hukum Allah.
- bila demokrasi adalah produk peradaban kafir maka Rasulullah pernah menerima usulan untuk dibuat cincin stempel (yang merupakan kebiasaan raja-raja sebelumnya dalam mengirim surat)sebagai tanda dalam surat yang akan beliau kirimkan tuk raja-raja kafir sebagai bukti eksistensi
- monarki dinasti-dinasti islam pasca khulafaur rosyidin sejatinya mengikuti kebiasaan raja-raja kafir yang tak pernah dikenal islam dan kabilah arab sebelumnya
- dalil ushulul fiqh : hukum asal adalah mubah kecuali adanya pengharaman dari nash (qur’an dan sunnah), tidak ada dalil pengharaman bagi sistem demokrasi, tidak ada bukti-bukti kekufuran aktifis dakwah yang berdemokrasi berkenaan dengan poin sebelumnya tidak ada yang memberatkan keaktifan da’i dalam demokrasi.
- demokrasi adalah alat yang sejatinya netral bergantung pada ideologi yang memegang/memenangkanya. contoh kasus negara-negara amerika latin adalah ladang perebutan ideologi kapitalis dan komunis, bergantung ideologi mana yang memenangkan pemilu maka demokrasi itu akan mengikuti.
admin fsiekonomi.multiply.com berkata,
Februari 4, 2009 pada 8:34 pm
Dalam sejarah perpolitikan Indonesia tidak dapat dipungkiri bahwa PKS adalah sebuah partai yang fenomenal. Ia lahir dari sebuah pola gerakan yang pada awalnya hanya dipandang sebelah mata oleh banyak orang.
Ketika mengawali debute nya di pentas perpolitikan Indonesia dengan ikut serta dalam Pemilu 1999, PKS (ketika itu masih bernama PK) hanya memperoleh suara 1,2 % saja. Hal ini membuat PK gagal menembus electoral threshold, maka di deklarasikanlah PKS sebagai wadah baru untuk melanjutkan kompetisi di Pemilu 2004. Dan pada Pemilu 2004 PKS mengejutkan banyak pihak, karena ia melakuakn lompatan yang sangat besar. Perolehan suara PKS pada Pemilu 2004 adalah 7,34 % dan itu menempatkan PKS pada posisi 5 Besar.
PKS telah menunjukkan dirinya sebagai sebuah partai yang bersih, dengan keputusan setiap anggota dewan yang berasal dari PKS yang tidak mau menerima ‘uang suap’. PKS juga menjadi partai yang peduli terhadap kondisi social masyarakat Indonesia. Kader-kadernya selalu siap untuk terjun lokasi bencana, memberi bantuan moril dan materil, meskipun tidak dalam momen-momen Pemilu seperti yang biasa dilakukan oleh partai lain.
Karakternya yang demikian telah menarik simpati dari banyak masyarakat Indonesia. Dan kemenangan pasangan yang di usung PKS dalam Pilkada di beberapa daerah, semakin menunjukkan pertambahan konstituen yang memilih PKS sebagai partai yang akan menyalurkan aspirasinya dan merubah nasib bangsa Indonesia.
Dan tentu saja hal ini menjadi sesuatu yang merisaukan bagi pihak lain yang tidak senang dengan perkembangan PKS. Baik itu dari kalangan partai atau mungkin pemerintah, yang diwakili oleh BIN : Badan Intelijen Negara.
Beberapa bulan lalu, sekitar bulan November tersebar sebuah dokumen berjudul Pengendalian Stabilitas Parpol Menjelang Pemilu 2009, yang ditulis oleh As’ad Ali Said, Wakil Ketua Badan Intelijen NegaraBIN (Badan Intelijen Negara). Secara umum berisi tentang strategi-strategi yang akan digunakan untuk memecah PKS. Karena apabila PKS tidak dipecah, seperti yang telah dilakukan terhadap PPP dan PKB, maka PKS akan memperoleh kemenangan dan stabilitas nasional akan terganggu, disebabkan oleh agenda transnasional yang dibawa PKS. Sehingga pada akhirnya PKS akan tetap tumbuh tetapi tidak akan membesar, atau bahkan habis.
Dalam dokumen tersebut, di jelaskan beberapa strategi yang akan digunakan oleh intelijen untuk memecah PKS, diantaranya : penggembosan dari dalam PKS. Strategi standar sebagaimana yang juga dilakukan pada partai partai lainnya seperti PPP dan PKB atau partai lainnya, yaitu merekayasa adanya ketidakpuasan dari kalangan kader dibawahnya atas kebijakan pemimpinnya, dan membuat scenario agar tidak ada kesempatan klarifikasi dari stakeholder atas kejadian sehingga suasana terus memanas. Situasi ini kemudian terus diarahkan dengan adanya safety relief valve atau adanya organisasi/kelompok baru yang dapat menampung aspirasi kader kader tersebut. Atau dialihkan ke HTI atau salafy
Peran media juga direncanakan untuk memecah PKS dengan cara memperbanyak berita berita yang negative tentang struktur ataupun personil DPP PKS melalui media cetak/website dan elektronik.
Selain itu, intelijen dalam dokumen itu juga telah membentuk group-group atau unit-unit kerja yang secara halus dan rutin mendorong terjadinya kegiatan yang menimbulkan kebencian dan kebingungan dikalangan kader PKS. Disana mereka menyebarkan isu tentang adanya keterkaitan sejarah tokoh –tokoh PKS dengan NII
Mereka juga telah mendekati beberapa tokoh muda PKS yang berada di DPR RI untuk melakukan perlawanan suatu saat nanti terhadap kebijakan DPP PKS, bahkan dalam dokumen itu disebutkan tokoh muda yang dimaksud adalah Dt.Bandaro Basa, tahukan? Calon gubernur Sumatera Barat.
Disisi lain intelijen juga telah mengkondisikan pengurus DPP PKS agar mereka terpancing dan membuat kebijakan untuk memecat atau mengeluarkan tokoh – tokoh senior yang juga telah di setting untuk selalu mengkritisi kebijakan DPP, terkait bahwa dengan isu – isu bahwa PKS adalah partai Dakwah sedang kebijakan partai dan sikap sikap pengurus yang tidak sejalan dengan prinsip prinsip Perjuangan Partai khususnya para pengurus DPP, DPW, DPD, DPC serta DPRa sebagai unit terkecil ditingkat kelurahan. Dengan begitu hal ini secara otomatis juga akan melemahkan kerja kerja politik struktural PKS.
Yang cukup mengejutkan dari dokumen itu di sebutkan bahwa dikalangan para senior PKS yang berseberangan dengan para pengurus DPP sudah menunjukkan intensitas dan rutinitas pertemuan, serta ditargetkan mereka dapat segera di dorong sebagai motor – motor dalam terbentuknya perpecahan secara resmi dikepengurusan partai dalam bentuk PKS yang konservatif (garis keras) dan PKS moderat (kompromise). Dan apabila scenario perpecahan ini gagal, BIN secara paralel juga menjalankan program tim coklat densus 88, yang akan memunculkan keterlibatan Islam garis keras yang nota bene kalangan konservatif PKS dapat dijadikan target karena dibuatkan hubungan yang dekat dengan para tersangka lain, baik yang sudah tertangkap ataupun DPO.
Pada bagian akhir dokumen disebutkan bahwa selain bertujuan untuk memecah PKS yang telah membawa ancaman transnasional bagi NKRI, ternyata operasi ini juga bertujuan untuk meningkat target pencapaian suara PMB. Dan rencana untuk menghentikan pertumbuhan PKS ini juga telah disampaikan saat dilakukannya peningkatan kemampuan kader muda PDS.
Terlepas dari asli atau palsunya dokumen ini, maka ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian kita bersama, para kader dan simpatisan PKS.
Jika dokumen ini palsu, ada dua elemen yang kemungkinan membuatnya. Pertama salah satu dari oknum partai peserta Pemilu yang tidak menginginkan PKS menjadi partai yang besar, kemudian membuat isu dengan mengkambinghitamkan BIN. Sehingga konsentrasi untuk menghadapi Pemilu 2009 menjadi buyar dan terpecah. Jika ini memang palsu, maka elemen kedua yang mungkin membuatnya adalah PKS sendiri, untuk meningkatkan kewaspadaan kader ataupun untuk membendung isu-isu yang akhir-akhir ini terus menyudutkan PKS, seperti Iklan Soeharto, system demokrasi yang syirik, sejarah PKS dll. Tapi ini sangat tidak mungkin. Wallahu’alam
Tetapi apabila isi dokumen ini benar-benar dari BIN, para kader harus memperhatikan beberapa hal:
Pertama, Rasa tsiqoh terhadap pemimpin harus terus dipupuk. Yakinlah mereka yang ditempatkan sebagai qiyadah dalam barisan da’wah ini adalah orang-orang pilihan dalam lingkaran tarbiyah. Mereka tidak akan mengkhianati kita apalagi da’wah. Kesalahan-kesalahan kecil tentu ada, karena mereka tetap manusia, bukan barisan malaikat.
Kedua, pola komunikasi harus tetap dijaga antara para qiyadah dan jundi
Ketiga, setiap permasalahn yang timbul hendaklah di cross cek (tabayun), jangan mudah percaya begitu saja dengan isu-isu yang muncul di media.
Keempat, tetap taat pada pemimpin selama ia taat pada Allah dan Rasulullah.
Kelima, Rapatkan barisan, jaga ukhuwah agar tidak renggang
Terakhir, wa makaru wamakarullah, wallahu khairu makirin. Sebagus dan serapi apapun scenario dari BIN tetap Allah punya scenario yang lebih besar dan penuh kejutan..
Satu yang pasti, kita para kader PKS akan tetap berjuang bersama dengan para qiyadah sampai kemenangan menjadi nyata atau syahid menjemput kita semua.
Bukankah begitu ikhwan wa akhwatifillah??
(by my friend: rangtalu)
petualangharakah berkata,
Februari 5, 2009 pada 9:47 am
Sampai kapanpun PKS akan selalu diridhoi Allah SWT, karena inilah jamaah yang paling mendekati kebenaran, aqidahnya shahih, ibadahnya tidak dicampuri bid’ah. jihadnya juga tak perlu dipertanyakan lagi. Demi Allah inilah realitanya, walaupun BIN dan orang kafir memfitnah, sama sekali tak akan menjauhkan PKS dari atthoifah almanshurah.
ikan Asin berkata,
Februari 14, 2009 pada 3:17 pm
lebih baik kita sibuk melihat kesalahan sendiri dari pada selalu melihat kesalahan orang lain.
tentu yang dimaksud adalah apabila itu permasalahn khilafiyah, yang ulama terdahulu pun tidak terlepas dari perbedaan pendapat.
namun akan berbeda apabila itu menyangkut masalah penyimpangan prinsip dalam iman, itu harus di perbaiki, di luruskan.
PKS teruslah berjuang, sekalipun ada yang meragukan perjuanganmu.
HTI teruslah berteriak KHILAFAH…!!!! KHILAFAH…!!!!, mudah2an umat terbangun dari tidurnya…
hihihi
khansa berkata,
Februari 26, 2009 pada 6:35 am
masyaallah…semoga setiap hujatan dan fitnah yang ditujukan untuk PKS menjadi spirit kemenangan dan menambah kesolidan kader.
Maisun berkata,
Maret 2, 2009 pada 6:22 pm
Saya tergelitikdengan komentar-komentar yg seolah-olah menganggap PKS tidak sedang berjuang menegakkan Syariat Islam. Saya akan copy paste tulisan Ust. Anis Matta tg “Kesiapan Negara Bersyariat”. Dari tulisan ini saya dapat menyimpulkan (sementara), PKS lebih jelas langkah-langkahnya dalam penerapan syariat Islam, Wallahu A’lam…
Silahkan baca tulisan berikut:
KESIAPAN NEGARA BER-SYARIAT
Beberapa Indikator Untuk Mengukur Kesiapan Negara Ini
Apakah persisnya yang kita maksud dengan penerapan syari’ah? Apakah salah satu dari tiga pengertian ini: Mengakomodasi satuan-satuan hukum-perdata dan pidana-Islam dalam konstitusi dan undang-undang serta berbagai penjabaran hukumnya? Atau mengisi segenap ruang konstitusi dan undang-undang serta berbagai penjabaran hukumnya, di negeri kita, dengan ajaran Islam? Atau mengatur Negara ini, pada semua aspeknya, dengan cara Islam dan oleh orang-orang Islam?
Pengertian pertama memandang Islam sebagai “salah satu” referensi perundang-undangan nasional, dan secara praktis telah dilakukan sejak masa orde baru, khususnya pada aspek hukum perdata.
Yang kedua memandang Islam sebagai referensi utama yang mewarnai seluruh aspek perundang-undangan nasional. Kenyataan ini ada di Mesir. Di negeri itu, Islam diletakkan sebagai dasar Negara. Tapi para penguasa negeri itu, sepanjang sejarah kemerdekaan mereka, selalu sekuler; maka Islam tidak pernah lebih dari sekedar simbol, bahwa negeri itu dihuni mayoritas muslim.
Yang ketiga memandang Islam sebagai referensi utama sekaligus penguasa mayoritas. Dalam pandangan ini, Islam menjadi ruh yang mewarnai konstitusi negara dengan segala derivasi (penjabaran) hukumnya, sekaligus mempunyai “kekuatan eksekusi” yang memungkinkannya mengarahkan segenap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Apapun pengertian kita tentang penerapan syariat Islam, kita tetap perlu menyepakati kerangka logika ini;
Pertama, bahwa Islam adalah sistem kehidupan yang integral dan komprehensif, yang karenanya memiliki semua kelayakan untuk dijadikan sebagai referensi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kedua, bahwa berkah sistem kehidupan Islam hanya dapat dirasakan masyarakat apabila ia benar-benar diterapkan dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara kita.
Ketiga, bahwa dapat diterapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka diperlukan dua bentuk kekuatan; kekuatan legalitas dan kekuatan eksekusi.
Keempat, bahwa untuk dapat memiliki kekuatan legalitas dan kekuatan eksekusi, diperlukan kekuasaan yang besar dan sangat berwibawa, yang diakui secara de facto maupun de jure.
Atas dasar kerangka logika tersebut, maka urutan persyaratan yang harus kita penuhi adalah meraih kekuasaan, memiliki kompetensi eksekusi dan bekerja dengan keabsahan konstitusi. Dalam perspektif politik praktis, keabsahan konstitusi adalah bagian akhir dari seluruh rangkaian proses penerapan syari’ah Islam, bukan syarat pertama. Sebab apalah arti sebuah konstitusi yang agung, jika tidak ada tangan-tangan kuat yang memiliki “political will” dan “execution competence”.
Selain itu, ada pelajaran lain dari sejarah. Tidak pernah ada sebuah negara yang menyatakan Islam sebagai ideologinya, melainkan ia pasti memasuki hari-hari panjang yang penuh keringat, air mata dan darah. Sejak Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam pindah ke Madinah, beliau harus menghadapi 68 kali pertempuran dan memimpin 28 diantaranya.
Di zaman kita, setidaknya kita belajar dari Iran (1979) dan Sudan (1987). Begitu kedua Negara itu menyatakan diri sebagai Negara Islam, dunia segera bertindak; embargo. Sudan bahkan masih merasakannya hingga saat ini.
Sejarah itu mengajarkan kepada kita, bahwa ada risiko yang harus ditanggung begitu sebuah negara menyatakan Islam sebagai jati dirinya. Risiko itu tidak hanya ditanggung oleh para pemimpinnya, tapi juga rakyat ikut menanggung – bahkan mungkin sebagian besar – risiko tersebut. Jika rakyat tidak benar-benar siap menghadapi risiko itu, boleh jadi merekalah yang akan menjadi musuh utama penerapan syariat Islam. Logika mereka sederhana;”karena Islamlah mereka menderita”.
Dalam kerangka itu semua, penerapan syariat Islam tidak dapat dipandang sebagai sebuah proses perundang-undangan an sich. Ia merupakan sebuah proses yang menyeluruh, yang menandai terjadinya peralihan besar-besaran pada struktur ideologi, budaya dan kekuasaan dalam sebuah masyarakat. Tentu saja peralihan itu mempunyai implikasi sangat besar dalam kehidupan masyarakat, sebab yang berubah adalah keseluruhan tatanan kehidupan mereka.
Penyederhanaan yang berlebihan terhadap proses penerapan syariat Islam hanya akan membuat kita bekerja di tengah kejutan-kejutan. Terlalu banyak fakta tidak terduga yang akan kita hadapi. Kita akan kesulitan mengantisipasinya. Dalam keadaan begitu, peluang gagal kita lebih besar.
Siapkan Dulu Landasannya
Itu sebabnya kita perlu memenuhi syarat-syarat kesiapan menuju syariat Islam yang paripurna. Itulah landasan yang kokoh bagi sebuah masa depan yang tidak akan mudah tercabut oleh badai dalam semua bentuknya. Tingkat kesiapan itu dapat kita ukur melalui standar berikut;
Pertama, adanya komimen dan kekuatan aqidah pada sebagian besar kalangan kaum muslimin. Yaitu komitmen aqidah yang menandai kesiapan ideologi masyarakat Muslim untuk hidup dengan sistem Islam pada seluruh tatanan kehidupannya. Serta kekuatan aqidah untuk menampilkannya dalam kehidupan di lingkungan secara mempesona.
Kedua, supremasi pemikiran Islam di tengah masyarakat sehingga muncul kepercayaan umum bahwa secara konseptual Islamlah yang paling siap menyelamatkan bangsa dan negara. Dengan begitu Islam menjadi arah yang membentuk arus pemikiran nasional..
Ketiga, sebaran kultural yang luas dimana Islam menjadi faktor pembentuk opini publik dan – untuk sebagiannya – tersimbolkan dalam tampilan-tampilan budaya, seperti pakaian, produk kesenian, etika sosial, istilah-istilah umum dalam pergaulan dan seterusnya.
Keempat, keterampilan akademis yang handal untuk dapat mentransformasikan (legal drafting) ajaran-ajaran Islam kedalam format konstitusi, undang-undang dan derivasi hukum lainnya.
Kelima, kompetensi eksekusi yang kuat dimana ada sekelompok tenaga leadership di tingkat negara, yang visioner dan memiliki kemampuan teknis untuk mengelola negara. Merekalah yang menentukan – di tingkat aplikasi – seperti apa wajah Islam dalam kenyataan, dan karenanya menentukan berhasil tidaknya proyek Islamisasi tersebut.
Keenam, kemandirian material yang memungkinkan bangsa kita tetap survive begitu kita menghadapi isolasi atau embargo. Apabila siklus perekonomian tetap dapat berjalan di dalam negeri, maka itu sudah merupakan tanda kesiapan untuk lebih independen.
Ketujuh, kapasitas pertahanan yang tangguh, sebab tantangan eksternal yang mungkin kita hadapi tidak terbatas pada gangguan ekonomi, tapi juga gangguan pertahanan. Lihatlah Iraq, misalnya. Begitu ia memiliki sedikit kemampuan militer ia harus menghadapi serangan Amerika sebelum kekuatannya menjadi ancaman.
Kedelapan, koneksi internasional yang akan memungkinkan kita tetap eksis dalam percaturan internasional, atau tetap memiliki akses keluar begitu kita menghadapi embargo atau invasi.
Kesembilan, tuntutan politik yang ditandai dengan adanya partai-partai politik – bersama publik – yang secara resmi meminta penerapan syariat Islam di tingkat konstitusi. Partai-partai politik itu harus menjadikan Islam sebagai proposal politiknya. indikator ini perlu disebutkan terutama karena kita berbicara dalam konteks demokrasi. Tapi di luar konteks demokrasi, delapan indikator sebelumnya adalah cukup, ditambah dengan tuntutan publik tanpa partai politik.
Pertanyaan Besar
Sekarang, pertanyaan besarnya adalah berapakah indikator kesiapan yang sudah tersedia? Semangat perjuangan haruslah senantiasa mendorong kita untuk bekerja keras dan lebih keras lagi. Tapi rasionalitas dan objektivitas haruslah mewarnai keseluruhan cara kerja kita, baik dalam menilai kemampuan internal ummat kita, maupun dalam menaksir kekuatan eksternal musuh-musuh umat.
romel berkata,
Maret 17, 2009 pada 5:20 pm
i only hope that, someday, islamic movements could unite.
aamiin.
:: romel: admin http://www.fsiekonomi.multiply.com
ahsan berkata,
April 11, 2009 pada 9:36 am
semoga khilafah bukan hal yang cuma dibicarakan saja, action nya dooong…jangan sampe mikir mendirikan khilafah yang sangat luas, tapi tingkat kecamatan, desa, RW bahkan RT pun belum terkuasai, dalam artian di RT nyapun kader da’wah tidak dikenal oleh masyarakat, karena tidak bergaul, atau berperan bagi kepentingan umum.mungkin merasa sudah kerja keras, namun hanya dikampus saja. sehingga masyarakat tidak merasa khilafah sebuah solusi melainkan hanya sebuah mimpi atau konsep semata.
menurut saya apa yang dilakukan PKS setidaknya merupakan action yang nyata walau tentunya ada kelemahan disana sini yang harus terus dibenahi, karena bagi saya jika ditinjau dari segi politik tentulah PKS ini partai yang jauh lebih baik dari partai -partai yang ada sekarang ini.
ZATA LINI berkata,
April 21, 2009 pada 3:32 pm
Ass, Alhamdulillah
aku telah mendapatkan pencerahan tentang islam dari diskusi diatas, syukron untuk semua yang telah ikut semoga mendapat pahala/ balasan karena telah membuka hati dan pikiran yang membacanya terutama saya, sekali lagi syukron.
Memang menolong agama Allah SWT tidak mudah dan mulus pasti ada saja hambatan baik dari keluarga, lingkungan atau dari mad’unya. Satu dikritik, yang dikritik jangan merasa dizalimi atau karena yang mengkritik tidak sayang trus yang mengkritik seyognyanya jangan merasa tinggi hati agar terjadi diskusi yang sehat sebagai sesama muslim yang bersodara, begituu….. saja kok repot…..
Dalam logika pemasaran rumah (perumnas), kita harus jelas dan gamblang mengatakan bahwa rumahnya yang akan dibangun/dijual bentuknya seperti ini, kamarnya 3 plus dapur dan kualitas temboknya bla..bla…dsb sehingga orang tahu persis kemudian tertarik membelinya, begitu juga dengan dakwah kita sekarang ini. Agar mereka tidak komplain debelakang hari karena berbeda bentuknya rumah yang dibeli dengan yang dipasarkan. Dari contoh sederhana ini antum semua bisa ambil kesamaan yaitu bahwa dakwah ini harus JELAS, LUGAS, TEGAS dan TERUS MENERUS DISUARAKAN, jangan takut dicemooh, dijauhi orang, masih banyak orang yang ikhlas dari pada yang jahil toh yang kita cari ridho Allah, Wallau a’lam bishowab.
Eddy Musodik berkata,
April 24, 2009 pada 9:37 am
wah …………….
Baru kali ini saya baca tulisan yang proposional dan profesional fil islam. Kalau ente bikin partai ane diundang yah.
ane suka orang yang istiqomah seperti ente.
Di dunia sekarang ini termasuk di Indonesia hampir langka mencari orang seperti ente, kebanyakan orientasinya cuma duit aje. Maklum masih betah tinggal di dunia yang fanah ini. Cuma dari seperma aja mau sombong. Hidup kagak pake modal aje kagak mau ikut Allah. Wah gimana yah
Ente benar-benar ahli yang mesti ditanya. Subhanallah