<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Partai Keadilan Sejahtera, Riwayatmu Kini..</title>
	<atom:link href="http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/</link>
	<description>Ini bukan teknik Kage Bunshin No Jutsu, Tapi...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Nov 2009 09:05:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: trisia</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-957</link>
		<dc:creator>trisia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 08:38:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-957</guid>
		<description>mulutnya tolong dijaga mas! walaupun antum menyeru kepada semua harakah yang ada untuk bersatu tapi di lain hal antum juga merendahkan dan menghina saudara seiman antum sendiri!!istighfar mas! tidak ada satu muslim pun yang berhak mengatakan bahwa dialah yang paling benar!camkan!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mulutnya tolong dijaga mas! walaupun antum menyeru kepada semua harakah yang ada untuk bersatu tapi di lain hal antum juga merendahkan dan menghina saudara seiman antum sendiri!!istighfar mas! tidak ada satu muslim pun yang berhak mengatakan bahwa dialah yang paling benar!camkan!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Eddy Musodik</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-903</link>
		<dc:creator>Eddy Musodik</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 02:37:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-903</guid>
		<description>wah ................
Baru kali ini saya baca tulisan yang proposional dan profesional fil islam. Kalau ente bikin partai ane diundang yah.

ane suka orang yang istiqomah seperti ente.
Di dunia sekarang ini termasuk di Indonesia hampir langka mencari orang seperti ente, kebanyakan orientasinya cuma duit aje. Maklum masih betah tinggal di dunia yang fanah ini. Cuma dari seperma aja mau sombong. Hidup kagak pake modal aje kagak mau ikut Allah. Wah gimana yah 

Ente benar-benar ahli yang mesti ditanya. Subhanallah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Baru kali ini saya baca tulisan yang proposional dan profesional fil islam. Kalau ente bikin partai ane diundang yah.</p>
<p>ane suka orang yang istiqomah seperti ente.<br />
Di dunia sekarang ini termasuk di Indonesia hampir langka mencari orang seperti ente, kebanyakan orientasinya cuma duit aje. Maklum masih betah tinggal di dunia yang fanah ini. Cuma dari seperma aja mau sombong. Hidup kagak pake modal aje kagak mau ikut Allah. Wah gimana yah </p>
<p>Ente benar-benar ahli yang mesti ditanya. Subhanallah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ZATA LINI</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-902</link>
		<dc:creator>ZATA LINI</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 08:32:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-902</guid>
		<description>Ass, Alhamdulillah
aku telah mendapatkan pencerahan tentang islam dari diskusi diatas, syukron untuk semua yang telah ikut semoga mendapat pahala/ balasan karena telah membuka hati dan pikiran yang membacanya terutama saya, sekali lagi syukron.
Memang menolong agama Allah SWT tidak mudah dan mulus pasti ada saja hambatan baik dari keluarga, lingkungan atau dari mad&#039;unya. Satu dikritik, yang dikritik jangan merasa dizalimi atau karena yang mengkritik tidak sayang trus yang mengkritik seyognyanya jangan merasa tinggi hati agar terjadi diskusi yang sehat sebagai sesama muslim yang bersodara, begituu..... saja kok repot..... 
Dalam logika pemasaran rumah (perumnas), kita harus jelas dan gamblang mengatakan bahwa rumahnya yang akan dibangun/dijual bentuknya seperti ini, kamarnya 3 plus dapur dan kualitas temboknya bla..bla...dsb sehingga orang tahu persis kemudian tertarik membelinya, begitu juga dengan dakwah kita sekarang ini. Agar mereka tidak komplain debelakang hari karena berbeda bentuknya rumah yang dibeli dengan yang dipasarkan. Dari contoh sederhana ini antum semua bisa ambil kesamaan yaitu bahwa dakwah ini harus JELAS, LUGAS, TEGAS dan TERUS MENERUS DISUARAKAN, jangan takut dicemooh, dijauhi orang, masih banyak orang yang ikhlas dari pada yang jahil toh yang kita cari ridho Allah, Wallau a&#039;lam bishowab.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass, Alhamdulillah<br />
aku telah mendapatkan pencerahan tentang islam dari diskusi diatas, syukron untuk semua yang telah ikut semoga mendapat pahala/ balasan karena telah membuka hati dan pikiran yang membacanya terutama saya, sekali lagi syukron.<br />
Memang menolong agama Allah SWT tidak mudah dan mulus pasti ada saja hambatan baik dari keluarga, lingkungan atau dari mad&#8217;unya. Satu dikritik, yang dikritik jangan merasa dizalimi atau karena yang mengkritik tidak sayang trus yang mengkritik seyognyanya jangan merasa tinggi hati agar terjadi diskusi yang sehat sebagai sesama muslim yang bersodara, begituu&#8230;.. saja kok repot&#8230;..<br />
Dalam logika pemasaran rumah (perumnas), kita harus jelas dan gamblang mengatakan bahwa rumahnya yang akan dibangun/dijual bentuknya seperti ini, kamarnya 3 plus dapur dan kualitas temboknya bla..bla&#8230;dsb sehingga orang tahu persis kemudian tertarik membelinya, begitu juga dengan dakwah kita sekarang ini. Agar mereka tidak komplain debelakang hari karena berbeda bentuknya rumah yang dibeli dengan yang dipasarkan. Dari contoh sederhana ini antum semua bisa ambil kesamaan yaitu bahwa dakwah ini harus JELAS, LUGAS, TEGAS dan TERUS MENERUS DISUARAKAN, jangan takut dicemooh, dijauhi orang, masih banyak orang yang ikhlas dari pada yang jahil toh yang kita cari ridho Allah, Wallau a&#8217;lam bishowab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ahsan</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-898</link>
		<dc:creator>ahsan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 02:36:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-898</guid>
		<description>semoga khilafah bukan hal yang cuma dibicarakan saja, action nya dooong...jangan sampe mikir mendirikan khilafah yang sangat luas, tapi tingkat kecamatan, desa, RW bahkan RT pun belum terkuasai, dalam artian di RT nyapun kader da&#039;wah tidak dikenal oleh masyarakat, karena tidak bergaul, atau berperan bagi kepentingan umum.mungkin merasa sudah kerja keras, namun hanya dikampus saja. sehingga masyarakat tidak merasa khilafah sebuah solusi melainkan hanya sebuah mimpi atau konsep semata.
menurut saya apa yang dilakukan PKS setidaknya merupakan action yang nyata walau tentunya ada kelemahan disana sini yang harus terus dibenahi, karena bagi saya jika ditinjau dari segi politik tentulah PKS ini partai yang jauh lebih baik dari partai -partai yang ada sekarang ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga khilafah bukan hal yang cuma dibicarakan saja, action nya dooong&#8230;jangan sampe mikir mendirikan khilafah yang sangat luas, tapi tingkat kecamatan, desa, RW bahkan RT pun belum terkuasai, dalam artian di RT nyapun kader da&#8217;wah tidak dikenal oleh masyarakat, karena tidak bergaul, atau berperan bagi kepentingan umum.mungkin merasa sudah kerja keras, namun hanya dikampus saja. sehingga masyarakat tidak merasa khilafah sebuah solusi melainkan hanya sebuah mimpi atau konsep semata.<br />
menurut saya apa yang dilakukan PKS setidaknya merupakan action yang nyata walau tentunya ada kelemahan disana sini yang harus terus dibenahi, karena bagi saya jika ditinjau dari segi politik tentulah PKS ini partai yang jauh lebih baik dari partai -partai yang ada sekarang ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: romel</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-890</link>
		<dc:creator>romel</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 10:20:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-890</guid>
		<description>i only hope that, someday, islamic movements could unite.

aamiin.

:: romel: admin http://www.fsiekonomi.multiply.com

:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>i only hope that, someday, islamic movements could unite.</p>
<p>aamiin.</p>
<p>:: romel: admin <a href="http://www.fsiekonomi.multiply.com" rel="nofollow">http://www.fsiekonomi.multiply.com</a></p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Maisun</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-883</link>
		<dc:creator>Maisun</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 11:22:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-883</guid>
		<description>Saya tergelitikdengan komentar-komentar yg seolah-olah menganggap PKS tidak sedang berjuang menegakkan Syariat Islam. Saya akan copy paste tulisan Ust. Anis Matta tg &quot;Kesiapan Negara Bersyariat&quot;. Dari tulisan ini saya dapat menyimpulkan (sementara), PKS lebih jelas langkah-langkahnya dalam penerapan syariat Islam, Wallahu A&#039;lam...

Silahkan baca tulisan berikut:

KESIAPAN NEGARA BER-SYARIAT

Beberapa Indikator Untuk Mengukur Kesiapan Negara Ini
Apakah persisnya yang kita maksud dengan penerapan syari’ah? Apakah salah satu dari tiga pengertian ini: Mengakomodasi satuan-satuan hukum-perdata dan pidana-Islam dalam konstitusi dan undang-undang serta berbagai penjabaran hukumnya? Atau mengisi segenap ruang konstitusi dan undang-undang serta berbagai penjabaran hukumnya, di negeri kita, dengan ajaran Islam? Atau mengatur Negara ini, pada semua aspeknya, dengan cara Islam dan oleh orang-orang Islam?

Pengertian pertama memandang Islam sebagai “salah satu” referensi perundang-undangan nasional, dan secara praktis telah dilakukan sejak masa orde baru, khususnya pada aspek hukum perdata.

Yang kedua memandang Islam sebagai referensi utama yang mewarnai seluruh aspek perundang-undangan nasional. Kenyataan ini ada di Mesir. Di negeri itu, Islam diletakkan sebagai dasar Negara. Tapi para penguasa negeri itu, sepanjang sejarah kemerdekaan mereka, selalu sekuler; maka Islam tidak pernah lebih dari sekedar simbol, bahwa negeri itu dihuni mayoritas muslim.

Yang ketiga memandang Islam sebagai referensi utama sekaligus penguasa mayoritas. Dalam pandangan ini, Islam menjadi ruh yang mewarnai konstitusi negara dengan segala derivasi (penjabaran) hukumnya, sekaligus mempunyai “kekuatan eksekusi” yang memungkinkannya mengarahkan segenap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Apapun pengertian kita tentang penerapan syariat Islam, kita tetap perlu menyepakati kerangka logika ini;

Pertama, bahwa Islam adalah sistem kehidupan yang integral dan komprehensif, yang karenanya memiliki semua kelayakan untuk dijadikan sebagai referensi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kedua, bahwa berkah sistem kehidupan Islam hanya dapat dirasakan masyarakat apabila ia benar-benar diterapkan dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Ketiga, bahwa dapat diterapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka diperlukan dua bentuk kekuatan; kekuatan legalitas dan kekuatan eksekusi.

Keempat, bahwa untuk dapat memiliki kekuatan legalitas dan kekuatan eksekusi, diperlukan kekuasaan yang besar dan sangat berwibawa, yang diakui secara de facto maupun de jure.

Atas dasar kerangka logika tersebut, maka urutan persyaratan yang harus kita penuhi adalah meraih kekuasaan, memiliki kompetensi eksekusi dan bekerja dengan keabsahan konstitusi. Dalam perspektif politik praktis, keabsahan konstitusi adalah bagian akhir dari seluruh rangkaian proses penerapan syari’ah Islam, bukan syarat pertama. Sebab apalah arti sebuah konstitusi yang agung, jika tidak ada tangan-tangan kuat yang memiliki “political will” dan “execution competence”.

Selain itu, ada pelajaran lain dari sejarah. Tidak pernah ada sebuah negara yang menyatakan Islam sebagai ideologinya, melainkan ia pasti memasuki hari-hari panjang yang penuh keringat, air mata dan darah. Sejak Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam pindah ke Madinah, beliau harus menghadapi 68 kali pertempuran dan memimpin 28 diantaranya.

Di zaman kita, setidaknya kita belajar dari Iran (1979) dan Sudan (1987). Begitu kedua Negara itu menyatakan diri sebagai Negara Islam, dunia segera bertindak; embargo. Sudan bahkan masih merasakannya hingga saat ini.

Sejarah itu mengajarkan kepada kita, bahwa ada risiko yang harus ditanggung begitu sebuah negara menyatakan Islam sebagai jati dirinya. Risiko itu tidak hanya ditanggung oleh para pemimpinnya, tapi juga rakyat ikut menanggung – bahkan mungkin sebagian besar – risiko tersebut. Jika rakyat tidak benar-benar siap menghadapi risiko itu, boleh jadi merekalah yang akan menjadi musuh utama penerapan syariat Islam. Logika mereka sederhana;”karena Islamlah mereka menderita”.

Dalam kerangka itu semua, penerapan syariat Islam tidak dapat dipandang sebagai sebuah proses perundang-undangan an sich. Ia merupakan sebuah proses yang menyeluruh, yang menandai terjadinya peralihan besar-besaran pada struktur ideologi, budaya dan kekuasaan dalam sebuah masyarakat. Tentu saja peralihan itu mempunyai implikasi sangat besar dalam kehidupan masyarakat, sebab yang berubah adalah keseluruhan tatanan kehidupan mereka.

Penyederhanaan yang berlebihan terhadap proses penerapan syariat Islam hanya akan membuat kita bekerja di tengah kejutan-kejutan. Terlalu banyak fakta tidak terduga yang akan kita hadapi. Kita akan kesulitan mengantisipasinya. Dalam keadaan begitu, peluang gagal kita lebih besar.

Siapkan Dulu Landasannya
Itu sebabnya kita perlu memenuhi syarat-syarat kesiapan menuju syariat Islam yang paripurna. Itulah landasan yang kokoh bagi sebuah masa depan yang tidak akan mudah tercabut oleh badai dalam semua bentuknya. Tingkat kesiapan itu dapat kita ukur melalui standar berikut;

Pertama, adanya komimen dan kekuatan aqidah pada sebagian besar kalangan kaum muslimin. Yaitu komitmen aqidah yang menandai kesiapan ideologi masyarakat Muslim untuk hidup dengan sistem Islam pada seluruh tatanan kehidupannya. Serta kekuatan aqidah untuk menampilkannya dalam kehidupan di lingkungan secara mempesona.

Kedua, supremasi pemikiran Islam di tengah masyarakat sehingga muncul kepercayaan umum bahwa secara konseptual Islamlah yang paling siap menyelamatkan bangsa dan negara. Dengan begitu Islam menjadi arah yang membentuk arus pemikiran nasional..

Ketiga, sebaran kultural yang luas dimana Islam menjadi faktor pembentuk opini publik dan – untuk sebagiannya – tersimbolkan dalam tampilan-tampilan budaya, seperti pakaian, produk kesenian, etika sosial, istilah-istilah umum dalam pergaulan dan seterusnya.

Keempat, keterampilan akademis yang handal untuk dapat mentransformasikan (legal drafting) ajaran-ajaran Islam kedalam format konstitusi, undang-undang dan derivasi hukum lainnya.

Kelima, kompetensi eksekusi yang kuat dimana ada sekelompok tenaga leadership di tingkat negara, yang visioner dan memiliki kemampuan teknis untuk mengelola negara. Merekalah yang menentukan – di tingkat aplikasi – seperti apa wajah Islam dalam kenyataan, dan karenanya menentukan berhasil tidaknya proyek Islamisasi tersebut.

Keenam, kemandirian material yang memungkinkan bangsa kita tetap survive begitu kita menghadapi isolasi atau embargo. Apabila siklus perekonomian tetap dapat berjalan di dalam negeri, maka itu sudah merupakan tanda kesiapan untuk lebih independen.

Ketujuh, kapasitas pertahanan yang tangguh, sebab tantangan eksternal yang mungkin kita hadapi tidak terbatas pada gangguan ekonomi, tapi juga gangguan pertahanan. Lihatlah Iraq, misalnya. Begitu ia memiliki sedikit kemampuan militer ia harus menghadapi serangan Amerika sebelum kekuatannya menjadi ancaman.

Kedelapan, koneksi internasional yang akan memungkinkan kita tetap eksis dalam percaturan internasional, atau tetap memiliki akses keluar begitu kita menghadapi embargo atau invasi.

Kesembilan, tuntutan politik yang ditandai dengan adanya partai-partai politik – bersama publik - yang secara resmi meminta penerapan syariat Islam di tingkat konstitusi. Partai-partai politik itu harus menjadikan Islam sebagai proposal politiknya. indikator ini perlu disebutkan terutama karena kita berbicara dalam konteks demokrasi. Tapi di luar konteks demokrasi, delapan indikator sebelumnya adalah cukup, ditambah dengan tuntutan publik tanpa partai politik.

Pertanyaan Besar
Sekarang, pertanyaan besarnya adalah berapakah indikator kesiapan yang sudah tersedia? Semangat perjuangan haruslah senantiasa mendorong kita untuk bekerja keras dan lebih keras lagi. Tapi rasionalitas dan objektivitas haruslah mewarnai keseluruhan cara kerja kita, baik dalam menilai kemampuan internal ummat kita, maupun dalam menaksir kekuatan eksternal musuh-musuh umat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tergelitikdengan komentar-komentar yg seolah-olah menganggap PKS tidak sedang berjuang menegakkan Syariat Islam. Saya akan copy paste tulisan Ust. Anis Matta tg &#8220;Kesiapan Negara Bersyariat&#8221;. Dari tulisan ini saya dapat menyimpulkan (sementara), PKS lebih jelas langkah-langkahnya dalam penerapan syariat Islam, Wallahu A&#8217;lam&#8230;</p>
<p>Silahkan baca tulisan berikut:</p>
<p>KESIAPAN NEGARA BER-SYARIAT</p>
<p>Beberapa Indikator Untuk Mengukur Kesiapan Negara Ini<br />
Apakah persisnya yang kita maksud dengan penerapan syari’ah? Apakah salah satu dari tiga pengertian ini: Mengakomodasi satuan-satuan hukum-perdata dan pidana-Islam dalam konstitusi dan undang-undang serta berbagai penjabaran hukumnya? Atau mengisi segenap ruang konstitusi dan undang-undang serta berbagai penjabaran hukumnya, di negeri kita, dengan ajaran Islam? Atau mengatur Negara ini, pada semua aspeknya, dengan cara Islam dan oleh orang-orang Islam?</p>
<p>Pengertian pertama memandang Islam sebagai “salah satu” referensi perundang-undangan nasional, dan secara praktis telah dilakukan sejak masa orde baru, khususnya pada aspek hukum perdata.</p>
<p>Yang kedua memandang Islam sebagai referensi utama yang mewarnai seluruh aspek perundang-undangan nasional. Kenyataan ini ada di Mesir. Di negeri itu, Islam diletakkan sebagai dasar Negara. Tapi para penguasa negeri itu, sepanjang sejarah kemerdekaan mereka, selalu sekuler; maka Islam tidak pernah lebih dari sekedar simbol, bahwa negeri itu dihuni mayoritas muslim.</p>
<p>Yang ketiga memandang Islam sebagai referensi utama sekaligus penguasa mayoritas. Dalam pandangan ini, Islam menjadi ruh yang mewarnai konstitusi negara dengan segala derivasi (penjabaran) hukumnya, sekaligus mempunyai “kekuatan eksekusi” yang memungkinkannya mengarahkan segenap kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Apapun pengertian kita tentang penerapan syariat Islam, kita tetap perlu menyepakati kerangka logika ini;</p>
<p>Pertama, bahwa Islam adalah sistem kehidupan yang integral dan komprehensif, yang karenanya memiliki semua kelayakan untuk dijadikan sebagai referensi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Kedua, bahwa berkah sistem kehidupan Islam hanya dapat dirasakan masyarakat apabila ia benar-benar diterapkan dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara kita.</p>
<p>Ketiga, bahwa dapat diterapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka diperlukan dua bentuk kekuatan; kekuatan legalitas dan kekuatan eksekusi.</p>
<p>Keempat, bahwa untuk dapat memiliki kekuatan legalitas dan kekuatan eksekusi, diperlukan kekuasaan yang besar dan sangat berwibawa, yang diakui secara de facto maupun de jure.</p>
<p>Atas dasar kerangka logika tersebut, maka urutan persyaratan yang harus kita penuhi adalah meraih kekuasaan, memiliki kompetensi eksekusi dan bekerja dengan keabsahan konstitusi. Dalam perspektif politik praktis, keabsahan konstitusi adalah bagian akhir dari seluruh rangkaian proses penerapan syari’ah Islam, bukan syarat pertama. Sebab apalah arti sebuah konstitusi yang agung, jika tidak ada tangan-tangan kuat yang memiliki “political will” dan “execution competence”.</p>
<p>Selain itu, ada pelajaran lain dari sejarah. Tidak pernah ada sebuah negara yang menyatakan Islam sebagai ideologinya, melainkan ia pasti memasuki hari-hari panjang yang penuh keringat, air mata dan darah. Sejak Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam pindah ke Madinah, beliau harus menghadapi 68 kali pertempuran dan memimpin 28 diantaranya.</p>
<p>Di zaman kita, setidaknya kita belajar dari Iran (1979) dan Sudan (1987). Begitu kedua Negara itu menyatakan diri sebagai Negara Islam, dunia segera bertindak; embargo. Sudan bahkan masih merasakannya hingga saat ini.</p>
<p>Sejarah itu mengajarkan kepada kita, bahwa ada risiko yang harus ditanggung begitu sebuah negara menyatakan Islam sebagai jati dirinya. Risiko itu tidak hanya ditanggung oleh para pemimpinnya, tapi juga rakyat ikut menanggung – bahkan mungkin sebagian besar – risiko tersebut. Jika rakyat tidak benar-benar siap menghadapi risiko itu, boleh jadi merekalah yang akan menjadi musuh utama penerapan syariat Islam. Logika mereka sederhana;”karena Islamlah mereka menderita”.</p>
<p>Dalam kerangka itu semua, penerapan syariat Islam tidak dapat dipandang sebagai sebuah proses perundang-undangan an sich. Ia merupakan sebuah proses yang menyeluruh, yang menandai terjadinya peralihan besar-besaran pada struktur ideologi, budaya dan kekuasaan dalam sebuah masyarakat. Tentu saja peralihan itu mempunyai implikasi sangat besar dalam kehidupan masyarakat, sebab yang berubah adalah keseluruhan tatanan kehidupan mereka.</p>
<p>Penyederhanaan yang berlebihan terhadap proses penerapan syariat Islam hanya akan membuat kita bekerja di tengah kejutan-kejutan. Terlalu banyak fakta tidak terduga yang akan kita hadapi. Kita akan kesulitan mengantisipasinya. Dalam keadaan begitu, peluang gagal kita lebih besar.</p>
<p>Siapkan Dulu Landasannya<br />
Itu sebabnya kita perlu memenuhi syarat-syarat kesiapan menuju syariat Islam yang paripurna. Itulah landasan yang kokoh bagi sebuah masa depan yang tidak akan mudah tercabut oleh badai dalam semua bentuknya. Tingkat kesiapan itu dapat kita ukur melalui standar berikut;</p>
<p>Pertama, adanya komimen dan kekuatan aqidah pada sebagian besar kalangan kaum muslimin. Yaitu komitmen aqidah yang menandai kesiapan ideologi masyarakat Muslim untuk hidup dengan sistem Islam pada seluruh tatanan kehidupannya. Serta kekuatan aqidah untuk menampilkannya dalam kehidupan di lingkungan secara mempesona.</p>
<p>Kedua, supremasi pemikiran Islam di tengah masyarakat sehingga muncul kepercayaan umum bahwa secara konseptual Islamlah yang paling siap menyelamatkan bangsa dan negara. Dengan begitu Islam menjadi arah yang membentuk arus pemikiran nasional..</p>
<p>Ketiga, sebaran kultural yang luas dimana Islam menjadi faktor pembentuk opini publik dan – untuk sebagiannya – tersimbolkan dalam tampilan-tampilan budaya, seperti pakaian, produk kesenian, etika sosial, istilah-istilah umum dalam pergaulan dan seterusnya.</p>
<p>Keempat, keterampilan akademis yang handal untuk dapat mentransformasikan (legal drafting) ajaran-ajaran Islam kedalam format konstitusi, undang-undang dan derivasi hukum lainnya.</p>
<p>Kelima, kompetensi eksekusi yang kuat dimana ada sekelompok tenaga leadership di tingkat negara, yang visioner dan memiliki kemampuan teknis untuk mengelola negara. Merekalah yang menentukan – di tingkat aplikasi – seperti apa wajah Islam dalam kenyataan, dan karenanya menentukan berhasil tidaknya proyek Islamisasi tersebut.</p>
<p>Keenam, kemandirian material yang memungkinkan bangsa kita tetap survive begitu kita menghadapi isolasi atau embargo. Apabila siklus perekonomian tetap dapat berjalan di dalam negeri, maka itu sudah merupakan tanda kesiapan untuk lebih independen.</p>
<p>Ketujuh, kapasitas pertahanan yang tangguh, sebab tantangan eksternal yang mungkin kita hadapi tidak terbatas pada gangguan ekonomi, tapi juga gangguan pertahanan. Lihatlah Iraq, misalnya. Begitu ia memiliki sedikit kemampuan militer ia harus menghadapi serangan Amerika sebelum kekuatannya menjadi ancaman.</p>
<p>Kedelapan, koneksi internasional yang akan memungkinkan kita tetap eksis dalam percaturan internasional, atau tetap memiliki akses keluar begitu kita menghadapi embargo atau invasi.</p>
<p>Kesembilan, tuntutan politik yang ditandai dengan adanya partai-partai politik – bersama publik &#8211; yang secara resmi meminta penerapan syariat Islam di tingkat konstitusi. Partai-partai politik itu harus menjadikan Islam sebagai proposal politiknya. indikator ini perlu disebutkan terutama karena kita berbicara dalam konteks demokrasi. Tapi di luar konteks demokrasi, delapan indikator sebelumnya adalah cukup, ditambah dengan tuntutan publik tanpa partai politik.</p>
<p>Pertanyaan Besar<br />
Sekarang, pertanyaan besarnya adalah berapakah indikator kesiapan yang sudah tersedia? Semangat perjuangan haruslah senantiasa mendorong kita untuk bekerja keras dan lebih keras lagi. Tapi rasionalitas dan objektivitas haruslah mewarnai keseluruhan cara kerja kita, baik dalam menilai kemampuan internal ummat kita, maupun dalam menaksir kekuatan eksternal musuh-musuh umat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: khansa</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-881</link>
		<dc:creator>khansa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 23:35:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-881</guid>
		<description>masyaallah...semoga setiap hujatan dan fitnah yang ditujukan untuk PKS menjadi spirit kemenangan dan menambah kesolidan kader.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masyaallah&#8230;semoga setiap hujatan dan fitnah yang ditujukan untuk PKS menjadi spirit kemenangan dan menambah kesolidan kader.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ikan Asin</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-876</link>
		<dc:creator>ikan Asin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 08:17:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-876</guid>
		<description>lebih baik kita sibuk melihat kesalahan sendiri dari pada selalu melihat kesalahan orang lain.

tentu yang dimaksud adalah apabila itu permasalahn khilafiyah, yang ulama terdahulu pun tidak terlepas dari perbedaan pendapat.


namun akan berbeda apabila itu menyangkut masalah penyimpangan  prinsip dalam iman, itu harus di perbaiki, di luruskan.

PKS teruslah berjuang, sekalipun ada yang meragukan perjuanganmu.

HTI teruslah berteriak KHILAFAH...!!!! KHILAFAH...!!!!, mudah2an umat terbangun dari tidurnya...


hihihi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lebih baik kita sibuk melihat kesalahan sendiri dari pada selalu melihat kesalahan orang lain.</p>
<p>tentu yang dimaksud adalah apabila itu permasalahn khilafiyah, yang ulama terdahulu pun tidak terlepas dari perbedaan pendapat.</p>
<p>namun akan berbeda apabila itu menyangkut masalah penyimpangan  prinsip dalam iman, itu harus di perbaiki, di luruskan.</p>
<p>PKS teruslah berjuang, sekalipun ada yang meragukan perjuanganmu.</p>
<p>HTI teruslah berteriak KHILAFAH&#8230;!!!! KHILAFAH&#8230;!!!!, mudah2an umat terbangun dari tidurnya&#8230;</p>
<p>hihihi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: petualangharakah</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-872</link>
		<dc:creator>petualangharakah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 02:47:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-872</guid>
		<description>:)
Sampai kapanpun PKS akan selalu diridhoi Allah SWT, karena inilah jamaah yang paling mendekati kebenaran, aqidahnya shahih, ibadahnya tidak dicampuri bid&#039;ah. jihadnya juga tak perlu dipertanyakan lagi. Demi Allah inilah realitanya, walaupun BIN dan orang kafir memfitnah, sama sekali tak akan menjauhkan PKS dari atthoifah almanshurah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Sampai kapanpun PKS akan selalu diridhoi Allah SWT, karena inilah jamaah yang paling mendekati kebenaran, aqidahnya shahih, ibadahnya tidak dicampuri bid&#8217;ah. jihadnya juga tak perlu dipertanyakan lagi. Demi Allah inilah realitanya, walaupun BIN dan orang kafir memfitnah, sama sekali tak akan menjauhkan PKS dari atthoifah almanshurah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: admin fsiekonomi.multiply.com</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-871</link>
		<dc:creator>admin fsiekonomi.multiply.com</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 13:34:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-871</guid>
		<description>Dalam sejarah perpolitikan Indonesia tidak dapat dipungkiri bahwa PKS adalah sebuah partai yang fenomenal. Ia lahir dari sebuah pola gerakan yang pada awalnya hanya dipandang sebelah mata oleh banyak orang.

Ketika mengawali debute nya di pentas perpolitikan Indonesia dengan ikut serta dalam Pemilu 1999, PKS (ketika itu masih bernama PK) hanya memperoleh suara 1,2 % saja. Hal ini membuat PK gagal menembus electoral threshold, maka di deklarasikanlah PKS sebagai wadah baru untuk melanjutkan kompetisi di Pemilu 2004. Dan pada Pemilu 2004 PKS mengejutkan banyak pihak, karena ia melakuakn lompatan yang sangat besar. Perolehan suara PKS pada Pemilu 2004 adalah 7,34 % dan itu menempatkan PKS pada posisi 5 Besar.

PKS telah menunjukkan dirinya sebagai sebuah partai yang bersih, dengan keputusan setiap anggota dewan yang berasal dari PKS yang tidak mau menerima ‘uang suap’. PKS juga menjadi partai yang peduli terhadap kondisi social masyarakat Indonesia. Kader-kadernya selalu siap untuk terjun lokasi bencana, memberi bantuan moril dan materil, meskipun tidak dalam momen-momen Pemilu seperti yang biasa dilakukan oleh partai lain.

Karakternya yang demikian telah menarik simpati dari banyak masyarakat Indonesia. Dan kemenangan pasangan yang di usung PKS dalam Pilkada di beberapa daerah, semakin menunjukkan pertambahan konstituen yang memilih PKS sebagai partai yang akan menyalurkan aspirasinya dan merubah nasib bangsa Indonesia.

Dan tentu saja hal ini menjadi sesuatu yang merisaukan bagi pihak lain yang tidak senang dengan perkembangan PKS. Baik itu dari kalangan partai atau mungkin pemerintah, yang diwakili oleh BIN : Badan Intelijen Negara.

Beberapa bulan lalu, sekitar bulan November tersebar sebuah dokumen berjudul Pengendalian Stabilitas Parpol Menjelang Pemilu 2009, yang ditulis oleh As’ad Ali Said, Wakil Ketua Badan Intelijen NegaraBIN (Badan Intelijen Negara). Secara umum berisi tentang strategi-strategi yang akan digunakan untuk memecah PKS. Karena apabila PKS tidak dipecah, seperti yang telah dilakukan terhadap PPP dan PKB, maka PKS akan memperoleh kemenangan dan stabilitas nasional akan terganggu, disebabkan oleh agenda transnasional yang dibawa PKS. Sehingga pada akhirnya PKS akan tetap tumbuh tetapi tidak akan membesar, atau bahkan habis.

Dalam dokumen tersebut, di jelaskan beberapa strategi yang akan digunakan oleh intelijen untuk memecah PKS, diantaranya : penggembosan dari dalam PKS. Strategi standar sebagaimana yang juga dilakukan pada partai partai lainnya seperti PPP dan PKB atau partai lainnya, yaitu merekayasa adanya ketidakpuasan dari kalangan kader dibawahnya atas kebijakan pemimpinnya, dan membuat scenario agar tidak ada kesempatan klarifikasi dari stakeholder atas kejadian sehingga suasana terus memanas. Situasi ini kemudian terus diarahkan dengan adanya safety relief valve atau adanya organisasi/kelompok baru yang dapat menampung aspirasi kader kader tersebut. Atau dialihkan ke HTI atau salafy

Peran media juga direncanakan untuk memecah PKS dengan cara memperbanyak berita berita yang negative tentang struktur ataupun personil DPP PKS melalui media cetak/website dan elektronik.

Selain itu, intelijen dalam dokumen itu juga telah membentuk group-group atau unit-unit kerja yang secara halus dan rutin mendorong terjadinya kegiatan yang menimbulkan kebencian dan kebingungan dikalangan kader PKS. Disana mereka menyebarkan isu tentang adanya keterkaitan sejarah tokoh –tokoh PKS dengan NII

Mereka juga telah mendekati beberapa tokoh muda PKS yang berada di DPR RI untuk melakukan perlawanan suatu saat nanti terhadap kebijakan DPP PKS, bahkan dalam dokumen itu disebutkan tokoh muda yang dimaksud adalah Dt.Bandaro Basa, tahukan? Calon gubernur Sumatera Barat.

Disisi lain intelijen juga telah mengkondisikan pengurus DPP PKS agar mereka terpancing dan membuat kebijakan untuk memecat atau mengeluarkan tokoh – tokoh senior yang juga telah di setting untuk selalu mengkritisi kebijakan DPP, terkait bahwa dengan isu – isu bahwa PKS adalah partai Dakwah sedang kebijakan partai dan sikap sikap pengurus yang tidak sejalan dengan prinsip prinsip Perjuangan Partai khususnya para pengurus DPP, DPW, DPD, DPC serta DPRa sebagai unit terkecil ditingkat kelurahan. Dengan begitu hal ini secara otomatis juga akan melemahkan kerja kerja politik struktural PKS.

Yang cukup mengejutkan dari dokumen itu di sebutkan bahwa dikalangan para senior PKS yang berseberangan dengan para pengurus DPP sudah menunjukkan intensitas dan rutinitas pertemuan, serta ditargetkan mereka dapat segera di dorong sebagai motor – motor dalam terbentuknya perpecahan secara resmi dikepengurusan partai dalam bentuk PKS yang konservatif (garis keras) dan PKS moderat (kompromise). Dan apabila scenario perpecahan ini gagal, BIN secara paralel juga menjalankan program tim coklat densus 88, yang akan memunculkan keterlibatan Islam garis keras yang nota bene kalangan konservatif PKS dapat dijadikan target karena dibuatkan hubungan yang dekat dengan para tersangka lain, baik yang sudah tertangkap ataupun DPO.

Pada bagian akhir dokumen disebutkan bahwa selain bertujuan untuk memecah PKS yang telah membawa ancaman transnasional bagi NKRI, ternyata operasi ini juga bertujuan untuk meningkat target pencapaian suara PMB. Dan rencana untuk menghentikan pertumbuhan PKS ini juga telah disampaikan saat dilakukannya peningkatan kemampuan kader muda PDS.

Terlepas dari asli atau palsunya dokumen ini, maka ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian kita bersama, para kader dan simpatisan PKS.

Jika dokumen ini palsu, ada dua elemen yang kemungkinan membuatnya. Pertama salah satu dari oknum partai peserta Pemilu yang tidak menginginkan PKS menjadi partai yang besar, kemudian membuat isu dengan mengkambinghitamkan BIN. Sehingga konsentrasi untuk menghadapi Pemilu 2009 menjadi buyar dan terpecah. Jika ini memang palsu, maka elemen kedua yang mungkin membuatnya adalah PKS sendiri, untuk meningkatkan kewaspadaan kader ataupun untuk membendung isu-isu yang akhir-akhir ini terus menyudutkan PKS, seperti Iklan Soeharto, system demokrasi yang syirik, sejarah PKS dll. Tapi ini sangat tidak mungkin. Wallahu’alam

Tetapi apabila isi dokumen ini benar-benar dari BIN, para kader harus memperhatikan beberapa hal:

Pertama, Rasa tsiqoh terhadap pemimpin harus terus dipupuk. Yakinlah mereka yang ditempatkan sebagai qiyadah dalam barisan da’wah ini adalah orang-orang pilihan dalam lingkaran tarbiyah. Mereka tidak akan mengkhianati kita apalagi da’wah. Kesalahan-kesalahan kecil tentu ada, karena mereka tetap manusia, bukan barisan malaikat.

Kedua, pola komunikasi harus tetap dijaga antara para qiyadah dan jundi

Ketiga, setiap permasalahn yang timbul hendaklah di cross cek (tabayun), jangan mudah percaya begitu saja dengan isu-isu yang muncul di media.

Keempat, tetap taat pada pemimpin selama ia taat pada Allah dan Rasulullah.

Kelima, Rapatkan barisan, jaga ukhuwah agar tidak renggang

Terakhir, wa makaru wamakarullah, wallahu khairu makirin. Sebagus dan serapi apapun scenario dari BIN tetap Allah punya scenario yang lebih besar dan penuh kejutan..

Satu yang pasti, kita para kader PKS akan tetap berjuang bersama dengan para qiyadah sampai kemenangan menjadi nyata atau syahid menjemput kita semua.

Bukankah begitu ikhwan wa akhwatifillah??

(by my friend: rangtalu)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sejarah perpolitikan Indonesia tidak dapat dipungkiri bahwa PKS adalah sebuah partai yang fenomenal. Ia lahir dari sebuah pola gerakan yang pada awalnya hanya dipandang sebelah mata oleh banyak orang.</p>
<p>Ketika mengawali debute nya di pentas perpolitikan Indonesia dengan ikut serta dalam Pemilu 1999, PKS (ketika itu masih bernama PK) hanya memperoleh suara 1,2 % saja. Hal ini membuat PK gagal menembus electoral threshold, maka di deklarasikanlah PKS sebagai wadah baru untuk melanjutkan kompetisi di Pemilu 2004. Dan pada Pemilu 2004 PKS mengejutkan banyak pihak, karena ia melakuakn lompatan yang sangat besar. Perolehan suara PKS pada Pemilu 2004 adalah 7,34 % dan itu menempatkan PKS pada posisi 5 Besar.</p>
<p>PKS telah menunjukkan dirinya sebagai sebuah partai yang bersih, dengan keputusan setiap anggota dewan yang berasal dari PKS yang tidak mau menerima ‘uang suap’. PKS juga menjadi partai yang peduli terhadap kondisi social masyarakat Indonesia. Kader-kadernya selalu siap untuk terjun lokasi bencana, memberi bantuan moril dan materil, meskipun tidak dalam momen-momen Pemilu seperti yang biasa dilakukan oleh partai lain.</p>
<p>Karakternya yang demikian telah menarik simpati dari banyak masyarakat Indonesia. Dan kemenangan pasangan yang di usung PKS dalam Pilkada di beberapa daerah, semakin menunjukkan pertambahan konstituen yang memilih PKS sebagai partai yang akan menyalurkan aspirasinya dan merubah nasib bangsa Indonesia.</p>
<p>Dan tentu saja hal ini menjadi sesuatu yang merisaukan bagi pihak lain yang tidak senang dengan perkembangan PKS. Baik itu dari kalangan partai atau mungkin pemerintah, yang diwakili oleh BIN : Badan Intelijen Negara.</p>
<p>Beberapa bulan lalu, sekitar bulan November tersebar sebuah dokumen berjudul Pengendalian Stabilitas Parpol Menjelang Pemilu 2009, yang ditulis oleh As’ad Ali Said, Wakil Ketua Badan Intelijen NegaraBIN (Badan Intelijen Negara). Secara umum berisi tentang strategi-strategi yang akan digunakan untuk memecah PKS. Karena apabila PKS tidak dipecah, seperti yang telah dilakukan terhadap PPP dan PKB, maka PKS akan memperoleh kemenangan dan stabilitas nasional akan terganggu, disebabkan oleh agenda transnasional yang dibawa PKS. Sehingga pada akhirnya PKS akan tetap tumbuh tetapi tidak akan membesar, atau bahkan habis.</p>
<p>Dalam dokumen tersebut, di jelaskan beberapa strategi yang akan digunakan oleh intelijen untuk memecah PKS, diantaranya : penggembosan dari dalam PKS. Strategi standar sebagaimana yang juga dilakukan pada partai partai lainnya seperti PPP dan PKB atau partai lainnya, yaitu merekayasa adanya ketidakpuasan dari kalangan kader dibawahnya atas kebijakan pemimpinnya, dan membuat scenario agar tidak ada kesempatan klarifikasi dari stakeholder atas kejadian sehingga suasana terus memanas. Situasi ini kemudian terus diarahkan dengan adanya safety relief valve atau adanya organisasi/kelompok baru yang dapat menampung aspirasi kader kader tersebut. Atau dialihkan ke HTI atau salafy</p>
<p>Peran media juga direncanakan untuk memecah PKS dengan cara memperbanyak berita berita yang negative tentang struktur ataupun personil DPP PKS melalui media cetak/website dan elektronik.</p>
<p>Selain itu, intelijen dalam dokumen itu juga telah membentuk group-group atau unit-unit kerja yang secara halus dan rutin mendorong terjadinya kegiatan yang menimbulkan kebencian dan kebingungan dikalangan kader PKS. Disana mereka menyebarkan isu tentang adanya keterkaitan sejarah tokoh –tokoh PKS dengan NII</p>
<p>Mereka juga telah mendekati beberapa tokoh muda PKS yang berada di DPR RI untuk melakukan perlawanan suatu saat nanti terhadap kebijakan DPP PKS, bahkan dalam dokumen itu disebutkan tokoh muda yang dimaksud adalah Dt.Bandaro Basa, tahukan? Calon gubernur Sumatera Barat.</p>
<p>Disisi lain intelijen juga telah mengkondisikan pengurus DPP PKS agar mereka terpancing dan membuat kebijakan untuk memecat atau mengeluarkan tokoh – tokoh senior yang juga telah di setting untuk selalu mengkritisi kebijakan DPP, terkait bahwa dengan isu – isu bahwa PKS adalah partai Dakwah sedang kebijakan partai dan sikap sikap pengurus yang tidak sejalan dengan prinsip prinsip Perjuangan Partai khususnya para pengurus DPP, DPW, DPD, DPC serta DPRa sebagai unit terkecil ditingkat kelurahan. Dengan begitu hal ini secara otomatis juga akan melemahkan kerja kerja politik struktural PKS.</p>
<p>Yang cukup mengejutkan dari dokumen itu di sebutkan bahwa dikalangan para senior PKS yang berseberangan dengan para pengurus DPP sudah menunjukkan intensitas dan rutinitas pertemuan, serta ditargetkan mereka dapat segera di dorong sebagai motor – motor dalam terbentuknya perpecahan secara resmi dikepengurusan partai dalam bentuk PKS yang konservatif (garis keras) dan PKS moderat (kompromise). Dan apabila scenario perpecahan ini gagal, BIN secara paralel juga menjalankan program tim coklat densus 88, yang akan memunculkan keterlibatan Islam garis keras yang nota bene kalangan konservatif PKS dapat dijadikan target karena dibuatkan hubungan yang dekat dengan para tersangka lain, baik yang sudah tertangkap ataupun DPO.</p>
<p>Pada bagian akhir dokumen disebutkan bahwa selain bertujuan untuk memecah PKS yang telah membawa ancaman transnasional bagi NKRI, ternyata operasi ini juga bertujuan untuk meningkat target pencapaian suara PMB. Dan rencana untuk menghentikan pertumbuhan PKS ini juga telah disampaikan saat dilakukannya peningkatan kemampuan kader muda PDS.</p>
<p>Terlepas dari asli atau palsunya dokumen ini, maka ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian kita bersama, para kader dan simpatisan PKS.</p>
<p>Jika dokumen ini palsu, ada dua elemen yang kemungkinan membuatnya. Pertama salah satu dari oknum partai peserta Pemilu yang tidak menginginkan PKS menjadi partai yang besar, kemudian membuat isu dengan mengkambinghitamkan BIN. Sehingga konsentrasi untuk menghadapi Pemilu 2009 menjadi buyar dan terpecah. Jika ini memang palsu, maka elemen kedua yang mungkin membuatnya adalah PKS sendiri, untuk meningkatkan kewaspadaan kader ataupun untuk membendung isu-isu yang akhir-akhir ini terus menyudutkan PKS, seperti Iklan Soeharto, system demokrasi yang syirik, sejarah PKS dll. Tapi ini sangat tidak mungkin. Wallahu’alam</p>
<p>Tetapi apabila isi dokumen ini benar-benar dari BIN, para kader harus memperhatikan beberapa hal:</p>
<p>Pertama, Rasa tsiqoh terhadap pemimpin harus terus dipupuk. Yakinlah mereka yang ditempatkan sebagai qiyadah dalam barisan da’wah ini adalah orang-orang pilihan dalam lingkaran tarbiyah. Mereka tidak akan mengkhianati kita apalagi da’wah. Kesalahan-kesalahan kecil tentu ada, karena mereka tetap manusia, bukan barisan malaikat.</p>
<p>Kedua, pola komunikasi harus tetap dijaga antara para qiyadah dan jundi</p>
<p>Ketiga, setiap permasalahn yang timbul hendaklah di cross cek (tabayun), jangan mudah percaya begitu saja dengan isu-isu yang muncul di media.</p>
<p>Keempat, tetap taat pada pemimpin selama ia taat pada Allah dan Rasulullah.</p>
<p>Kelima, Rapatkan barisan, jaga ukhuwah agar tidak renggang</p>
<p>Terakhir, wa makaru wamakarullah, wallahu khairu makirin. Sebagus dan serapi apapun scenario dari BIN tetap Allah punya scenario yang lebih besar dan penuh kejutan..</p>
<p>Satu yang pasti, kita para kader PKS akan tetap berjuang bersama dengan para qiyadah sampai kemenangan menjadi nyata atau syahid menjemput kita semua.</p>
<p>Bukankah begitu ikhwan wa akhwatifillah??</p>
<p>(by my friend: rangtalu)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zulkifli</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-808</link>
		<dc:creator>zulkifli</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 17:38:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-808</guid>
		<description>- bila demokrasi adalah sebuah sistem pemerintahan, maka nabi yusuf a.s berpartisifasi dalam pemerintahan al aziz,yang kafir dan hukum yang diterapkn buknlah hukum Allah.

- bila demokrasi adalah produk peradaban kafir maka Rasulullah pernah menerima usulan untuk dibuat cincin stempel (yang merupakan kebiasaan raja-raja sebelumnya dalam mengirim surat)sebagai tanda dalam surat yang akan beliau kirimkan tuk raja-raja kafir sebagai bukti eksistensi

- monarki dinasti-dinasti islam pasca khulafaur rosyidin sejatinya mengikuti kebiasaan raja-raja kafir yang tak pernah dikenal islam dan kabilah arab sebelumnya

- dalil ushulul fiqh : hukum asal adalah mubah kecuali adanya pengharaman dari nash (qur&#039;an dan sunnah), tidak ada dalil pengharaman bagi sistem demokrasi, tidak ada bukti-bukti kekufuran aktifis dakwah yang berdemokrasi berkenaan dengan poin sebelumnya tidak ada yang memberatkan keaktifan da&#039;i dalam demokrasi.

- demokrasi adalah alat yang sejatinya netral bergantung pada ideologi yang memegang/memenangkanya. contoh kasus negara-negara amerika latin adalah ladang perebutan ideologi kapitalis dan komunis, bergantung ideologi mana yang memenangkan pemilu maka demokrasi itu akan mengikuti.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>- bila demokrasi adalah sebuah sistem pemerintahan, maka nabi yusuf a.s berpartisifasi dalam pemerintahan al aziz,yang kafir dan hukum yang diterapkn buknlah hukum Allah.</p>
<p>- bila demokrasi adalah produk peradaban kafir maka Rasulullah pernah menerima usulan untuk dibuat cincin stempel (yang merupakan kebiasaan raja-raja sebelumnya dalam mengirim surat)sebagai tanda dalam surat yang akan beliau kirimkan tuk raja-raja kafir sebagai bukti eksistensi</p>
<p>- monarki dinasti-dinasti islam pasca khulafaur rosyidin sejatinya mengikuti kebiasaan raja-raja kafir yang tak pernah dikenal islam dan kabilah arab sebelumnya</p>
<p>- dalil ushulul fiqh : hukum asal adalah mubah kecuali adanya pengharaman dari nash (qur&#8217;an dan sunnah), tidak ada dalil pengharaman bagi sistem demokrasi, tidak ada bukti-bukti kekufuran aktifis dakwah yang berdemokrasi berkenaan dengan poin sebelumnya tidak ada yang memberatkan keaktifan da&#8217;i dalam demokrasi.</p>
<p>- demokrasi adalah alat yang sejatinya netral bergantung pada ideologi yang memegang/memenangkanya. contoh kasus negara-negara amerika latin adalah ladang perebutan ideologi kapitalis dan komunis, bergantung ideologi mana yang memenangkan pemilu maka demokrasi itu akan mengikuti.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: titok, bukan Lc.</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-807</link>
		<dc:creator>titok, bukan Lc.</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 01:58:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-807</guid>
		<description>Abu Hasan Lc. mengatakan:



&lt;blockquote&gt;“memang sejak awal sdh beda banget, mereka menolak demokrasi dengan menghujat demokrasi, sementara PKS menjadikan demokrasi sbg media berdakwahnya.”&lt;/blockquote&gt;



Menghujat demoikrasi? Itu tidak benar. YAng benar, HT itu membathilkan demokrasi. Bukan dengan menghujat, tapi dengan memaparkan hujjah.

Saya banyak diskusi tentang ini dengan orang PKS. Dan mereka tidak pernah memberi dalil syar’i tentang “menjadikan demokrasi sebagai media dakwah” itu. Satu2 dalil yang mereka ulang-ulang adalah mashlahat.

Anda seorang Lc., saya ingin lihat dalil yang diungkap oleh orang yang bvertitle Lc. untuk membenarkan demokrasi.

Maka saya ingin tanggapan antum dalam diskusi berikut:

http://titok.wordpress.com/2008/09/24/apa-itu-khilafah-bagian-1/

Mas Abu HAsan Lc., tolong tanggapi juga diskusi berikut:

http://titok.wordpress.com/2008/05/28/untuk-pak-sitompul/

Tolong tanggapi juga artikel diskusi di sini:

http://titok.wordpress.com/2008/04/28/tantangan-bagi-aktivis-islam-pro-demokrasi-bagian-ii/

di sini juga: http://titok.wordpress.com/2008/04/24/tantangan-bagi-aktivis-islam-yang-pro-demokrasi/

Juga: http://titok.wordpress.com/2007/11/25/kritik-falsafah-demokrasi-2/

http://titok.wordpress.com/2007/05/10/32/

Afwan, soalnya kesempatan untuk diskusi dengan &quot;pengguna demokrasi&quot; yang bergelar Lc. cukup menarik. Saya berharap ada dalil-dalil syar&#039;i berikut pendalilan yang memadai, bukan hanya obrolan yang tidak fokus.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Abu Hasan Lc. mengatakan:</p>
<blockquote><p>“memang sejak awal sdh beda banget, mereka menolak demokrasi dengan menghujat demokrasi, sementara PKS menjadikan demokrasi sbg media berdakwahnya.”</p></blockquote>
<p>Menghujat demoikrasi? Itu tidak benar. YAng benar, HT itu membathilkan demokrasi. Bukan dengan menghujat, tapi dengan memaparkan hujjah.</p>
<p>Saya banyak diskusi tentang ini dengan orang PKS. Dan mereka tidak pernah memberi dalil syar’i tentang “menjadikan demokrasi sebagai media dakwah” itu. Satu2 dalil yang mereka ulang-ulang adalah mashlahat.</p>
<p>Anda seorang Lc., saya ingin lihat dalil yang diungkap oleh orang yang bvertitle Lc. untuk membenarkan demokrasi.</p>
<p>Maka saya ingin tanggapan antum dalam diskusi berikut:</p>
<p><a href="http://titok.wordpress.com/2008/09/24/apa-itu-khilafah-bagian-1/" rel="nofollow">http://titok.wordpress.com/2008/09/24/apa-itu-khilafah-bagian-1/</a></p>
<p>Mas Abu HAsan Lc., tolong tanggapi juga diskusi berikut:</p>
<p><a href="http://titok.wordpress.com/2008/05/28/untuk-pak-sitompul/" rel="nofollow">http://titok.wordpress.com/2008/05/28/untuk-pak-sitompul/</a></p>
<p>Tolong tanggapi juga artikel diskusi di sini:</p>
<p><a href="http://titok.wordpress.com/2008/04/28/tantangan-bagi-aktivis-islam-pro-demokrasi-bagian-ii/" rel="nofollow">http://titok.wordpress.com/2008/04/28/tantangan-bagi-aktivis-islam-pro-demokrasi-bagian-ii/</a></p>
<p>di sini juga: <a href="http://titok.wordpress.com/2008/04/24/tantangan-bagi-aktivis-islam-yang-pro-demokrasi/" rel="nofollow">http://titok.wordpress.com/2008/04/24/tantangan-bagi-aktivis-islam-yang-pro-demokrasi/</a></p>
<p>Juga: <a href="http://titok.wordpress.com/2007/11/25/kritik-falsafah-demokrasi-2/" rel="nofollow">http://titok.wordpress.com/2007/11/25/kritik-falsafah-demokrasi-2/</a></p>
<p><a href="http://titok.wordpress.com/2007/05/10/32/" rel="nofollow">http://titok.wordpress.com/2007/05/10/32/</a></p>
<p>Afwan, soalnya kesempatan untuk diskusi dengan &#8220;pengguna demokrasi&#8221; yang bergelar Lc. cukup menarik. Saya berharap ada dalil-dalil syar&#8217;i berikut pendalilan yang memadai, bukan hanya obrolan yang tidak fokus.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abu hasan, Lc</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-799</link>
		<dc:creator>abu hasan, Lc</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 14:35:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-799</guid>
		<description>ralat...
tapi kecuali 1 ataupun 2, selebihnya salafi, yg betul selbihnya rata2 HT</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ralat&#8230;<br />
tapi kecuali 1 ataupun 2, selebihnya salafi, yg betul selbihnya rata2 HT</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abu hasan, Lc</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-798</link>
		<dc:creator>abu hasan, Lc</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 14:33:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-798</guid>
		<description>Bismillah...
Antum juga mungkin kurang jeli membaca tulisan ana, ana hanya mengatakan: ana tidak lihat dalam situs dakwah yang antum tulis berasal dari situs2 dakwah PKS atau salafi..padahal antum gembar gemborkan tentang ukhuwah... ana sangat tahu kalau ada punya hidayatullah, tapi kecuali 1 ataupun 2, selebihnya salafi... beda dng blog ana, disitu situs para masyayikh yg mu&#039;tabar bisa antum akses. kenapa ana tidak mencantumkan HTI, mungkin antum juga punya jawaban kenapa PKS dan salafi tdk masuk dlm blog antum???
kata2 antum: {Akhir kata, tidak pernah lepas hati ini berharap agar PKS kembali kepada khittah dakwah yang benar, yang lurus, yang lugas, yang hanya memberikan loyalitasnya kepada Allah dan Rasul-Nya saja....agar PKS kembali duduk berdampingan dengan gerakan/partai Islam lainnya yang tetap istiqomah berjuang mati-matian untuk tegaknya Syariah dan Khilafah} TERKESAN arogan dan merasa paling benar, ana dan aktivis PKS merasakan itu dari tulisan antum, tapi kalau antum belum merasakannya, sah2 saja antum membela diri, tapi itu yg dirasakan oleh saudara anda dari harokah lain....bagaimana menurut antum??? apapun perjuangan PKS (yg merupakan bagian dari dakwah internasional) seakan2 jauh dari target yg benar, inna lillah... berbeda dengan dakwah HT (itu yang ana tangkap) ternyata sudah berjuang mati-matian menurut antum demi tegaknya syariah dan khilafah....wa laa tuzakku anfusakum....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah&#8230;<br />
Antum juga mungkin kurang jeli membaca tulisan ana, ana hanya mengatakan: ana tidak lihat dalam situs dakwah yang antum tulis berasal dari situs2 dakwah PKS atau salafi..padahal antum gembar gemborkan tentang ukhuwah&#8230; ana sangat tahu kalau ada punya hidayatullah, tapi kecuali 1 ataupun 2, selebihnya salafi&#8230; beda dng blog ana, disitu situs para masyayikh yg mu&#8217;tabar bisa antum akses. kenapa ana tidak mencantumkan HTI, mungkin antum juga punya jawaban kenapa PKS dan salafi tdk masuk dlm blog antum???<br />
kata2 antum: {Akhir kata, tidak pernah lepas hati ini berharap agar PKS kembali kepada khittah dakwah yang benar, yang lurus, yang lugas, yang hanya memberikan loyalitasnya kepada Allah dan Rasul-Nya saja&#8230;.agar PKS kembali duduk berdampingan dengan gerakan/partai Islam lainnya yang tetap istiqomah berjuang mati-matian untuk tegaknya Syariah dan Khilafah} TERKESAN arogan dan merasa paling benar, ana dan aktivis PKS merasakan itu dari tulisan antum, tapi kalau antum belum merasakannya, sah2 saja antum membela diri, tapi itu yg dirasakan oleh saudara anda dari harokah lain&#8230;.bagaimana menurut antum??? apapun perjuangan PKS (yg merupakan bagian dari dakwah internasional) seakan2 jauh dari target yg benar, inna lillah&#8230; berbeda dengan dakwah HT (itu yang ana tangkap) ternyata sudah berjuang mati-matian menurut antum demi tegaknya syariah dan khilafah&#8230;.wa laa tuzakku anfusakum&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Durra</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-796</link>
		<dc:creator>Durra</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 09:05:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/2008/02/07/partai-keadilan-sejahtera-riwayatmu-kini/#comment-796</guid>
		<description>Sudah saya buka situs HTI, saya sudah baca artikelnya, namun saya masih belum juga menemukan langkah-langkah / tahapan2 dawah HTI utk mewujudkan khilafah itu. Hampir sebagian besar tulisan hanya ingin menjelaskan betapa urgensinya khilafah itu bagi kita ummat islam. Mungkin ada yang terlewatkah dari yang saya baca ??
mohon dijelaskan saja oleh mas Hanif agar lebih mudah saya memahaminya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah saya buka situs HTI, saya sudah baca artikelnya, namun saya masih belum juga menemukan langkah-langkah / tahapan2 dawah HTI utk mewujudkan khilafah itu. Hampir sebagian besar tulisan hanya ingin menjelaskan betapa urgensinya khilafah itu bagi kita ummat islam. Mungkin ada yang terlewatkah dari yang saya baca ??<br />
mohon dijelaskan saja oleh mas Hanif agar lebih mudah saya memahaminya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
