04.12.08

Minyak Tanah & Gas Elpiji Langka, SBY Malah Hura-Hura

Ditulis dalam Tumpah Hati, dakwah tagged , pada 7:00 am oleh Hanif al-Falimbani

Miris memang ketika kita melihat keadaan rakyat dari sebuah negara yang katanya ‘gemah ripah loh jinawi’. Sudahlah barang-barang kebutuhan pokok naik, kelaparan dimana-mana, harga beras naik tetapi harga gabah turun, minyak goreng naik, tempe yang jadi makanan wong cilik juga ikut-ikutan naik. Belum cukup, kebijakan pemerintah untuk mengkonversi minyak tanah menjadi gas malah menimbulkan masalah baru yang sangat menyedihkan, minyak tanah yang rencananya akan di-nol-kan subsidinya malah hilang dari pasaran, ditambah lagi gas elpiji sekarang jadi langka, kalaupun ada harganyapun melambung tinggi. Anak-anak yang busung lapar—atau dengan istilah yang lebih menyakitkan, gizi buruk—makin bertebaran dimana-mana. Saat ini rakyat memang sedang prihatin, prihatin sekali…

Itu rakyatnya, coba kita lihat pemimpinnya..

Beberapa hari yang lalu Presiden SBY bersama 80 duta besar negara sahabat nonton bareng film Ayat-Ayat Cinta di sebuah bioskop. Entah apakah presiden yang saat itu duduk nyaman di tempat duduk empuk diselimuti ruangan yang dingin ber-AC masih ingat dengan rakyatnya yang meronta-ronta karena kehabisan minyak tanah untuk menanak beras yang mereka beli dengan menjual bajunya? Entah apakah presiden yang pada saat itu katanya menitikkan air mata karena haru juga akan menitikkan air matanya melihat rakyat yang sedang merintih karena anaknya menderita gizi buruk? Inikah presiden yang prihatin…

Belum cukup dengan menonton film, dengar-dengar presiden saat ini sedang menyelesaikan album musiknya yang kedua, hasil penjualannya bukan untuk ngasih makan rakyat, tapi untuk meneguhkan komitmen menjaga HKI (Hak Kekayaan Intelektual). Tidak sampai disini saja, kemarin (2 April 2008) presiden yang maniak hiburan ini mengundang sebuah band pendatang baru, ‘Pilot’, untuk nge-band didepan istana negara bareng Paspampres (Pasukan Pengaman Presiden) dengan tajuk ‘Parade senja’.

Inilah contoh seorang pemimpin dari rakyat yang sedang menderita…

Sebagai pembanding saya ingin menukil sebuah fragmen kehidupan Pemimpin kita yang mulia, penghulu para Nabi, RasuluLlah Muhammad shallaLlahu ‘alaihi ‘alaihi wa sallam, yang pada waktu itu beliau menjadi pemimpin dari sebuah negara yang kaya raya, Daulah Islamiyyah. Sebagaimana dituturkan oleh Abdullah bin Mas’ud berikut ini:

Aku pernah mengunjungi RasuluLlah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam, sementara beliau sedang tidur diatas pasir yang dihamparkan—atau tikar yang dijalin—sehingga meninggalkan bekas di punggung beliau. Aku lalu berkata, “Wahai RasuluLlah, andai saja kami mengambilkan untukmu alas tidur yang bisa diletakkan diantara dirimu dan tikar itu, tentu ia akan menjagamu.”

RasuluLlah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

~~man anaa fii ad-dunya illa karookibin istadlolla tahta syajarotin tsumma rooha wa tarokahaa~~

Tidaklah aku dan dunia ini melainkan seperti seorang pengendara (penunggang) yang bernaung di bawah sebuah pohon untuk beristirahat lalu pergi meninggalkannya.i

iAt-Tirmidzi dalam az-Zuhd.

8 Tanggapan »

  1. Hafez berkata,

    Jika rakyat tahu apa yang dilakukan presiden itu apa jadinya. Apakah bangsa kita sudah mengalami perubahan ? atau masih jalan ditempat kalah sama negara tetangga. Memang memimpin bangsa sangatlah sulit apalagi bangsa besar ini. Tapi apa yang membuat capres dan cawapres berani tampil ke depan ?. Bila kesejahteraan rakyat tidak diutamakan, sia-sia saja kebijakan pemerintah kita itu. Memang angka kemiskinan kita menurun tapi daya beli masyarakat kita sangat lemah. Jangan sampai rakyat kecewa dengan pemerintah. Kita juga jangan slalu menyalahkan pemerintah toh kita yang milih mereka. Kita patut mendukung apa yang dibijakan pemerintah walaupun sangat sulit. pesansaya adalah “Majulah Indonesia”

  2. maxbreaker berkata,

    wah saya juga prihatin sekali dengan perbuatan bapak presiden kita itu…
    sayang, saya hanyalah seorang anak SMA yang belum bisa berbuat banyak….

  3. ::Hafez::

    Ya, sebenernya bagi saya masalah ini bukan dalam tataran operasional saja Mas.. tetapi juga dalam tataran aqidah.. sebaik apapun negara dijalankan, tapi jika tidak berdasarkan qur’an dan Sunnah apalah artinya.. karena jika kita menerapkan hukum Allah, insya Allah kita telah mendapatkan ganjaran, walau tidak berhasil, misal, kita kuliah, tapi gak berhasil, tapi jika kita dari awal berniat kuliah untuk beribadah, insya Allah kuliah kita itu berpahala.. begitu..

    ::maxbreaker::

    Benar, mungkin kita tidak bisa berbuat apa-apa, tapi inginkah kita orang lain tau akan keprihatinan kita itu dan sama-sama merasakannya, agar orang lain sadar bahwa ada yang tidak benar dalam kehidupan mereka.. yaitu tidak diterapkannya syariah, sehingga hidup kita yang sudah sengsara ini tidak mendapatkan pahala apa-apa.. AstaghfiruLlah..

  4. Alkifah berkata,

    Tiga Alasan SBY-JK Tak Perlu Dipilih!

    Terlepas ketidaksetujuan saya atas sistem pemerintahan yang diadopsi oleh negeri ini, ada tiga alasan (minimal) SBY-JK tak layak dipilih kembali pada Pemilu mendatang:

    1. Pemerintahan SBY-JK terbukti gagal membawa perubahan; rakyat justru bertambah sakit dengan dinaikkannya harga BBM akhir-akhir ini.
    2. Hak fundamental rakyat masih belum mampu ia penuhi. Mahalnya pendidikan, rendahnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, tak mampu membentengi akidah umat dari kesesatan menguatkan hal itu.
    3. Yang paling mendasar dan juga menjadi latar belakang seruan ini adalah Syari’at Islam masih belum menjadi satu-satunya solusi dalam kebijakan SBY-JK.

    Kian hari rakyat tentunya semakin cerdas dan tak mau tertipu, sehingga pengalaman ini semestinya tak lagi membuat mereka salah dalam memilih sistem dan pemimpin.

    Wallahu’alam…

  5. bankit berkata,

    mungkin sperti itulah bangsa kita. tersenyum jika yang lain sedang meronta-ronta. tapi… mungkin saja presiden pilihan rakyat itu, sedang menghibur diri. karena masalah rakyat indonesia tak kunjung selesai.
    apalgi kan sebentar lagi mau diganti. jadi ya…. senyum-senyum dulu sebelum menjadi rakyat biasa lagi…

  6. sundara berkata,

    Dari kondisi yang ada memang sepertinya ada tokoh politik yang berduit sengaja membuat rakyat miskin dengan mengacaukan perekonomian. Lantas dia akan datang sebagai pahlawan untuk merubah keadaaan. Padahal dia sendiri yang membuat kekacauan.
    Lihat saja nanti, sosok tersebut akan muncul.

  7. Naim berkata,

    Amat sangat jauh mas, membandingkan penguasa-penguasa muslim di negeri sekuler kini dengan pemimpin Islam dauhulu. Para pemimpin Islam dulu (apalagi masa Khulafaur Rasyidin) adalah penguasa, Imam, sekaligus ulama, mujtahid, shalih, subhanallah … jauh-jauuh sekali bedanya … bagai bumi dan langit. Mereka ada yang takut menggunakan lampu penerangan biaya negara khawatir untuk kepentingan pribadi, ada yang takut andai ada ternak yang terjerembab di jalan yang dibangun negara jelek, ada yang memikul sendiri makanan untuk rakyatnya …

  8. sofi berkata,

    saya setuju dengan pendapat maxbreaker ,memang sih saya masih seorang pelajar tapi perbuatan pak SBY sudah melewati batas .padahal beliau sudah tau di indonesia masih banyak orang miskin yang masih terlantar dan tidak mempunyai rumah .PANTES


Tinggalkan sebuah Komentar