<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Sutrah Bagi Orang Shalat (Bag. 1) : Pengertian &amp; Hukum Sutrah</title>
	<atom:link href="http://hanichi.wordpress.com/2008/04/20/sutrah-bagi-orang-shalat-bag-1-pengertian-hukum-sutrah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/04/20/sutrah-bagi-orang-shalat-bag-1-pengertian-hukum-sutrah/</link>
	<description>Ini bukan teknik Kage Bunshin No Jutsu, Tapi...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Nov 2009 09:05:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Supermance</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/04/20/sutrah-bagi-orang-shalat-bag-1-pengertian-hukum-sutrah/#comment-712</link>
		<dc:creator>Supermance</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 08:48:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/?p=122#comment-712</guid>
		<description>wah, baru tau nih gw, thx buat ilmunya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, baru tau nih gw, thx buat ilmunya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: agung hanif</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/04/20/sutrah-bagi-orang-shalat-bag-1-pengertian-hukum-sutrah/#comment-675</link>
		<dc:creator>agung hanif</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 15:15:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/?p=122#comment-675</guid>
		<description>untuk akh Aban,

Kalau dilihat dari tulisan Syaikh Abu Iyas diatas, beliau mengambil kesimpulan bahwa sutrah tidak wajib dengan cara menggunakan dalil  dimana Rasul صلى الله عليه وسلم pernah shalat di tanah lapang, dan didepannya tidak ada sesuatu apapun, berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas :

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم صلى في فضاء ليــس بين يديه شـــيء. رواه أحمد

&lt;i&gt;“Bahwa RasuluLlah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam shalat di tanah lapang, dan didepannya tidak ada sesuatu pun.”&lt;/i&gt; (HR. Ahmad)

Karena memang kalimat perintah tidak langsung jatuh kedalam  tuntutan wajib dilaksanakan, hingga ada qarinah-qarinah yang menjelaskan kewajibannya, dan tidak ada dalil yang menunjukkan kebolehan melakukan sebaliknya tanpa uzur.. lengkapnya monggo didonlot kitabnya syaikh &#039;Atha&#039; bin Khalil &lt;a href=&quot;http://agunghanif.googlepages.com/Osol.zip&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;DISINI&lt;/a&gt;..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk akh Aban,</p>
<p>Kalau dilihat dari tulisan Syaikh Abu Iyas diatas, beliau mengambil kesimpulan bahwa sutrah tidak wajib dengan cara menggunakan dalil  dimana Rasul صلى الله عليه وسلم pernah shalat di tanah lapang, dan didepannya tidak ada sesuatu apapun, berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas :</p>
<p>أن رسول الله صلى الله عليه وسلم صلى في فضاء ليــس بين يديه شـــيء. رواه أحمد</p>
<p><i>“Bahwa RasuluLlah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam shalat di tanah lapang, dan didepannya tidak ada sesuatu pun.”</i> (HR. Ahmad)</p>
<p>Karena memang kalimat perintah tidak langsung jatuh kedalam  tuntutan wajib dilaksanakan, hingga ada qarinah-qarinah yang menjelaskan kewajibannya, dan tidak ada dalil yang menunjukkan kebolehan melakukan sebaliknya tanpa uzur.. lengkapnya monggo didonlot kitabnya syaikh &#8216;Atha&#8217; bin Khalil <a href="http://agunghanif.googlepages.com/Osol.zip" rel="nofollow">DISINI</a>..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aban tetep ga suka vanilla</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/04/20/sutrah-bagi-orang-shalat-bag-1-pengertian-hukum-sutrah/#comment-669</link>
		<dc:creator>aban tetep ga suka vanilla</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 12:16:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/?p=122#comment-669</guid>
		<description>Sumbernya itu dari situs &lt;b&gt;sholat-kita.cjb.net&lt;/b&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sumbernya itu dari situs <b>sholat-kita.cjb.net</b></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aban tetep ga suka vanilla</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/04/20/sutrah-bagi-orang-shalat-bag-1-pengertian-hukum-sutrah/#comment-668</link>
		<dc:creator>aban tetep ga suka vanilla</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 12:13:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/?p=122#comment-668</guid>
		<description>Gung...
ini ada pendapat yg bilang kalo sutrah itu wajib...
&lt;b&gt;
KEWAJIBAN MENGHADAP SUTRAH

Sutrah (pembatas yang berada di depan orang sholat) dalam sholat menjadi keharusan imam dan orang yang sholat sendirian, sekalipun di masjid besar, demikian pendapat Ibnu Hani&#039; dalam Kitab Masa&#039;il, dari Imam Ahmad.

Beliau mengatakan, &quot;Pada suatu hari saya sholat tanpa memasang sutrah di depan saya, padahal saya melakukan sholat di dalam masjid kami, Imam Ahmad melihat kejadian ini, lalu berkata kepada saya, &#039;Pasanglah sesuatu sebagai sutrahmu!&#039; Kemudian aku memasang orang untuk menjadi sutrah.&quot;

Syaikh Al Albani mengatakan, &quot;Kejadian ini merupakan isyarat dari Imam Ahmad bahwa orang yang sholat di masjid besar atau masjid kecil tetap berkewajiban memasang sutrah di depannya.&quot;

Nabi shallallahu &#039;alaihi wasallam bersabda:

    &quot;Janganlah kamu sholat tanpa menghadap sutrah dan janganlah engkau membiarkan seseorang lewat di hadapan kamu (tanpa engkau cegah). Jika dia terus memaksa lewat di depanmu, bunuhlah dia karena dia ditemani oleh setan.&quot; 
    (HR. Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang jayyid (baik)).

Beliau juga bersabda:

    &quot;Bila seseorang di antara kamu sholat menghadap sutrah, hendaklah dia mendekati sutrahnya sehingga setan tidak dapat memutus sholatnya.&quot; 
    (HR. Abu Dawud, Al Bazzar dan Hakim. Disahkan oleh Hakim, disetujui olah Dzahabi dan Nawawi).

Dan hendaklah sutrah itu diletakkan tidak terlalu jauh dari tempat kita berdiri sholat sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu &#039;alaihi wasallam.

    &quot;Nabi shallallahu &#039;alaihi wasallam berdiri shalat dekat sutrah (pembatas) yang jarak antara beliau dengan pembatas di depannya 3 hasta.&quot; 
    (HR. Bukhari dan Ahmad).

Adapun yang dapat dijadikan sutrah antara lain: tiang masjid, tombak yang ditancapkan ke tanah, hewan tunggangan, pelana, tiang setinggi pelana, pohon, tempat tidur, dinding dan lain-lain yang semisalnya, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu &#039;alaihi wasallam.
&lt;/b&gt;

menurutmu pie Gung???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gung&#8230;<br />
ini ada pendapat yg bilang kalo sutrah itu wajib&#8230;<br />
<b><br />
KEWAJIBAN MENGHADAP SUTRAH</p>
<p>Sutrah (pembatas yang berada di depan orang sholat) dalam sholat menjadi keharusan imam dan orang yang sholat sendirian, sekalipun di masjid besar, demikian pendapat Ibnu Hani&#8217; dalam Kitab Masa&#8217;il, dari Imam Ahmad.</p>
<p>Beliau mengatakan, &#8220;Pada suatu hari saya sholat tanpa memasang sutrah di depan saya, padahal saya melakukan sholat di dalam masjid kami, Imam Ahmad melihat kejadian ini, lalu berkata kepada saya, &#8216;Pasanglah sesuatu sebagai sutrahmu!&#8217; Kemudian aku memasang orang untuk menjadi sutrah.&#8221;</p>
<p>Syaikh Al Albani mengatakan, &#8220;Kejadian ini merupakan isyarat dari Imam Ahmad bahwa orang yang sholat di masjid besar atau masjid kecil tetap berkewajiban memasang sutrah di depannya.&#8221;</p>
<p>Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda:</p>
<p>    &#8220;Janganlah kamu sholat tanpa menghadap sutrah dan janganlah engkau membiarkan seseorang lewat di hadapan kamu (tanpa engkau cegah). Jika dia terus memaksa lewat di depanmu, bunuhlah dia karena dia ditemani oleh setan.&#8221;<br />
    (HR. Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang jayyid (baik)).</p>
<p>Beliau juga bersabda:</p>
<p>    &#8220;Bila seseorang di antara kamu sholat menghadap sutrah, hendaklah dia mendekati sutrahnya sehingga setan tidak dapat memutus sholatnya.&#8221;<br />
    (HR. Abu Dawud, Al Bazzar dan Hakim. Disahkan oleh Hakim, disetujui olah Dzahabi dan Nawawi).</p>
<p>Dan hendaklah sutrah itu diletakkan tidak terlalu jauh dari tempat kita berdiri sholat sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam.</p>
<p>    &#8220;Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam berdiri shalat dekat sutrah (pembatas) yang jarak antara beliau dengan pembatas di depannya 3 hasta.&#8221;<br />
    (HR. Bukhari dan Ahmad).</p>
<p>Adapun yang dapat dijadikan sutrah antara lain: tiang masjid, tombak yang ditancapkan ke tanah, hewan tunggangan, pelana, tiang setinggi pelana, pohon, tempat tidur, dinding dan lain-lain yang semisalnya, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam.<br />
</b></p>
<p>menurutmu pie Gung???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hanif al-Falimbani</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/04/20/sutrah-bagi-orang-shalat-bag-1-pengertian-hukum-sutrah/#comment-647</link>
		<dc:creator>Hanif al-Falimbani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 23:48:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/?p=122#comment-647</guid>
		<description>Akh Aban, tolong dibaca lagi di bagian awalnya deh ..

&lt;blockquote&gt;Yang kami maksud dengan sutrah adalah sesuatu yang diletakkan si mushalli (orang yang shalat) di depannya. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Bisa berupa tongkat, kayu, atau ina-in , dan sebagainya,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang dimaksudkan untuk membatasi tempat shalatnya, sehingga tidak ada seorangpun yang bisa menyertainya dan memungkinkan baginya untuk bisa melaksanakan shalat dengan thuma’ninah tanpa dilewati oleh manusia atau hewan yang bisa memutuskan atau mengganggu shalatnya itu.&lt;/blockquote&gt;

Jadi ya boleh-boleh saja.. di bagian kelima nanti akan dijelaskan lebih rinci lagi tentang sajadah.. apakah bisa dijadikan sutrah atau tidak.. kalau mau fotokopi bukunya silahkan saja akh.. sekarang saya bawa kok.. kan sekarang saya di palembang.. hehe.. belum tau ya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Akh Aban, tolong dibaca lagi di bagian awalnya deh ..</p>
<blockquote><p>Yang kami maksud dengan sutrah adalah sesuatu yang diletakkan si mushalli (orang yang shalat) di depannya. <b><i>Bisa berupa tongkat, kayu, atau ina-in , dan sebagainya,</i></b> yang dimaksudkan untuk membatasi tempat shalatnya, sehingga tidak ada seorangpun yang bisa menyertainya dan memungkinkan baginya untuk bisa melaksanakan shalat dengan thuma’ninah tanpa dilewati oleh manusia atau hewan yang bisa memutuskan atau mengganggu shalatnya itu.</p></blockquote>
<p>Jadi ya boleh-boleh saja.. di bagian kelima nanti akan dijelaskan lebih rinci lagi tentang sajadah.. apakah bisa dijadikan sutrah atau tidak.. kalau mau fotokopi bukunya silahkan saja akh.. sekarang saya bawa kok.. kan sekarang saya di palembang.. hehe.. belum tau ya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rhean_Hamzah</title>
		<link>http://hanichi.wordpress.com/2008/04/20/sutrah-bagi-orang-shalat-bag-1-pengertian-hukum-sutrah/#comment-646</link>
		<dc:creator>Rhean_Hamzah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 12:08:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hanichi.wordpress.com/?p=122#comment-646</guid>
		<description>Gung...
klo jaket dijadiin sutrah pie Gung??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gung&#8230;<br />
klo jaket dijadiin sutrah pie Gung??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
