07.26.08
Cara Mudah Mendapatkan Calon Anggota DPR
Ditulis dalam Tumpah Hati tagged anekdot, calon anggota DPR, DPR, kabaret pada 11:53 pm oleh Hanif al-Falimbani
Ada cara mudah untuk mencari calon anggota DPR, cara ini mungkin bisa digunakan oleh partai-partai peserta pemilu yang saat ini dengar-dengar sedang kebingungan dalam mencari calon anggota legislatif dari partainya, waktunya mepet. Nah, tadi malam saya lihat teater koma yang judulnya “Kabaret” di MetroTv, nggak sengaja, tapi pas nyetel, langsung liat sebuah anekdot yang benar-benar pedas untuk para anggota DPR, tapi kalau saya pikir-pikir justru anekdot ini bisa dijadikan metode bagi partai-partai peserta pemilu untuk mencari calon anggota legislatifnya karena metode ini memang simpel dan kilat. Kurang lebih, begini anekdotnya:
Pada suatu malam seorang ayah sedang mencari cara untuk meraba-raba masa depan anaknya. Akhirnya si Ayah mendapat ide untuk menaruh Kitab Suci, Uang Segepok, dan Minuman Keras berdampingan di atas meja belajar di dalam kamar anaknya. Si Ayah dapat menebak masa depan anaknya dengan melihat benda manakah yang dia ambil, apakah Kitab Suci, ataukah Uang Segepok atau justru minuman keras. Jika si Anak mengambil Kitab Suci, ini adalah anugerah bagi keluarganya, karena si Anak akan menjadi pemuka agama. Jika uang segepok yang diambil, si Anak akan menjadi pengusaha, ini tidak menjadi masalah bagi keluarga, namun jika si Anak mengambil minuman keras, ini musibah bagi keluarganya, karena si Anak akan menjadi anak nakal dan masa depannya suram. Nah, ketika si Anak datang si Ayah bersembunyi untuk melihat dari jauh apa yang akan diambil oleh anaknya. Setelah si Anak masuk kamar dan dia melihat ketiga benda itu ada di atas meja belajarnya, seketika itu juga si Anak langsung melempar kitab suci ke kolong tempat tidur, lantas uang segepoknya dimasukkan ke dalam saku celananya, dan minuman keras yang ada disampingnya langsung dia sambar dan dia minum sampai mabuk. Si Ayah hanya bisa berkata dalam hati, “Oh, astaga.. ternyata anak saya akan menjadi anggota DPR…”.[]


EKO HENDRA WIRA berkata,
Agustus 10, 2008 pada 9:15 pm
Ah,,,,,saya sama sekali gk suka acara nya tuch……maklum si Butet bisa nya cuma ngejek&protes,,,,,tp begitu diprotes orang lain malah marah,,,,,,,,(mau nyubit gak mau dicubit)moga -moga acara nya cepat bangkrut
Hanif al-Falimbani berkata,
Agustus 10, 2008 pada 9:48 pm
Wah… Jangan sensitif dulu Mas, saya lagi nggak ngomongin Butet Mas tp ngomongin anggota DPR yang rata-rata emang kayak gitu adanya, tp biarlah waktu yang nanti akan membuktikan sendiri, lagian yang mengungkapkan ankedot itu bukan butet kok, tapi yang rambutnya panjang itu, saya nggak kenal namanya..
Saya juga sejujurnya nggak seneng sama acara kayak gitu, standar mereka dalam menilai setiap masalah bukan dengan ISlam, jadi saya nggak seneng.. Apalagi keliatan penontonnya pada ikhtilath gitu.. tuambah nggak seneng saya.. Hehe.. Bener, semoga acara itu segera bangkrut, tapi ganti jadi acara yang menyindir pemerintahan dan DPR dengan standar pemikiran ISlam, tapi mungkin nggak ya.. hehe..
salam revolusi berkata,
September 16, 2008 pada 10:02 pm
nyelekit banget yahh, btw, pa tu khusus bwt anggota DPR???
almuharir berkata,
September 29, 2008 pada 10:22 pm
keren anekdotnya
Nugraha Fadhil berkata,
Oktober 10, 2008 pada 2:52 pm
Wah bagus tuh Mas anekdotenya.
Tapi kayaknya pilihan yg ada di mejanya kurang tuh, hehehe
BTW ikhtilath dalam majlis ilmu sprti skolah dibolehkan gak Mas?
Hanif al-Falimbani berkata,
Oktober 13, 2008 pada 7:56 pm
Kurang apa? Wanita? Hehe.. antum betul juga.. AstaghfiruLahal ‘azhiim..
ikhtilath yang terjadi di ruang2 kelas seperti di sekolah2 dan di ruang-ruang kuliah itu tidak boleh, tetapi karena kita sekolah atau kuliah itu juga menjalankan kewajiban maka ketika kita di kelas/di ruang kuliah kita tidak boleh duduk satu bangku atau satu meja dengan lawan jenis, kalaupun terjadi ikhtilath hendaknya kita menjaga pendangan dan tidak berinteraksi dengan lawan jenis kecuali interaksi yang diperlukan saja..
Permasalahan ini sudah dibahas sama Ustadz Titok di blognya, silahkan antum kunjungi blog beliau di tulisan tentang:
http://titok.wordpress.com/2007/09/20/103/
atau
http://titok.wordpress.com/2007/10/11/tuk-al-hamamiy/
atau
http://titok.wordpress.com/2008/09/18/247/
Jazakallah khairan..
Tigger berkata,
Oktober 14, 2008 pada 9:31 am
ngng.. iya tu.. susah juga kalo dikelas buat gak duduk sebelahan sama lawan jenis..
tapi, biasanya si, udah pada nyingkir duluan,hehe..
udah banyak yang ngerti kok, kalo yang jilbabnya gede2 tu alergi deket2 sama lawan jenis.
kecuali yang ndableg.
eh, taqobbalallahu minna wa minkum.. maaf lahir batin ya gung..
Hanif al-Falimbani berkata,
Oktober 15, 2008 pada 8:12 pm
Alergi? Minum Air Degan (Kelapa Muda) aja.. Kemarin saya juga alergi pas makan peyek udang, maklum saya alergi udang.. hehe..
Iya, sama-sama ya Mi.. Taqabbal yaa kariim.. Maafin juga kesalahan-kesalahan saya ya.. JazakiLLah Khairan Katsiro..
Alay berkata,
Desember 24, 2008 pada 11:17 am
Bagaiman cara menjadi Presiden Indonesia.
Soalnya kalau bukan saya yang menjadi presiden negara indonesia pasti kerismon ini tidak akan pernah berhenti dan semakin parah.
Alay 021-91345105.
Andang Arthana berkata,
Januari 1, 2009 pada 2:48 am
Kalau berkenan saya mengharapkan yang seharusnya terjadi. Dan ini nomer Hp ku: 085648911851. diharapkan Maklum.
imam berkata,
Maret 6, 2009 pada 10:02 pm
kalau saya jadi ayah. saya akan membiarkan anak saya menengguk minuman keras dan mengambil uang itu,, sampai ia jera karna kelakuanya,dan merasa salah,lalu ia akan belajar dari pengalamanya dan ingin berubah, saya kan bertanya “apakah kamu ingin tahu untuk apa kamu hidup. dan apa yang harus kamu lakukan.?” kalu jawab ya, dengan raut muka yang benar_benar serius… saya akan menyuruh dia membaca al-kuran dan memahami isi kandungannya, dan menuntutnya untuk di amalkan dalam kehidupan sehari-hari, dan menyuruh anak saya untuk merayu teman nya untuk berbuat kebaikan.
sayang nya saya belum nikah, apalagoi punya anak, saya masih pelajar kelas 2 sma,
saya bercita-cita untuk memajukan negeri ini, dari kebuntuan, namun saya tiadak tahu, aplikasi apa ang harus saya lakukan,, ?
tolong bantu saya pa. untuk memajukan negeri yang masih di MONOPOLI ini.?
imam berkata,
Maret 6, 2009 pada 10:05 pm
ada yang ketinggalan niyh,,, buat reader yang pengen tukar pendapat ni alamat email saya
mam_farizy@yahoo.com
hp : 081563337290/ 087820555785
bantulah generasi penerus mu……