Desember 30, 2008

KERAHKAN PASUKAN UNTUK BERPERANG…!!!

Ditulis dalam Tumpah Hati pada 8:05 pm oleh Hanif al-Falimbani

بسم الله الرحمن الرحيم

SETENGAH KATA!

KERAHKAN PASUKAN UNTUK BERPERANG; ITULAH SATU-SATUNYA KEWAJIBAN PARA PENGUASA TERHADAP PEMBANTAIAN GAZA. JIKA TIDAK, MEREKA BENAR-BENAR TELAH MENGKHIANATI ALLAH, RASUL-NYA DAN ORANG-ORANG MUKMIN

Sejak Dhuhur, Sabtu, 28 Desember 2008 M, entitas Yahudi membombardir dengan pesawat-pesawat tempurnya secara brutal, dengan terus-menerus dan kadangkala secara sporadis, terhadap sejumlah kawasan di jalur Gaza. Sementara warga Gaza menghadapi serangan itu dengan dada-dada mereka, dengan sikap kepahlawanan yang sulit dicari tandingannya. Mereka menyabung nyawa mereka dengan senang hati; ada yang menjadi syahid, sementara ratusan dan ratusan lainnya terluka. Di saat pesawat-pesawat musuh memasuki wilayah udara mereka dengan aman dan tenang, tanpa sedikitpun rasa takut akan hadangan rudal-rudal yang akan merontokkannya atau pesawat-pesawat tempur yang menghadangnya.  Karena, para penguasa di negeri-negeri kaum Muslim telah menetapkan ”larangan bergerak” kapada pasukan dan pesawat-pesawat kita.  Mereka hanya menjadikan pesawat-pesawat tempur sebagai pameran dan hiasan.  Begitulah, akhirnya pesawat-pesawat Yahudi itupun merasa tenang dan terbang dengan aman.  Padahal pesawat-pesawat itu membombardir manusia dan bebatuan, namun tetap aman dari setiap serangan dan bahaya!

Sesungguhnya para penguasa itu telah melakukan kejahatan, sejak mereka mengalihkan masalah Palestina dari agenda Islam menjadi agenda Arab, kemudian  menjadi agenda Palestina. Mereka pun memposisikan diri sebagai pengamat yang bersikap netral. Bahkan, tidak hanya itu, justru mereka berpihak kepada musuh.  Hingga mereka mempunyai kebiasaan dalam kondisi diserang, sebagaimana yang terjadi dalam tragedi pembantaian Gaza saat ini. Mereka sibuk mengamati pesawat-pesawat tempur Yahudi yang terbang silih berganti, lalu menghitung korban yang tewas dan terluka, setelah itu mereka berlomba-lomba mengeluarkan kecaman dan penolakan keras. Baik mereka yang ikut memblokade jalur Gaza secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Semuanya akan mengeluarkan kecaman dan penolakan keras. Bahkan penguasa Mesir, yang dari istananya, ketika menjelang serangan, Livni telah mengancam dan berjanji akan melakukan serangan, lalu pada hari berikutnya pengeboman pun mulai dilakukan terhadap jalur Gaza. Bahkan, penguasa seperti ini pun tetap mengeluarkan kecaman dan penolakan keras!

Memang, para penguasa itu sudah tidak punya rasa malu, baik kepada Allah, Rasul-Nya maupun kepada orang Mukmin.  Mereka telah memblokade jalur Gaza sebelum diblokade oleh musuh.  Mereka menginginkan warga Gaza menjadi mayat, dan tidak menginginkan mereka hidup-hidup.  Karena itu, mereka menolak membuka pintu perbatasan mereka, ketika denyut kehidupan itu masih ada.  Mereka baru mau membukanya setelah darah mengalir di atas kolam.  Sekarang, mereka menyerukan diadakannya serangkaian pertemuan untuk ”mengkaji” respons yang harus diberikan terhadap pembantaian Gaza. Seolah-olah respons tersebut masih kabur.  Sekali waktu mereka menyerukan diadakannya konferensi tingkat tinggi. Kali lain mereka menyerukan pertemuan tingkat menteri luar negeri.  Berikutnya, mereka menyerukan pertemuan bersama…  Itulah kebiasaan yang mereka ikuti. Mereka berkumpul, untuk makan dan minum.  Kemudian mereka mengeluarkan pernyataan. Setan membisikkan kepada para pengikutnya bahwa  itulah “sebaik-baik” perang!  Tidak hanya sampai di situ,  mereka pun menyandang kehinaan dan aib mereka dengan pergi ke Dewan Keamanan PBB.  Mereka meminta negara-negara yang telah mendirikan entitas Yahudi dan mendukungnya dalam merampas Palestina, tanah yang diberkahi, agar negara-negara itu mengeluarkan resolusi untuk membantu Palestina dan rakyat Palestina:

“Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka putuskan itu.” (QS. an-Nahl [16]: 59)

Sesungguhnya respons terhadap pembantaian Gaza itu sudah jelas, bukannya tidak jelas.  Dan itu tidak membutuhkan rapat, pertemuan dan evaluasi.  Demikian juga respons itu tidak tergantung kepada resolusi dari negara-negara yang telah mendirikan dan mendukung entitas Yahudi.  Tetapi respons itu, hanya dan hanya dengan cara mengerahkan tentara untuk berperang dan menghimpun orang-orang yang mampu untuk menjadi tentara. Dan, tidak ada lagi yang lain.  Para penguasa itu pun memahami hal itu. Namun, mereka itu ibaratnya hanyalah kayu-kayu yang menjadi alat. Mereka memang sangat mahir dengan bersilat lidah, melakukan kebohongan dan penyesatan.

“Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. al-Munâfiqûn [63]: 4)

Wahai Kaum Muslim

Waspadalah jangan sampai para penguasa itu berhasil mengelabuhi Anda,  sehingga Anda merasa puas hanya dengan izin yang mereka berikan kepada Anda untuk melakukan long march, pawai, demonstrasi atau pengamanan yang mereka berikan. Semuanya itu sekali-kali tidak akan bisa menghalangi kebenaran sedikit pun.  Tetapi hendaknya Anda mengambil tugas berat Anda menuju istana-istana mereka, sehingga Anda bisa memaksa mereka agar mau mengerahkan pasukan untuk berperang.

Lalu, Anda wahai para tentara; apakah Anda tidak merindukan salah satu dari dua kebaikan (yaitu, kemenangan atau mati syahid)? Bagaimana mungkin pembunuhan dilakukan terhadap saudara-saudara Anda, meski begitu Anda tetap berdiam diri di barak-barak Anda?  Apakah para penguasa yang telah menjual agamanya dengan dunia, bahkan dengan dunia pihak lain itukah yang menghalangi Anda untuk menolong dan membela saudara-saudara Anda?

Allah, Allah wahai para tentara! Sesungguhnya Hizbut Tahrir menyerukan Anda untuk meraih kemuliaan dunia dan akhirat, pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat, atau surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang telah disiapkan bagi orang-orang yang bertakwa:

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman (QS. at-Taubah [9]: 14)

Begitulah caranya menolong warga Gaza. Begitulah seharusnya respons terhadap pembantaian Gaza. Begitulah seharusnya menghancurkan blokade dari mereka.  Begitulah Allah melegakan hati orang-orang Mukmin:

“Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah Allah) (QS. al-Anbiyâ’ [21]: 106)

Ya Allah, kami telah menyampaikan, ya Allah saksikanlah.

01 Muharram 1430 H

Hizbut Tahrir

28 Desember 2008 M


sumber : HTI.or.id


6 Komentar »

  1. زهير berkata,

    Itu kenapa di awal dimulai dengan “Setengah Kata”, ya? Saya gak ngerti..

  2. Naim berkata,

    Mungkin sindiran buat kedunguan penguasa-penguasa Arab sana, jadi tidak butuh banyak kata, bahkan tidak juga satu kata! Bagaimana mungkin saudara Anda sedang dirampok dan dibunuhi, dan Anda menyaksikan, punya senjata dan kemampuan, apakah Anda masih butuh banyak kata nasehat dan petunjuk tentang apa yang harus Anda kerjakan, merespon perlakuan perampok dan pembunuh itu!

  3. acong berkata,

    lah kok situ gak berangkat ki pye kang?! malah muk demo wae…ayo jihad…ayo jihad…bul ra mangkat dewe….kwak…kak…kak…smangadh!!!

  4. hanif berkata,

    Untuk acong..

    Wah, antum ternyata tahu isi hati saya, saya juga bingung kang, mau berangkat tapi nggak punya senjata, tapi eh yang punya senjata malah nggak mau berangkat.. piye yo kang.. ganti wae jendrale.. ganti wae karo khalifah.. piye..

  5. western countries (anti islam): prepare for world war 3!!!

    kapan ya?

  6. himpass berkata,

    AJAKAN KEPADA ISLAM BAGI YANG IMAN
    Oleh : Al Jabir

    Yaa aiyyuhal ladziina aamanudkhuluu fis silmi kaaffah, walaa tattabi’uu khuthuwaatisy
    Syaithaan; innahuu lakum ‘aduwwun mubiin (Albaqarah 2 : 208)
    Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

    Wahai saudaraku (Roseryzal), setelah sampai Kalam Tuhan ini kepadamu melalui si Aljabir dan kamu menerimanya, sehingga kamu menunudukkan diri dengan bersaksi dihadapannya maka muthlak kamu sudah menerima Islam yang dari sisi Allah. Yang selama ini kamu menyandang Islam berdasarkan garis keturunan, lalu kamu berbuat layaknya seperti pekerjaan Islam. Dan karena kamu berbuat layaknya Islam, maka orangpun mengatakan kamu Islam. Sebaliknya kamu melihat kawanmu berbuat layaknya Islam maka kamupun mengatakan mereka Islam, ini Islam yang menurut manusia atau Islam disisi manusia. Kamupun punya kartu identitas (IC) yang bertuliskan bahwa kamu beragama Islam. Ini Islam berdasarkan isian (borang) blangko kosong yang mau tak mau kamu isi dengan huruf I s l a m.

    Islam dari garis keturunan, Islam dari sisi manusia, Islam isian Blangko kosong (borang), dan banyak lagi menyebabkan manusia ini mengatakan dirinya Islam, itu semua adalah Islam dimata dunia. Dan dunia ini hanyalah tipu daya semata. Tidak bisa dijadikan pegangan untuk menyatakan bahwa Islammu benar walau sudah kamu tuntut ilmunya dari kecil sampai university, bahkan sampai ke Kairo atau Arab Saudi.

    Yaa aiyyuhal ladziina aamanuu athii’ullaaha wa athii’ur rasuula wa ulil amri min kum.
    Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu.

    Wahai saudaraku, benarnya kamu taat kepada Allah yang tak seumpama dengan sesuatu, tak dapat diumpamakan dengan tulisan huruf A l l a h atau huruf Alif lam lam ha`, tak dapat diumpamakan dengan ucapan Allah. Tak pula dapat diumpamakan dengan khayalan akal walaupun sudah banyak ilmu tentang Allah yang kamu pelajari. Tak dapat diumpamakan dengan rasa dalam hati sehingga kamu rasakan kamu khusu’ dalam beribadah denganNya. Bukan itu Allah saudaraku, dan bukan pula diluar itu. Makanya tak bisa tidak kamu mesti taat kepada Rasul. Ketika datang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah, walaupun tak sesuai dengan keinginan kamu, tak sesuai ilmunya dengan ilmu yang kamu tuntut, tak sesuai amal ibadahnya dengan yang kamu perbuat, jangan kamu menyombongkan diri terhadapnya. Jangan kamu mendustakannya, apalagi membunuhnya. Ikutilah Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah, maka benarlah kamu telah taat kepada Allah Jalla wa ‘azza.

    Benarnya kamu mengikuti Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah, maka datangilah Pemimpin yang dari kamu, yang ia menyampaikan Salam dari Tuhanmu sehingga kamu menerima salamnya. Kamu Islam kepadanya, merendahkan diri kepadanya dengan mengucapkan dengan lisanmu dan I’tiqadmu, : “Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah)”. Inilah Islam yang disisi Allah. Disisi Allah adalah Rasul; itulah Pemimpin yang dari kamu. Dia ada ditengah-tengah kamu, dia layaknya manusia seperti kamu juga. Makan, minum, duduk, berbaring, berkahwin, beranak, bahkan berjalan dipasar-pasar seperti layaknya kamupun makan, minum, duduk, berbaring, berkahwin, beranak dan berjalan.

    Wahai saudaraku (Roseryzal), syukurilah bahwa kamu telah menundukkan diri (taslim, Islam, Muslim) kepada orang yang didatangkan kepada kamu sekarang ini sehingga kamu tidak hanya Islam disisi dunia ini melainkan sudah Islam disisi Allah (Islam Kaaaffah). Kamu sudah tidak lagi mengikuti langkah Syaithan, yang Syaithan itu musuh yang nyata. Syaithan itu mengikuti langkah Iblis. Iblis sujud kepada Tuhan Rabbul jalil, tetapi enggan dan menyombongkan diri kepada Adam As yang Pemimpin (khalifah) dimuka bumi saat itu. Sampai-sampai tidak sejengkal bumi ini yang tidak bekas sujud Iblis. Tidakkan dirumahnya, Iblis menjadi imam, dimushalla, dimesjid, di atas langit, di surga, bahkan para Malaikatpun, Iblislah imamnya. Begitulah para pengikut syaithan sekarang ini, sujud kepada Tuhannya tapi enggan dan menyombongkan diri kepada Pemimpin yang diturunkan Allah di hari akhir ini. Bahkan mereka memusuhimu ketika kamupun sekarang menyampaikan Salam dari Tuhan mereka yang Penyayang dikarenakan kamu pun diciptakan Tuhan dari segumpal darah.

    Syukurilah wahai saudaraku (Roseryzal) dengan cara sampaikan Salamku kepada sekalian manusia, sehingga apabila mereka juga seperti kamu yang menerima Salamku, maka tak terlebih mulia engkau dari padaku dan tak terlebih mulia aku dari padamu. Engkau dan aku satu dalam kalimah: “laa ilaaha illallaah, Muhammadur rasuulullaah”. Allah, Rasul, Pemimpin, bukan tiga melainkan satu jua adanya, alias esa. Ditambah sekarang kamu menerima seruan ini, bukan jadi empat namun satu jua adanya. Ketahuilah bahwa Mu`min itu satu. Namun Allah tetap Allah, Rasul tetap Rasul, Pemimpin tetap Pemimpin. Tiga (3) tapi satu (1), satu tetap tiga (3). Inilah pasukanku wahai saudaraku, 3 1 3. Mudah-mudahan kamu shabar serta Allah.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.