April 21, 2007

Habis TRIJI Terbitlah FORJI

Posted in Tumpah Hati pada 5:17 am oleh Hanif al-Falimbani

Judul diatas bukan dimaksudkan untuk mengingat hari Kartini yang jatuh hari ini, tapi hanya sebagai perumpamaan dari judul Buku yang katanya ditulis oleh Kartini, “Habis Gelap Terbitlah Terang” jadi analogi yang dapat ditarik “Triji itu gelap dan Forji itu terang”. Itu benar, Triji yang saya maksudkan adalah 3G, yaitu suatu teknologi broadband (pita lebar) yang di Indonesia berjalan didalam bingkai telepon seluler, kita pasti sudah mengenal bagaimana Telkomsel berkoar-koar dengan Slogan “Satu Dunia Berjuta Aksi”. Lantas, mengapa Triji itu saya katakan gelap? Dan apa itu Forji? Mengapa saya katakan Terang?

Yang membuat Triji Terlihat Gelap

Pertama, Dimonopoli oleh satu operator Seluler Swasta (T*elk*m*el).

Kedua, Operator itu pastilah ingin mengejar break even point (BEP) atau “balik modal” ketika mereka merobek kocek mereka untuk memenangkan tender 3G dari pemerintah.

Ketiga, 3G tidak opensource, karena dikuasai oleh satu operator.

Keempat, Properti pendukungnya benar-benar tidak indonesiawi banget, kalau orang jawa bilang larange puool. Muali dari harga perangkat Handphone, conten-nya, dan juga tentunya pulsanya.

Kelima, Masyarakat Indonesia masih punya waktu banyak untuk menonton acara TV dirumah, bahkan mereka senang kalau layar televisi mereka sebesar 21 inchi keatas, bisa dilihat bareng orang banyak, apalagi waktu nonton bola trus teriak bareng-bareng ketika terjadi gol. Lho kok malah ditawari nonton Tivi dengan layar sebesar HP, ya nggak mau lah.. Kecuali orang-orang yang punya rasa individualis yang gede.

Keenam, Ndak Islami, kenapa? Karena gelombang itu kan sebenarnya milik kita bersama (kok kayak slogannya Trans TV), ya yang ngelola harus pemerintah dong, dan harganya ndak perlu semahal itu.

Yang membuat Forji Terlihat Lebih Mencerahkan

Pertama, Forji opensource, “Intinya, teknologi 4G seiring dengan next generation network ini semuanya sudah tersedia secara cuma-cuma. Artinya, layanan itu tidak bisa dibendung,” begitu kata Bapak Internet Indoensia, Onno W. Purbo.

Kedua, So Pasti Murah, “Dengan Rp150.000 akses internet bisa dilakukan 24 jam (per bulan), tanpa harus mengeluarkan pulsa tambahan. Murah, kan?” itu bukan kata saya lho, tapi kata Pak Onno

Ketiga, Kecepatan dan kapasitas transmisi data yang luarbisa cepat dan besar dan tanpa kabel, kok bisa? Disini penjelasannya agak ilmiah.

4G sebenarnya nama lain untuk teknologi yang disebut WiMax. Wi Max adalah teknologi wireless (tanpa kabel) untuk komunikasi data, nikmatnya, koneksi wireless ini berkualitas broadband (berpita lebar) dengan area cakupan setara Metropolitan Area Network (MAN) atau Jaringan yang meliputi suatu area yang cukup besar.

Kalau anda yang punya laptop atau notebook selama ini menikmati apa yang disebut Wi Fi, maka ini terbatas hanya pada LAN (local Area Network) sehingga kecepatan dan besaran (bandwidth) yang diberikan tergantung jaringan yang dia tumpangi, sedangkan WiMAx yang “terbang diatas kota” menyediakan bandwidth untuk para penggunanya kurang lebih sebesar 32 sampai 134 Mbps dalam area coverage maksimal 5 km. Kapasitasnya pun diklaim mampu menampung hingga ratusan pengguna per satu BTS.

Beda Wi Fi dan Wi Max

WiFi menggunakan standar teknis IEEE 802.11. Ketika Anda melihat sebuah perangkat WLAN dicantumkan lambang Wi-Fi, maka perangkat tersebut akan kompatibel dengan semua perangkat yang memiliki lambang yang sama. Hal ini dikarenakan mereka semua diharuskan menggunakan standar teknik yang sama, yaitu IEEE 802.11. Begitu pula dengan apa yang terjadi dengan WiMAX.

bagan wimax

WiMAX yang merupakan kependekan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access adalah semacam standar industri yang bertugas menginterkoneksikan berbagai standar teknis yang bersifat global menjadi satu kesatuan. Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI HiperLAN yang merupakan standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.

lambang wimaxStandar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, yaitu Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI merupakan standar yang meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka dari itu diciptakanlah WiMAX.

Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau BWA. Jadi di masa mendatang, segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi BWA mungkin saja akan diberi semacam sertifikat WiMAX seperti halnya Wi-Fi untuk perangkat wireless LAN.

Indonesia Goes to Forji (4G)

Pernah ndak kebayang kalau kita bisa telpon-telponan full satu hari selama satu bulan hanya mbayar 150 ribu saja?? Atau akan ada yang namanya RT/Rwnet atau Jakartanet atau SlemanNet?? Atau pernah ndak kebayang, kalau masa depan, anak-anak SD di pedalaman yang sulit transportasinya ndak butuh lagi kelas, mereka cukup belajar dirumah saja, belajarnya lewat teleconference dengan gurunya. Atau pernah kebayang kalau saluran Televisi mempunyai menu interaktif yang bisa dipilih dengan mouse??

wimaxhitamYa, walau itu masih jauh di angan-angan, tapi kita harus mewacanakan ini, dan perjuangkan bersama-sama, jangan sampai pemerintah melakukan blunder dua kali dengan menyerahkan gelombang 2,3-2,5 GHz kepada operator seluler yang mencari kesejahteraan untuk mereka sendiri, bukan untuk rakyat Indonesia secara keseluruhan. Perjuangkan Forji agar tetap opensource. Sampai kapanpun, sehingga masa depan, yang namanya operator itu hanya ngurusin soal kabel serat optik saja.

Selain itu diperlukan juga langkah-langkah untuk membendung dampak-dampak negatif masa depan jika Forji (4G) benar-benar teraplikasi. Pornografi, Pernoaksi, Perjudian, Penipuan harus kita pikirkan pencegahannya mulai saat ini. “Semua bukan mimpi jika kita benar-benar Mau.”

(Wah kok sulit dicerna ya..??) Yaa. Hanya sekedar informasi saja. Semoga bermanfaat, Insya Allah.

(Hanif al-Falimbani, Yogyakarta, 21 April 2007, 11.59am WIB)

10 Komentar »

  1. anung said,

    jangan lupa besok tanggal 19 mei 2007 ada seminar nasional yg bertajukkan “3G, solusi komunikasi cerdas?” di MM UGM..heehe..

    ada pak Onno W. Purbo lho

    *****numpang iklan ah*****

  2. Guut.. guutt..😀

  3. peyek said,

    apa bener mas, mudah-mudahan menjadi solusi murah berinternet ria, murah bukan berarti sejuta permasalahan kan? kayak tiba-tiba downtime menjadi langganan harian, hahaha!

  4. ndarualqaz said,

    amin – amin – amin, moga2 bener bisa murah kayak itu……..

    salam kenal pak

  5. aku entuk doorprize dab……😀

  6. xwoman said,

    asyik juga ya kalo terwujud…
    agak aneh nyebutnya kalo generasi 2,5 G (dua setengah ji)😀

  7. :: peyek ::

    “Semua bukan mimpi jika kita benar-benar Mau.”

    :: ndarualqaz ::

    salam kenal juga, dan selamat datang🙂

    :: gethuk_elektrik ::

    Doorprize opo tho Kang..!! bagi-bagi dong sama saya..😀

    :: xwoman ::

    Bukan asyik lagi mbak.. klo kata wong Palembang itu “Lemak niaann”

  8. aban tetep ga suka vanila said,

    Gung…mo 150.000 na…
    buat bayar les
    klo forji na taro dirumahna bokir aja…biar dia diem dirumah…
    ga pacaran mulu^_^

  9. Emangnya Khilafah bisa tegak, hanya dengan Konferensi dan Demo?

    http://wadehel.wordpress.com/ruang-tamu/#comment-11352

  10. norjik said,

    weh mantep tenan itu forji. Kpn bisa di nikmatin di indonesia ? slaen murah jg berkualitas. apa wimax itu nanti bisa di tangkap dari prangkat wifi yg ada di leptop2 kita skg ya ? moga aja bisa😦


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: