September 23, 2007

Katanya Kajian Tafsir Qur’an, eh.. Ternyata..

Posted in dakwah, FIKIH, fiqih, Islam, Sesat, Tauhid, Tumpah Hati pada 1:38 pm oleh Hanif al-Falimbani

Tulisan ini dibuat sebelum ramai-ramainya fenomena gerakan “al-Qiyadah al-Islamiyah” (3 juli 2007), istilah ini sebenarnya diperkenalkan oleh Ustadz Ba’abduh waktu beliau mengisi kajian di Masjid Kampus UGM beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 29 Juli 2007 atau 26 hari setelah saya menulis artikel ini. Namun, orang-orang yang pernah saya temui tidak mau atau belum pernah mengaku mereka dari gerakan mana, tapi dari sifat-sifat dan tipikalnya hampir sama. Dari tulisan ini, saya menginginkan diskusi lebih lanjut dengan antum semua..

Siang itu, tak disangka tak diduga, ada sebuah sms masuk ke nokia 2300ku. Pendek kata, pengirim sms itu (namanya dirahasiakan) mengajakku untuk ikut kajian tafsir Quran dirumah salah satu temannya, malam hari setelah maghrib. Eh.. tiba-tiba insting detektifku berbicara, ada yang aneh dari pesannya. Pertama, baru sekali ini temanku ngajak ngaji, tafsir lagi. Kedua, kajiannya dilaksanakan di rumah teman, bukan di masjid. Otakku langsung mengaitkan dengan beberapa informasi terdahulu yang pernah aku terima. Beberapa temanku ada juga yang pernah diajak seperti ini, dan hasilnya, teman-temanku itu mengklaim mereka diajak untuk ikut NII (Negara Islam Indonesia). Akhirnya, aku ambil hipotesis/dugaan sementara, aku diajak untuk ikut kajian tafsir oleh NII, seperti pengalaman beberapa temanku sebelumnya.

Dengan hipotesis ini, aku akhirnya melakukan beberapa langkah. Pertama, aku langsung menghubungi musyrifku (pembimbingku) untuk minta ditemani, tapi karena kayaknya musyrifku lagi sibuk, akhirnya aku minta anterin Mas Titok, dan kebetulan memang Mas Titok lagi ada di base camp, jadi ya langsung aku ajak aja. Kedua, setelah dapat teman yang memang mumpuni dari segi tsaqofah, siang itu aku langsung berkonsultasi dengan beberapa teman lain yang pernah berdiskusi dengan orang-orang dari NII. Ketiga, dari hasil diskusi, kayaknya masalah utama ada pada kesalahan dalam menafsir al-Quran dan bai’at, jadi aku bawa bekal dua buah buku yang aku anggap cukup representatif membahas kedua masalah itu, yakni at-Tibyan fi Ulumil Qur’an karya Syaikh Ali ash-Shabuni tentang metode penafsiran Quran dan kitab al-Bai’at fil Fikri as-Siyasati al-Islami (Bai’at Dalam Perspektif Politik Islam) karya Syaikh Dr. Mahmud al-Khalidi.

Akhirnya setelah maghrib, kami (saya dan Mas Titok) bertemu dengan teman saya itu lalu kami berangkat bersama-sama ke tempat yang dimaksud. Karena waktunya agak telat dan tempatnya agak jauh, jadilah kami sampai di sebuah rumah mewah, waktu itu pas adzan Isya’ selesai berkumandang dan tinggal menunggu iqomat. Semula, kami berfikir akan diajak shalat isya’ berjamah dahulu, tapi setelah menunggu beberapa menit tidak ada satupun dari orang-orang disana yang beranjak untuk ke masjid.

Sebagian besar diantara mereka ada yang terlihat sedang mengikuti kajian di sebuah ruangan terbuka, tapi banyak juga yang hanya duduk-duduk saja, entah menunggu apa. Dan herannya lagi, salah seorang bapak yang kelihatannya senior diantara mereka yang pada waktu itu juga menyambut kami tidak terlihat ingin mengadakan shalat isya’ berjamaah dirumah mewah itu. Terpaksa, enak nggak enak, segan gak segan, Mas Titok langsung inisiatif bertanya dimana masjid terdekat. Dan dengan santainya tanpa rasa gusar sedikitpun, bapak itu memberitahu kami masjid terdekat, lantas menyuruh dua orang untuk menemani kami ke masjid yang dimaksud, dan sekali lagi, bapak itu tidak ikut kami untuk shalat isya’ berjamaah, padahal kalau dilihat, sebenarnya bapak itu sama sekali tidak ada halangan untuk menegakkan shalat berjamaah bersama kami di masjid. Aneh..

Setelah shalat dari masjid, ternyata orang-orang yang tadinya ikut kajian sudah pulang. Jadinya, untuk kajian gelombang kedua, hanya aku dan Mas Titok yang ‘baru’, maksudnya, memang ada sekitar sepuluh orang yang ikut, tapi hanya aku dan Mas Titok kelihatannya ‘baru’ bagi mereka, jadi kayak les privat aja.

Pengajian dibuka oleh seseorang yang bernama Mas Fatih, ada satu hal yang aku tidak suka, yaitu dari cara dia membaca ayat-ayat suci al-Qur’an, tidak tartil atau paling tidak berusaha sekuat tenaga untuk membaca dengan tartil, padahal membaca al-quran dengan tartil itu hukumnya fardhu ‘ain. Setelah dibuka, acara langsung diserahkan kepada narasumber yang mengaku bernama Mas Mufid.

Setelah pembukaan, Mas Mufid langsung menyebut-nyebut mitsaaqon gholiidzon (perjanjian yang teguh; QS 33:7). Dan setelah menjelaskan beberapa makna ayat al-Qur’an, Mas Mufid bertanya kepadaku kurang lebih,

“Mas Agung, apakah saat ini Mas Agung sudah mengamalkan Islam secara kaffah?”

“Dalam tataran individu, YA.”

“Anda yakin?”

“Insya Allah..”

“lho.. kok Insya Allah, berarti ndak pasti dong.. masih ragu-ragu ya, saya tanya lagi, yakinkah Mas Agung sudah melaksanakan Islam secara kaffah?”

“Dalam tataran individu, saya yakin, insya Allah..”

“Lho, kok masih insya Allah lagi? Berarti Mas Agung masih ragu-ragu ya.”

“Insya Allah itu kan bukan berarti ragu-ragu mas..”

Lalu Mas Mufid kelihatan agak kacau setelah itu. Karena pakem materi yang akan dia sampaikan selanjutnya jadi harus disesuaikan dengan jawabanku yang keliatan agak aneh bagi dia.

Diskusi selanjutnya banyak terjadi antara Mas Titok dengan Mas Mufid dan seorang bapak yang kelihatan paling senior diantara mereka dilihat dari segi pemahaman fikroh yang mereka anut. Sampai-sampai bapak yang sebelumnya duduk dibelakang kami itu kedepan dan mengambil alih kajian dari Mas Mufid yang kelihatan sangat bingung dan frustasi karena alur materi yang sudah menjadi pakem mereka digempur habis-habisan oleh Mas Titok dengan tenang dan sabar.

Tapi aku jelas ndak akan menuliskan semua diskusinya disini. Aku hanya akan memberikan sedikit alur berpikir mereka besarta batahannya.

Pertama-tama, mereka akan mengajak kita akan kebenaran al-Quran, Islam, dan kewajiban kita untuk beribadah kepada Allah dalam setiap segi kehidupan dan masuk kedalam Islam secara kaffah. Hal yang perlu diperhatikan adalah kita akan diajak untuk menyadari bahwa sebenarnya apa yang kita lakukan selama ini belum kaffah, karena kita belum melakukan apa yang mereka sebut mitsaaqon gholiidzon (perjanjian yang teguh; QS 33:7), yaitu sejenis perjanjian kepada Allah untuk bersyahadat tetapi harus dihadapan orang yang mereka sebut dengan ‘orang terdahulu’. Kelemahan pendapat ini dapat dilihat dari beberapa hal,

    Pertama, jika memang mitsaaqon gholiidzon merupakan salah satu kewajiban terbesar dalam Islam atau termasuk kedalam fardhu ‘ain, maka kita tidak pernah mendengar ataupun membaca secuilpun dalam kitab-kitab hadits maupun fiqh ataupun Sirah Nabawiyah atau juga ijma’ shahabat bahwa para sahabat, tabi’in, maupun ulama dari masa ke masa dan umat Islam seluruhnya melakukan hal ini. Perkara ini adalah perkara yang tidak dikenal dari masa ke masa.Kedua, Jika memang kita harus melakukan mitsaaqon gholiidzon ini, maka harus disaksikan oleh seseorang yang sudah di-mitsaq oleh orang sebelumnya, begitu seterusnya, maka logikanya seharusnya orang yang di-mitsaq sebelumnya itu punya daftar riwayat orang-orang sebelumnya, sebelumnya, dan sebelumnya sampai kepada RasuluLlah shallallahu ‘alaihi wa sallama (saw). dalam arti orang yang ingin mengambil mitsaq dari kita haruslah orang mempunyai sanad yang bersambung sampai ke RasuluLlah, tapi nyatanya tidak ada sama sekali sanadnya.

Kedua, ada pembedaan-pembedaan nyeleneh, dalam arti tidak pernah terdengar dalam kitab-kitab fiqih maupun ushul fiqih, antara lain, mereka membedakan antara Musyrik, Mukmin dan Muslim. Jadi, menurut mereka, para sahabat pada fase Makkah itu mukmin, bukan Muslim. Ada lagi tentang pembedaan antara hadits dan sunnah. Jadi menurut mereka Sunnah itu adalah perbuatan RasuluLlah saw, tapi hadits itu adalah sesuatu yang dibuat oleh para ahli hadits beberapa abad setelah RasuluLlah saw wafat, jadi mereka tidak mengakui dan mengikuti hadits, wah.. bisa jadi ingkar sunnah dong.. Na’udzubilllah..

Ketiga, doktrin mereka tentang konsep kemusyrikan masyarakat saat ini akan membawa kepada kesimpulan berbahaya bahwa seluruh orang yang ada didalamnya juga musyrik alias kafir. Ini jelas bentuk kedangkalan berfikir yang amat parah. RasuluLlah saw dan para sahabat pada fase Makkah ada lingkungan masyarakat yang musyrik, tapi apakah lantas Rasul dan sahabatnya juga Musryik? Tentu tidak. Saat ini, dalam tataran individu, umat Islam dapat menjalankan syariat Islam dan masih dapat dikatakan sebagai Muslim bukan musyrik.

Keempat, tentang uzlah. Mereka menganggap bahwa saat ini adalah fase dimana kita wajib beruzlah, karena ini seperti fase dakwah secara sembunyi-sembunyi yang dilakukan oleh Rasul pada fase Makkah. Memang, Rasul pada waktu itu berdakwah secara sembunyi-sembunyi, tapi ini hanya dalam hal teknis saja, sedangkan dalam hal opini yang didakwahkan tidak sembunyi-sembunyi, ini bisa dilihat ketika kaum Quraisy pada waktu itu mencoba mencari-cari cara untuk memfitnah Rasul, dan juga sahabat-sahabat yang pertama kali masuk Islam banyak yang berasal dari daerah yang jauh, seperti Abu Dzar al-Ghifari. Sehingga apa yang didakwahkan Rasul saw pada fase awal dakwah di Mekkah adalah jelas dan terbuka, tidak ditutup-tutupi.

Kalau saja mereka mau konsisten dengan apa yang mereka pahami ketika mereka menyamakan antara mitsaaqon gholiidzon dengan bai’at aqobah kedua, maka tidak ada alasan lagi untuk menyembunyikan fikroh-fikroh mereka yang nyeleneh itu karena dalam fase ini yaitu fase Madinah sudah tidak ada lagi yang disembunyikan, inilah salahsatu ketimpangtindihan metode dakwah mereka. Mereka seharusnya tidak boleh lagi menyembunyikan keyakinan jika memang mereka meyakini adanya nubuwatan (kenabian) yang baru agar seluruh kaum muslimin mengetahuinya, mengambil faedah, pelajaran dan mampu menghindari teknik doktrin yang mereka yang menyesatkan ini.

Terakhir, sebenarnya banyak hal yang ingin aku tuliskan disini namun apa daya aku hanya manusia yang terbatas, namun aku siap untuk melayani diskusi dengan siapapun mengenai masalah ini. Hanya kepada Allah-lah kami kembali. AlhamduliLlahirrobbil ‘aalaamiin..

[hanif alfalimbani, yogyakarta, 3juli, 3.06pm]

23 Komentar »

  1. inast susej said,

    Mas.. Kalo Goublog kok mbok jangan permanent gitu !!!

    Pake akal nya mas… biar ngak aku sebut ASU !!!!

  2. AlhamduliLlah.. saya masih pake akal sampai saat ini.. Disebut A*U sm orang seperti anda sama sekali bukan masalah bagi saya.. Bahkan jika anda mengutuk saya masuk neraka itu sama sekali tidak berarti apa-apa walaupun hanya setitik.. Namun jika saya kehilangan setitik cinta dari Allah, sungguh itu lebih buruk daripada bumi dan seisinya.. AlhamduliLlah..

  3. Awdisma said,

    Mas,saya tertarik sekali dengan tulisan-tulisannya..
    tetapi saya banyak ga mengerti sebagian dari isi tulisan yang mas tulis karena banyak menggunakan kata-kata/bahasa/istilah arab yang untuk orang umum seperti saya (dan juga mungkin orang lain kebanyakan) banyak yg masih sangat minim ilmu agamanya apalagi harus memahami maksud-maksud daru tulisannya dgn istilah-istilah yg mas pake.. padahal saya (dan org lain mungkin) pengen belajar banyak pengalaman-pengalaman n ilmu-ilmunya deh..
    pokoknya intinya tolong kata-kata atau istilah-istilah yang dipake lebih sederhana lah,biar semua orang dengan level pengetahuannya masing-masing yang baca tulisan-tulisan mas dapat memehami dengan mudah maksud yg ada..
    oia,slm kenal ya…
    dipanggil apa neh masnya??

  4. waliz said,

    oia thanks buat jawabannya nanti..
    Awdisma tu nama belakangku:)..
    wassalam…

  5. @inast susej
    wah, namanya kok seperti ini? maksudnya gimana c?
    @waliz
    hahaha, iya.. soalnya masnya ini terlalu pinter dan terlalu banyak tsaqofahnya… Jadi buat kita-kita kejauhan ilmunya…
    @hanif
    makanya pak, bahasanya lebih memasyarakat gitu lho…🙂

  6. B2S7 said,

    Yang bisa membangkitkan kembali Hukum Allah di muka bumi ini hanya dari seorang Rasul Allah. Dia dapat mengurai kitab-kitab Allah dengan semestinya sehingga semua manusia sadar dan kembali pada fitrahnya sebagai pengabdi Allah. Tinggal kesadaran kita untuk mensikapinya. Karena hanya umat yang Bukan MESJID dan Bukan pula GEREJA yang dapat mempersatukan umay manusia di dunia ini. Mereka adalah umatnya IBRAHIM. karena kalau kita kembalikan sejarah pada sejarah Ibrahim tentunya kita semua akan berada dalam ummat yang satu !!. Mudah saja bukan ??? Apabila ada ISLAM yang muncul mengemban risalah IBRAHIM yang hanif, pasti dialah ISLAM yang sesungguh nya. Apakah anda salah satu di antaranya ????. Alloh, Allah dan Yahuwe adalah Rob kita semua amien.

  7. ::Waliz Awdisma::

    Tertarik..?? AlhamduliLlah..

    Wah.. iya ya.. Liz.. saya itu terlalu banyak pake istilah arab.. ini mah cuman sok-sok-an aja Liz.. padahal aslinya mah ndak sehebat yang dikira Liz.. Saya juga orang awam dan baru belajar Islam kemarin sore.. Hehe.. Maaf ya.. kalau manyusahkan antum.. ya itung-itung usaha-nya Liz memahami istilah arab itu termasuk thalabul ‘ilmi, apalagi di bulan ramadhan, kan pahalanya jadi berlipat Liz.. AlhamduliLlah..

    Btw, JAzakaLlah khoiran atas saran dan masukannya, sangat berarti bagi saya.. sangat berarti..🙂

    Panggil aja sesukamu Liz.. bisa dipanggil hanif ato agung.. nyantai aja..😉

    ::precious-soul::

    Waduh.. jangan dipanggil Pak ya.. Kan saya belum jadi bapak.. pengen sih segera jadi bapak.. tapi kan belum..

    Memasyarakat..?? Masyarakat mana dulu nih.. masyarakat intelektual.. masyarakat gaul, masyarakat ‘kiri’, masyarakat pujangga, ato masyarakat anak-anak.. Hehe.. becanda🙂

    JazakiLlah khoiran katsiro atas saran dan nasehatnya.. sangat berarti bagi saya.. sangat berarti…. sangat berarti….

    ::B2S7 / inast susej / jesus tsani::

    B2S7: “Yang bisa membangkitkan kembali Hukum Allah di muka bumi ini hanya dari seorang Rasul Allah.”

    saya : “Perkataan siapakah ini wahai orang yang mengaku sebagai jesus kedua..?? jika ini perkataanmu atau perkataan rasul barumu itu.. maka ketahuilah.. bawa anda berada diluar lingkaran Islam”

    B2S7: “Karena hanya umat yang Bukan MESJID dan Bukan pula GEREJA yang dapat mempersatukan umay manusia di dunia ini.”

    saya :”Sepertinya konsep yang anda bawa itu sama seperti konsepnya Islam liberal, Pluralisme.. konsep kufur anda itu hanya modifkikasi dan tambal sulam antara NII dan Islam Liberal.. Na’udzubiLlahi mindzalik”

    B2S7: “karena kalau kita kembalikan sejarah pada sejarah Ibrahim tentunya kita semua akan berada dalam ummat yang satu !!”

    saya : “Kenapa nggak sekalian ke Nabi Adam saja.. Dimana akal anda..??”

    B2S7: “Apabila ada ISLAM yang muncul mengemban risalah IBRAHIM yang hanif, pasti dialah ISLAM yang sesungguh nya. Apakah anda salah satu di antaranya ????. Alloh, Allah dan Yahuwe adalah Rob kita semua amien.”

    saya : “Apakah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam itu bukan pengemban risalah Islam yang sesungguhnya..?? Apakah para shahabat juga bukan.. lantas siapakah rasul barumu itu..?? lebih utamakah dia daripada sahabat..?? Bertaubatlah dari kekafiranmu.. bertaubatlah dari kekafiranmu.. kembalilah kepada Islam..”

  8. maaf, kebiasaan d kmfm, manggil yang ikhwan dengan sebutan pak..

  9. julfan said,

    assalamualaikum mas
    salam kenal

  10. Wa’alaykumussalaam Mas Julfan..

    Selamat datang di blog saya, salam kenal juga, saya tunggu saran dan nasehat dari anda..

  11. DNY said,

    MUNGKIN KITA SEMUA LUPA BAHWA ADA WAHYU ALLAH SWT DI SURAT 3 AYAT 7 , BAHWA ALLAH MENURUNKAN AL QUR’AN DENGAN 2 MAKNA NAH YANG SESAT PASTI MEMAKAI YANG MUTASYABIHHAT DENGAN MENAKWILKANNYA SESUAI KEHENDAK ATAU HATINYA.. COBALAH JUGA BUKA TAFSIR2 QUR’AN DARI BUYA HAMKA DAN SAYIDQURTUBHI. TIDAK MUNGKIN DAN TIDAK AKAN KALAU ALLAH SWT MENURUNKAN WAHYU-WAHYUNYA KEPADA HAMBANYA INI SALING BERTENTANGAN MAKNA ANTARA AYAT YANG SATU DENGAN AYAT YANG LAINNYA YANG ADA DI QUR’AN ,NAMUN HANYA HAMBA2 ‘NYA’ SAJA YANG SUKA NYELENEH KARENA “NAFSU” NYA YANG SUDAH MENGUASAI DIRINYA. BUKANKAH ALLAH BERFIRMAN : BAHWA NAFSU DIJADIKAN TUHAN OLEH MANUSIA [ 25:43] . MARILAH GUNAKAN PEMAHAMAN AL QUR’AN DENGAN SEBENAR-BENARNYA, CARILAH SELALU TAFSIR2 YANG BETUL-BETUL SEJALAN DENGAN KEINGINAN ALLAH SWT , INSYA ALLAH KITA MENDAPATKANNYA , AMIIN YA ROBBALALLAMIINN .

  12. DNY said,

    JANGANLAH NAFSU DIJADIKAN “TUHAN ” OLEH KITA . NAFSU UNTUK MENAFSIRKAN QUR’AN DENGAN KEHENDAK KITA SAJA TANPA MAU MEMBUKA2 SURAT2 YANG LAIN , JANGAN SAMPAI KITA DI ‘CAP’ OLEH ALLAH SWT SEBAGAI ORANG YANG BER-IMAN YANG DI TEPI-TEPI SAJA [ 22 AYAT 11 ] , JUGA SEBAGAI PENDUSTA AGAMA . SEKALI LAGI TIDAK MUNGKIN DAN TIDAK AKAN ALLAH SWT MENURUNKAN WAHYU2 “NYA” AKAN SALING BERTENTANGAN SATU SAMA LAIN, NAMUN KITA SEBAGAI HAMBA “NYA” YANG SUKA MENAFSIRKAN QUR’AN DENGAN SESUKA HATI KITA SAJA . LIHAT JUGA DI SURAT 18 AYAT 103 – 105 , BAHWA ALLAH MEMBERITAHU KEPADA KITA JANGANLAH SUKA MENGANGGAP PERBUATAN2 YG SUDAH KITA KERJAKAN ITU BAIK ,PADAHAL PERBUATAN2 ITU SIA-SIA, BAGI YANG SUKA MELANGGAR AYAT2 “NYA” . YAHH INI MAH BAGI YANG PERCAYA DAN YAKIN HAQUL YAKIN DENGAN KEBESARAN ALLAH YANG TELAH MENURUNKAN ALQUR’AN YANG MULIA ITU DAN SEBAGAI PEDOMAN BAGI YANG BERIMAN , AMIIN .

  13. AlhamduliLlah.. Na’am.. saya sepakat sama antum..

  14. achmad birra said,

    Belakangan ini banyak umat manusia di Indonesia yang enggan masuk Surga lagi. Kenapa ? karena Surga itu ternyata di penuhi oleh anggota Majelis Ulama Indonesia, FPI, GUII, MMI, dll. Yang nyata-nyata sudah menyesatkan aliran diluar mereka. Artinya hanya MUI yang ber hak masuk Surga !!!. Ah sangat mengerikan dunia ini..

  15. ::Achmad birra::

    Ah.. hanya anggapan anda saja mungkin.. coba deh dicek lagi.. mungkin itu hanya terjadi pada teman-teman di samping kiri dan kanan anda saja.. sekali lagi, coba dicek lagi..

  16. Orang bodoh said,

    Saya juga lagi nyari tau apa sih maksud yg sebenarnya pd al quran? Tapi menyadari bhw tdk akan pernah mendapatkannya. Mana ada org yg mampu mengetahui “100% pikiran” Allah.

  17. Semoga jawaban saya yang juga bodoh ini menjadikan anda -maaf- tidak bodoh lagi..

    Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Rasulnya Muhammad ‘alaihi shollatu wassalam dalam lafadh maupun maknanya, dan al-Qur’an kadang-kadang diturunkan dalam makna yang jelas (muhkam) dan kadangkala juga dalam makna yang samar (mutasyaabihat). Ayat-ayat yang maknanya jelas, maka manusia mudah untuk memahaminya sebagaimana penunjukkan maknanya, sedangkan ayat2 yang mutasyaabihat maka disini manusia butuh penjelas dari jalan yang lain, jalan lain itu dapat berupa ayat-ayat al-Qur’an yang muhkam dan ada juga yang berupa hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena hadits juga merupakan wahyu dari Allah hanya saja dalam bentuk makna, sedangkan lafadhnya merupakan dilafadhkan oleh RasulNYa.. ayat-ayat yang muhkam-pun kadangkala datang dalam bentuk yang umum maupun yang belum terinci, sehingga dibutuhkan ayat-ayat lain atau hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk merincinya atau mendetailkannya.. Begitulah kira-kira setitik pengantar dari luasnya samudra ilmu-ilmu al-Qur’an.. Semoga kita menjadi bersemangat mempelajari dan menyelaminya.. Amiin..

  18. cy said,

    ASS,,, SALAM KENAL YA BANG HANIF, SY SENAG BS NEMUIN BLOG NE, CM SY JG ORANG AWAM NECH PENGEN BELAJAR ISLAM LBH BNYK, JD ARTIKEL YG DITULIS DIATAS BANYAK BHS ARAB YG KURANG SY MNGERTI, UNTUK ARTIKEL SLNJUTNYA SMG BS MGUNAKN BHS YG MUDAH DIMGERTI, DAN TERIMA KASIH BANG HANIF,BISA BERBAGI ILMU DG QT SMUA SUKSES TRUZZ YAAA,,,
    WSS.

  19. Hadi Setyono said,

    Assalamu ‘alaikum,

    Bang Hanif, senang berkenalan dengan antum, rasanya kurang komplet kalau seorang muslim belum menikah, ana juga belum menikah, tapi kok kayaknya banyak hambatan ya, apakah ada ide atau saran atau tausyiah buat ana supaya dimudahkan langkah saya untuk menikah. Salah satu kendalanya adalah beluma ada biaya, malu untuk bertaaruf, sudah pernah ditolak akhwat, tapi yang paling urgent ya belum ada biaya untuk menikah. bagaimana caranya menguatkan iman agar bisa menikah, sukron katsiron, sebelumnya. Untuk masalah baiat dan NII ini sebaiknya memang berhati-hati dalam berbaiat karena susah untuk keluarnya jika sudah berbaiat. saya berpengalaman juga dulu dengan kasus NII ini, alhamdulillah bisa terjaga dari fitnahnya. semoga islam yang benar ditampakkan dimuka bumi ini untuk membawa keselamatan, amin.

    wassalamu ‘alaikum wr wbm

    Hadi Setyono

  20. As-Salamu’alaikum Warohmaatullahi Wabaarokaatuh.
    selamta berjuang saudaraku jika ada kesulitan akan saya bantu Anda . ustadz. Drs. Budi Amriwan,S.Pd

  21. As-Salamu’alaikum Warohmaatullahi Wabaarokaatuh.
    selamat berjuang saudaraku jika ada kesulitan akan saya bantu Anda . ustadz. Drs. Budi Amriwan,S.Pd

  22. Nama Samaran tapi Emailku Asli lho Mas said,

    “NII” hm … terlepas dari “NII” yg anda jumpai ini yg msh melanjutkan perjuangan Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo atau “NII” yg produk pemerintah untuk menghancurkan SMK, ada baiknya anda (dan HTI) mengambil hikmah dari apa yg mrk sampaikan…
    misal “rukun islam” pertama, “syahadat”, apakah anda sdh bersyahadat? kapan? sejak kapan anda (menyatakan) mjd muslim? apa sejak dari lahir hingga sekarang keislaman anda tidak batal? (misal karena menyanyikan garuda pancasila dgn semangat)

    …. bla bla bla …

    dalam soal “kepemimpinan”, HTI saya rasa tidak ada bedanya dengan PKS, jiwa-jiwa kalian terlahir dgn pemikiran: “kita lahir di sebuah negeri bernama indonesia, dan pemerintahan thagut ini adalah pemerintahan yg sah” sehingga tidak ada keberanian untuk membuat lingkaran sendiri, mengangkat seorang pemimpin, berbaiat kepadanya … yg terjadi adalah ikut bergabung dengan dan membela thagut (PKS) dan mengemis kpd thagut untuk menerapkan syariat islam (HTI), malah dulu …. ketika saya masih kuliah di jkt (cie pernah kuliah di jkt ternyata saya hehehe) dan kebetulan ikut aksi gema pembebasan di dpn istana thagut sang orator malah mengemis hingga mengatakan tidak masalah kalau anda (sby) yg nanti menjadi khalifah … aduh2, untung saat itu bukan mega
    presidennya … jadi … ya pola pikirnya diganti dulu mjd “ini bumi Allah, sudah seharusnya hukum yg berlaku adalah hukum Allah, kita telah dijajah oleh pemerintah thagut ….” hehe, kan keren tuh, bisa jadi knight of the old republic, eh salah knight of the old khilafah🙂

    peace ya, saya tidak hendak mengajak berdebat cuma menyampaikan uneg2.

  23. Nama Samaran tapi Emailku Asli lho Mas said,

    oh ya selamat ya atas pernikahanannya, istrinya sheila yg ilkomp ugm itu ya?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: