April 4, 2008

Makruh Menjalin atau Menyilangkan Jari-Jemari di Dalam Masjid

Posted in fiqih tagged , , pada 10:46 pm oleh Hanif al-Falimbani

Menjalin atau menyilangkan jari-jemari dimakruhkan di dalam masjid, berdasarkan hadits yang diriwayatkan bahwasanya Ka’ab bin ‘Ujrah berkata:

دخل عليَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم المسجد , وقد شبَّكت بين أصابعي، فقال لي : يا كعب إذا كنت في المسجد فلا تُشبِّك بين أصابعك , فأنت في صلاة ما انتظرت الصلاة . رواه أحمد

Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam menemuiku di dalam masjid, dan aku menjalinkan jari-jemariku. Lalu beliau berkata: ‘Wahai Ka’ab, jika engkau di dalam masjid maka janganlah engkau menjalinkan jari-jemarimu, karena engkau dalamkeadaan shalat selama engkau sedang menunggu shalat.” (HR. Ahmad)

Juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyaLlahu ‘anhu, bahwa ia berkata: Abul Qasim shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا توضأ أحدكم في بيته، ثم أتى المسجد , كان في صلاة حتى يرجع , فلا يقل هكذا , وشبَّك بين أصابعه . رواه الحاكم وابن خُزَيمة

Jika salah seorang dari kalian berwudhu di rumahnya, kemudian mendatangi masjid, maka dia dalam keadaan shalat hingga ia pulang, maka janganlah di melakukan begini begini. Dan beliau menjalinkan jari-jemarinya.” (HR. al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah)

Begitu juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id al-khudri, bahwa Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا كان أحدُكم في المسجد فلا يُشبِّكنَّ , فإن التشبيك من الشيطان , وإن أحدكم لا يزال في صلاة ما دام في المسجد حتى يخرج منه . رواه أحمد

Jika salah seorang dari kalian berada di dalam masjid, maka janganlah ia menjalinkan jari-jemarinya, karena perbuatan seperti itu berasal dari setan. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian terus menerus dalam keadaan shalat selama ia berada di dalam masjid hingga ia keluar darinya.” (HR. Ahmad).

[Disalin dari Buku “Tuntunan Shalat berdasarkan Qur’an dan Hadits”,
karya “Syaikh Mahmud Abdul Lathif Uwaidhah”-hafidzahullah ta’ala-,
penerbit Pustaka Thariqul Izzah,
Cetakan I: Maret 2008,
penerjemah Uwais al-Qarni]

5 Komentar »

  1. aban tetep ga suka vanilla said,

    Intina ga boleh main2in jari-jemari tangan ya Gung??

  2. itachi said,

    Syukran!

    Ini diketik, ya? Ato emang ada softcopy-nya?

  3. Iya Ban betul banget.. tetap istiqomah ya.. dan do’akan saya juga semoga tetap istiqomah ya..

    ::MAs Titok::

    Ini ngetik sendiri mas dari buku terjemahannya, banyak yang salah-salah ya Mas..

  4. petualangharakah said,

    Bagus dalilnya, saya belum yakin keshahihannya, mudah2x benar apa yang ditulis disini. Afwan Jiddan saya kurang mantap ketika dalil2x syariat yang bicara orang HT, saya lebih mantap ketika yang bicara orang salafi, Majelis Mujahidin, ataupun orang IM.

  5. Saya baru tahu ada hadits2 seperti itu..

    Bagaimana pendapat dari para Imam mazhab yang empat? Atau mungkin ada yang pernah baca Fiqh Sunnah?

    جزاك الله


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: